Ekonomi
Share this on:

Hadang Pemain Baru dari Tiongkok

  • Hadang Pemain Baru dari Tiongkok
  • Hadang Pemain Baru dari Tiongkok

PT Semen Indonesia (Persero) optimistis menyambut pasar di awal tahun ini.

JAKARTA - PT Semen Indonesia (Persero) optimistis menyambut pasar di awal tahun ini. Memasuki minggu pertama 2017, Semen Indonesia memiliki dua strategi agar tetap bisa leader sebagai penguasa market share di sektor industri semen nasional.

Dua strategi yang dimaksud adalah brand (merek) dan distribusi (pengiriman). Melalui dua strategi itu, Semen Indonesia yakin di tahun 2017 pertumbuhannya bisa meningkat lagi.

"Di tahun 2017 kami mengandalkan dua strategi agar tetap bisa bersaing dan meningkatkan pertumbuhan. Strategi itu adalah brand, dan distribusi," kata Dirut PT Semen Indonesia (persero) Tbk Rizkan Chandra dalam keterangannya, kemarin.

Rizkan menyebut, memperkuat brand menjadi fokus, karena diakui, brand perusahannya masih kurang di Pulau Jawa bagian barat. "Brand kami di daerah harus segera diperbaiki. Targetnya, di tahun 2017 seluruh Indonesia brand Semen Indonesia harus menjadi brand premium," harapnya.

Sedangkan untuk distribusi, pihaknya akan memperbaiki value bility di customer dan juga menurunkan cost dengan cara struktural. "Contoh yang dimaksud struktural adalah saat kita pergi dari Gresik ke Surabaya. Muatan baliknya lebih baik ada daripada tidak ada sama sekali. Sehingga, bisa menekan cost di distribusi," ujarnya.

Dia juga mengatakan, pentingnya mengatur strategi lantaran munculnya pemain baru di industri semen seperti Anhui Cement asal Tiongkok. "Berdasarkan informasi saat ini Anhui Cement masih bermain di Pulau Kalimantan, dan produksinya belum banyak. Namun, jika masuk ke Pulau Jawa tentunya ada hal-hal yang dilakukan oleh kami," ungkapnya.

Sejauh ini pihaknya sudah membukukan laba bersih Rp4,01 triliun. Meskipun turun dibanding tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp4,52 triliun, namun pihaknya menganggap hal itu akibat ketatnya persaingan industri semen dan kondisi perekonomian nasional.

"Pertumbuhan semen nasional tahun ini minus tiga persen akibat hadirnya pemain baru di industri semen, dan diperkirakan pertumbuhan nasional semen sampai dengan Desember minus 1,1 persen. Namun demikian, market share SMIG masih dapat bertahan di 41,6 persen," pungkasnya. (ers/jpg)

Berita Sebelumnya

Sudah 5.373 WP Ikuti Amnesti Pajak
Sudah 5.373 WP Ikuti Amnesti Pajak

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bankir Bilang Bisnis Wakaf Perkuat Ekonomi

Bankir Bilang Bisnis Wakaf Perkuat Ekonomi

Wakaf belum banyak dimanfaatkan sebagai bisnis model baru bagi umat Islam.


Ekspor Industri Kecil Ditarget Rp16 Triliun

Ekspor Industri Kecil Ditarget Rp16 Triliun

LPEI menargetkan ekspor industri kecil menengah (IKM) tumbuh dari Rp10,5 triliun pada 2016 menjadi Rp16 triliun tahun ini.


Tiga Pengembang Incar Rp6,9 Triliun di Pasar Modal

Tiga Pengembang Incar Rp6,9 Triliun di Pasar Modal

Tiga pengembang properti anak badan usaha milik negara (BUMN) mengincar dana Rp6,9 triliun dari pasar modal.


Tak Ada Alasan Stop Produksi

Tak Ada Alasan Stop Produksi

Baru saja bangkit karena isu perbaikan harga, Oktober lalu, bisnis batu bara diprediksi kembali menghadapi tantangan setahun ke depan.


Brexit dan Kemenangan Trump, Awal Deglobalisasi Dunia

Brexit dan Kemenangan Trump, Awal Deglobalisasi Dunia

Kemenangan Brexit di Inggris dan Donald Trump di Amerika bisa jadi awal dari proses deglobalisasi ekonomi dunia.


PHK Terbanyak dari Perusahaan Alas Kaki dan Tekstil

PHK Terbanyak dari Perusahaan Alas Kaki dan Tekstil

Melambatnya kinerja industri di Jawa Timur membuat angka PHK meningkat 15 persen pada 2016 jika dibandingkan dengan 2015.


Fintech Tiongkok Mulai Banjiri Pasar Indonesia

Fintech Tiongkok Mulai Banjiri Pasar Indonesia

Perusahaan financial technology (fintech) asal Tiongkok, WeCash, masuk ke Indonesia.


Perkebunan Dongkrak Indeks

Perkebunan Dongkrak Indeks

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sukses berakhir di zona hijau. Itu tidak lepas dari apresiasi sektor perkebunan.


Jangan Andalkan ‘Propaganda’ Pelaku Pasar

Jangan Andalkan ‘Propaganda’ Pelaku Pasar

Kementrian Keuangan mencoret JP Morgan (JPM) dari daftar mitra kerjanya efektif sejak Januari 2017.


Tahun Depan 35 Emiten Baru Listing

Tahun Depan 35 Emiten Baru Listing

Analis Danareksa Lucky Bayu Purnomo mengatakan pasar saham diselimuti optimisme tinggi dan bersiap mengakhiri tahun ini di kisaran 5.300.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!