Ekonomi
Share this on:

Antisipasi Krisis Perbankan, LPS Usulkan Premi PRP 0,05 Persen

  • Antisipasi Krisis Perbankan, LPS Usulkan Premi PRP 0,05 Persen
  • Antisipasi Krisis Perbankan, LPS Usulkan Premi PRP 0,05 Persen

JAKARTA - Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mengusulkan premi Program Restrukturisasi Perbankan (PRP) 0,05 persen dari total simpanan bank.

Dengan asumsi total Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di Indonesia Rp5 ribu triliun, industri perbankan setidaknya menyetor Rp2,5 triliun per tahun. LPS mengklaim, usulan premi itu relatif kecil.

Premi PRP merupakan amanat Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2016 tentang Pencegahan dan Penanganan Krisis Sistem Keuangan (PPKSK). Berbeda dengan premi penjaminan simpanan, premi PRP akan dipakai untuk membiayai program restrukturisasi perbankan kalau terjadi krisis keuangan.

Dalam beleid yang sama, LPS mendapat mandat mengumpulkan premi. ”Secara undang-undang, kami tidak boleh menggunakan premi penjaminan membiayai operasional PRP,” tutur Ketua Dewan Komisioner LPS, Halim Alamsyah.

Halim mengakui sebagian industri masih keberatan atas pungutan premi tambahan. Itu mengingat saat ini industri juga telah menanggung aneka biaya.

Meski begitu, premi PRP akan membantu pemilik dan pengurus bank kalau terjadi krisis keuangan macam edisi 1997/1998. Kala itu, biaya pemulihan atau resolusi krisis mencapai 60 persen dari Pendapatan Domestik Bruto (PDB).

Selain menjadi sumber pendanaan saat krisis, premi PRP juga memaksa manajemen perbankan menjadi lebih hati-hati (prudent). Nah, kalau industri menyetor Rp2,5 triliun per tahun, Indonesia membutuhkan waktu sekitar 100 tahun untuk mencapai target dana bantalan krisis 2 persen dari PDB atau setara Rp240 triliun.

Hingga saat ini, besaran premi PRP masih dibahas LPS bersama pemerintah melalui Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Bank Indonesia (BI), dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Nantinya, besaran premi PRP akan ditetapkan dalam Peraturan Pemerintah.

”Kami tidak bisa memutuskan premi PRP sendirian,” imbuh Anggota Dewan Komisioner LPS, Destry Damayanti.

Kalaupun nanti besaran premi PRP telah ditetapkan, LPS akan memberi waktu tenggang pembayaran (grace period) dengan melihat kesiapan industri. Sebelumnya, BI meminta besaran premi tambahan untuk PRP tidak memberatkan industri.

Pasalnya, industri perbankan tengah dalam proses pemulihan kinerja setelah menghadapi pelambatan ekonomi sejak tahun lalu. Berdasar data terakhir BI, total DPK perbankan hingga Mei 2017 tercatat Rp4.876 triliun. J

umlah itu meningkat 10,9 persen dibanding periode sama tahun lalu. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Per Juni Kredit Tumbuh 11,6 Persen

Per Juni Kredit Tumbuh 11,6 Persen

Bank Mandiri berhasil membukukan kinerja yang sangat baik pada kuartal II tahun 2017.


Usulkan Informasi Pajak Terbuka untuk Investor Asing

Usulkan Informasi Pajak Terbuka untuk Investor Asing

Otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) mengusulkan implementasi keterbukaan informasi perpajakan pasar modal untuk investor asing.


Penyaluran Kredit Lancar, Pertumbuhan Ekonomi Lebih Baik

Penyaluran Kredit Lancar, Pertumbuhan Ekonomi Lebih Baik

Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal kedua tahun ini akan lebih rendah dibanding proyeksi sebelumnya 5,1 persen.


Suku Bunga Bertahan sampai Akhir Tahun

Suku Bunga Bertahan sampai Akhir Tahun

Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan, yakni BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR), di posisi 4,75 persen sejak Oktober 2016.


Ada yang Janjikan Bunga 300 Persen, Tiga Investasi Bodong Ditutup OJK

Ada yang Janjikan Bunga 300 Persen, Tiga Investasi Bodong Ditutup OJK

Satgas Waspada Investasi menutup tiga kegiatan investasi bodong, kemarin.


Mantap, Berani Tahan Suku Bunga

Mantap, Berani Tahan Suku Bunga

Bank Indonesia (BI) memilih mempertahankan BI 7-day (reverse) repo rate di kisaran 4,75 persen.


Segel Inflasi di Kisaran 4,36 Persen

Segel Inflasi di Kisaran 4,36 Persen

Bank Indonesia (BI) memproyeksi inflasi sepanjang tahun ini berada di kisaran 4,36 persen.


Kunci Bunga Kartu Kredit 2,25 Persen

Kunci Bunga Kartu Kredit 2,25 Persen

Bank Indonesia (BI) mengklaim industri perbankan dan penerbit kartu kredit mematuhi regulasi.


Antisipasi Kejahatan Perbankan, BRI Gandeng Kejaksaan Agung

Antisipasi Kejahatan Perbankan, BRI Gandeng Kejaksaan Agung

Saat ini praktek kejahatan di dunia perbankan dewasa ini sangat beragam.


Premi Krisis Jangan jadi Beban

Premi Krisis Jangan jadi Beban

Perbankan berharap upaya pencegahan krisis dapat dilakukan, tapi tidak memberatkan.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!