Ekonomi
Share this on:

Bank Indonesia Optimis Rupiah Stabil

  • Bank Indonesia Optimis Rupiah Stabil
  • Bank Indonesia Optimis Rupiah Stabil

JAKARTA - Pemerintah memprediksi nilai tukar rupiah bakal bertengger di kisaran Rp13.500 per dolar Amerika Serikat (USD). Meleset dari proyeksi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sejumlah Rp13.300 per USD.

Bahkan tahun depan, nilai tukar mata uang Nusantara itu diramal menukik menuju kisaran Rp13.700 per USD. Meski begitu, Bank Indonesia (BI) optimistis nilai tukar rupiah tahun ini dan tahun depan tetap stabil. Itu merefleksikan fundamental ekonomi domestik.

?Nilai tukar cenderung selisih inflasi. Inflasi lebih tinggi dari inflasi mitra dagang, maka harus terjadi perubahan kurs. Kalau inflasi di atas mitra dagang, rupiah harus melemah,? tutur Direktur Eksekutif Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Dody Budi Waluyo.

Nilai tukar rupiah bakal bergerak menguat apabila respons pasar positif terhadap Indonesia. Salah satunya dengan hasil afirmasi peringkat utang Indonesia oleh Standard and Poor's (S&P) menjadi layak investasi atau Investment Grade Mei.

?Itu akan ada inflow besar,? imbuh Dody.

Menurut Dody, S&P sudah semestinya menaikkan rating Indonesia menjadi Investment Grade. Dengan begitu, aliran modal masuk akan semakin deras. ?Indonesia masih dipandang daring investor. Dengan itu akan menambah lebih besar,? ulasnya.

Pemodal Jepang sangat menanti S&P mendongkrak peringkat Indonesia menjadi layak investasi. Begitu lembaga pemeringkat itu menyematkan rating layak investasi, investor Jepang akan langsung menyerbu dunia investasi lokal. ?Tentu, dengan fundamental bagus,? tegas Dody.

Sebelumnya, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memproyeksikan outlook kurs rupiah Rp13.500 per USD di penghujung tahun ini. Proyeksi itu melorot dari target APBN 2017 di kisaran Rp13.300 per USD. Sedang proyeksi tahun depan berada di rentang Rp13.600-13.900 per USD. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Surplus Neraca Dagang Berlanjut
Surplus Neraca Dagang Berlanjut

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) khawatir tentang aturan kewajiban pemakaian kapal nasional untuk ekspor dan impor.


Migas Picu Defisit Neraca Dagang

Migas Picu Defisit Neraca Dagang

Kinerja perdagangan Indonesia pada awal tahun ini tercatat defisit USD 676,9 juta.


Bunga Kredit Tetap Bisa Turun

Bunga Kredit Tetap Bisa Turun

Bank Indonesia (BI) yakin ruang penurunan suku bunga kredit masih terbuka. Meskipun, suku bunga BI-7days reverse repo rate (BI-7DRRR) tidak berubah.


REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi

REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) menargetkan membangun 250 ribu rumah subsidi pada 2018.


68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun

68 Tahun Kantongi Rp437 Triliun

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk mengklaim menyalurkan kredit sekitar Rp437 triliun selama 68 tahun perseroan berdiri.


Selamat Datang Beras Impor

Selamat Datang Beras Impor

Gelombang beras impor yang controversial itu akhirnya memasuki perairan Indonesia.


BCA Tak Sasar Semua Segmen KPR

BCA Tak Sasar Semua Segmen KPR

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menargetkan pertumbuhan kredit pemilikan rumah (KPR) tumbuh 10–12 persen tahun ini.


Bank Mandiri Tahan Aksi Korporasi

Bank Mandiri Tahan Aksi Korporasi

Grup Bank Mandiri menunggu perbaikan kinerja untuk melakukan aksi korporasi.


Fintech Perluas Jangkauan Nasabah

Fintech Perluas Jangkauan Nasabah

Potensi perkembangan fintech (financial technology) di Indonesia masih terbuka lebar. Pemanfaatannya bisa untuk mengatasi sejumlah persoalan ekonomi.


Pertamina Tambah Enam Rig Cyber

Pertamina Tambah Enam Rig Cyber

PT Pertamina Drilling Service Indonesia (PDSI) akan melakukan pengadaan enam rig cyber tahun ini untuk mengoptimalkan kegiatan pengeboran.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!