Ekonomi
Share this on:

Harus Dibedakan Oleh-oleh dan Kulakan

  • Harus Dibedakan Oleh-oleh dan Kulakan
  • Harus Dibedakan Oleh-oleh dan Kulakan

JAKARTA - Aturan tentang bea masuk barang bawaan penumpang dari luar negeri masih menjadi perdebatan. Batasan bebas bea masuk sebesar USD 250 (Rp3,3 juta) per orang atau USD 1.000 (Rp13,3 juta) per keluarga dinilai tidak sebanding dengan pendapatan per kapita Indonesia.

Pengamat perpajakan Yustinus Prastowo menilai, persoalan utamanya bukan batas atas barang bawaan yang bebas bea masuk. Melainkan pajak impor yang harus dibayar wajib pajak.

?Kalau dibandingkan negara lain, batas atas kita moderat. Namun, jika dalam perbandingan pendapatan per kapita, batas bebas bea kita terlalu rendah,? kata Prastowo, kemarin.

Menurut dia, ada empat komponen pajak yang harus dibayar ketika membawa barang dari luar negeri. Yakni, pajak penghasilan (PPh) pasal 22 dengan tarif 7,5 persen, pajak pertambahan nilai sebesar 10 persen, serta bea masuk dan PPnBM yang besarannya sesuai jenis barang.

Prastowo menilai total pungutan cukup besar karena untuk PPh dan PPN saja sudah 17,5 persen. Sementara itu, di negara lain, batas bea masuknya lebih ketat, tapi beban pajaknya tidak besar.

?Di Singapura total yang harus dibayar hanya 7 persen. Jadi, mereka tidak keberatan untuk membayar,? jelasnya.

Direktur eksekutif Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) mengakui pembatasan bebas bea masuk efektif memproteksi perekonomian domestik dari barang-barang yang dilarang atau membahayakan. Selain itu, pembatasan dinilai baik bagi industri dalam negeri.

Namun, Prastowo meminta pemerintah memahami bahwa WP kini tak lagi pergi ke luar negeri untuk berbelanja. WP kini berpergian ke luar negeri untuk traveling. ?Jadi, barang yang dibawa biasanya oleh-oleh yang di Indonesia tidak ada. Kecuali kalau kulakan berkardus-kardus LCD handphone. Itulah yang harus ditindak,? tegasnya.

Karena itu, dia menyarankan pemerintah mengkaji lagi besaran batasan bebas bea masuk atau mengurangi tarif pajak yang dibebankan kepada WP. ?Sebaiknya tidak melebihi USD 1.000 karena tidak ada negara yang menerapkan batasan lebih tinggi dari itu. Kisarannya USD 500 sampai USD 750,? imbuhnya.

Ketua Kadin Indonesia Rosan Roeslani bersikukuh meminta plafon barang bawaan bebas bea masuk seharusnya USD 2.500 per orang. Alasannya, budaya Indonesia lekat dengan buah tangan bila pergi ke luar negeri.

?Kalau orang pulang umrah, oleh-olehnya pasti banyak. Oleh-oleh kan tidak mungkin dijual lagi. Kalau dibatasi bingung juga. Jadi, batas atas barang bawaan kena pajak sebaiknya dinaikkan dari USD 250 menjadi USD 2.500,? terangnya. (ken/c25/noe/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Wajib Pakai Kapal Nasional, Pengusaha Batubara Keberatan

Asosiasi Pertambangan Batubara Indonesia (APBI) khawatir tentang aturan kewajiban pemakaian kapal nasional untuk ekspor dan impor.


Pemerintah dan Swasta Harus Bersinergi

Pemerintah dan Swasta Harus Bersinergi

Saat ini pemerintah terus melakukan pengembangan kawasan skala besar seperti permukiman, industri, juga pariwisata.


Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Ekspor-Impor Wajib Pakai Kapal Lokal

Kementrian Perdagangan (Kemendag) mewajibkan penggunaan kapal lokal untuk ekspor batu bara, minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO), dan impor beras.


Tren Uang Virtual Bakal Berakhir

Tren Uang Virtual Bakal Berakhir

Mata uang virtual (cryptocurrency) seperti bitcoin sebagai alat transaksi dan pembayaran belakangan sedang jadi pembicaraan hangat.


Tertibkan Tata Usaha Niaga Gas

Tertibkan Tata Usaha Niaga Gas

Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) berusaha menata jalur distribusi gas.


Produk Digital Harus Transparan

Produk Digital Harus Transparan

Fenomena uang digital (Cryptocurrency) menuai polemik. Uang digital buah revolusi digital itu tidak terbendung.


Ekspor Lemah karena Tak Ikut Supply Chain

Ekspor Lemah karena Tak Ikut Supply Chain

Presiden Joko Widodo kecewa dengan kinerja ekspor yang masih kalah oleh negara-negara lain.


Paket “Xtra Kuota”, 30GB Hanya Rp10 Ribu

Paket “Xtra Kuota”, 30GB Hanya Rp10 Ribu

Masyarakat dan pelanggan semakin mudah untuk mendapatkan manfaat dari semakin baiknya layanan data yang disediakan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata).


Promo Spesial untuk PNS, dan Pengajar

Promo Spesial untuk PNS, dan Pengajar

Naga Mas Motor memberikan penawaran menarik pada Januari ini.


Bos Bitcoin Minta Aturan Jelas

Bos Bitcoin Minta Aturan Jelas

Bank Indonesia (BI) melarang produk uang virtual (cryptocurrency) sebagai alat pembayaran dan instrumen investasi.



Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!