Ekonomi
Share this on:

IKNB Benahi Manajemen Risiko

  • IKNB Benahi Manajemen Risiko
  • IKNB Benahi Manajemen Risiko

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko.

JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bakal memperbaiki tata kelola dan manajemen risiko. Misalnya, pengelolaan kualitas piutang pembiayaan demi menjaga rasio nonperforming finance (NPF) alias pembiayaan macet.

Itu dilakukan guna mendongkrak perkembangan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). ”Begitu pun dengan pengalihan risiko pembiayaan kredit melalui mekanisme asuransi kredit atau penjaminan kredit,” tutur Kepala Eksekutif Pengawas IKNB OJK Firdaus Djaelani, di Jakarta, kemarin.

Strategi itu diyakini bakal mendongkrak aset IKNB tumbuh melampaui pencapaian tahun lalu. Tahun lalu, aset IKNB tercatat tumbuh 15,25 persen dibanding 2015 lalu. Berdasar catatan OJK, total aset sepanjang tahun lalu sebesar Rp1.919,51 triliun.

Nilai itu tumbuh dibanding total aset 2015 di kisaran Rp1.665 triliun dan tahun sebelumnya Rp1.531,67 triliun. Pertumbuhan aset IKNB diperlukan untuk meningkatkan aliran pembiayaan IKNB ke dunia usaha.

”Hingga saat ini, pelaku usaha di Indonesia masih bergantung pada sumber pendanaan dari sektor perbankan,” ulas Firdaus.

Sepanjang tahun lalu, aliran pembiayaan IKNB ke dunia usaha sejumlah Rp571,62 triliun. Kalau dibanding pembiayaan sektor perbankan, pembiayaan IKNB belum mampu berkontribusi hingga setengah dari aliran perbankan tahun lalu mencapai Rp4.413,4 triliun.

Karena itu, tata kelola dan manajemen risiko sektor IKNB dapat meningkatkan aset dan pembiayaan IKNB. Dengan begitu, dampak lanjutan mendongkrak pembiayaan untuk sektor industri kreatif, Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), dan usaha rintisan baru (start up) serta pertumbuhan ekonomi secara nasional.

Sekadar diketahui, dari total aset itu, secara berurutan, penyumbang aset terbesar IKNB, yaitu industri perasuransian, lembaga pembiayaan, dana pensiun, dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS). Penyaluran pembiayaan terbesar IKNB tahun lalu paling banyak mengalir pada sektor UMKM, industri kreatif, start up, hingga proyek infrastruktur. (far/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Elia Calon Kuat Dirut Pertamina
Elia Calon Kuat Dirut Pertamina

Berita Sejenis

BI Siapkan Lembaga Kliring dan Penjamin Pasar

BI Siapkan Lembaga Kliring dan Penjamin Pasar

Bank Indonesia (BI) mempersiapkan pembentukan lembaga kliring dan penjaminan untuk mengurangi potensi risiko dari transaksi di pasar keuangan.


Pilih 56 Keranjang Dana Repatriasi

Pilih 56 Keranjang Dana Repatriasi

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menyiapkan sejumlah kriteria perusahaan sekuritas menampung dana repatriasi.


Dana Repatriasi Tak Ganggu Saham

Dana Repatriasi Tak Ganggu Saham

Manajemen Bursa Efek Indonesia (BEI) menjamin pergerakan harga saham tetap wajar dan stabil.


POWR Perkuat Pembangkit Listrik

POWR Perkuat Pembangkit Listrik

Manajemen PT Cikarang Listrindo (POWR) bakal memanfaatkan dana hasil Initial Public Offering (IPO) untuk pengembangan perusahaan.


OJK Mulai Pelototi NPL Perbankan

OJK Mulai Pelototi NPL Perbankan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah mewaspadai risiko kenaikan rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) secara bertahap.


Kini, Risiko Gagal Panen Juga Dicover Asuransi

Kini, Risiko Gagal Panen Juga Dicover Asuransi

Di tengah kondisi perekonomian yang lesu, perusahaan asuransi terus berupaya menambah jumlah nasabah seperti yang dilakukan Mandiri AXA General Insurance.


Puasa dan Lebaran, Waspadai Uang Palsu

Puasa dan Lebaran, Waspadai Uang Palsu

Bank Indonesia (BI) mengimbau agar masyarakat lebih waspada terhadap risiko meningkatnya peredaran uang palsu.


Tingkatkan kapasitas Produksi, Kebut Penuntasan Pabrik Rembang

Tingkatkan kapasitas Produksi, Kebut Penuntasan Pabrik Rembang

Manajemen Semen Indonesia (SMGR) mengklaim pembangunan pabrik semen Rembang, Jawa Tengah (Jateng) mencapai 90,64 persen.


Harga Minyak Anjlok, Angka PNPB Terimbas

Harga Minyak Anjlok, Angka PNPB Terimbas

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kemenkeu Suahasil Nazara menuturkan, ada beberapa risiko fiskal dalam postur APBN tahun ini.


Moratorium Tak Ganggu Adaro

Moratorium Tak Ganggu Adaro

Manajemen Adaro Energy (ADRO) mengklaim moratorium lahan tambangan tidak akan memengaruhi performa.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!