Ekonomi
Share this on:

Kejar Target 1,2 Juta Penumpang di 2019

  • Kejar Target 1,2 Juta Penumpang di 2019
  • Kejar Target 1,2 Juta Penumpang di 2019

PT KAI Commuter Jabodetabek (PPT KCJ) akan mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jakbodetabek hingga stasiun Rangkas Bitung.

JAKARTA - Kabar baik datang dari dunia perkeretaapian tanah air. Awal tahun ini, PT KAI Commuter Jabodetabek (PPT KCJ) akan mengoperasikan Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jakbodetabek hingga stasiun Rangkas Bitung.

Pengoperasian KRL ini sejalan dengan target PT KCJ untuk melayani 1,2 juta penumpang pada 2019 mendatang. Seiring dengan pengoperasian KRL relasi Angke-Rangkas Bitung, maka stasiun Angke akan kembali dibuka untuk melayani naik turun penumpang KRL baik pengguna KRL Rangkas maupun Loop Line.

”Pembenahan untuk mendukung beroperasinya KRL ini terus kami lakukan. Seluruh prasarana pendukung seperti gate elektronik, tangga untuk naik turun penumpang, dan loket kami targetkan pada awal tahun ini semuanya sudah rampung, sehingga nantinya siap melayani penumpang,” ujar Direktur Utama PT KCJ MN Fadhila dalam konferensi pers di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, kemarin.

Dalam kesempatan tersebut hadir pula Direktur Operasional dan Pemasaran PT KCJ Subakir, Direktur Tehnik PT KCJ Fredi Firmansyah, Direktur Keuangan dan Administrasi PT KCJ Ari Mulyono dan Vice President Corporate Communication Eva Chairunisa.

Dalam keterangannya itu, Fadhilah juga menargetkan pengoperasian KRL tersebut pada akhir bulan ini. "Atau paling tidak selambatnya awal bulan depan," ujarnya.

Hanya saja, diakuinya, perjalanan KRL relasi Rangkas Bitung-Angke baru akan beroperasi dengan empat jadwal keberangkatan. Diantaranya pada pukul 04.50 (Rangkas Bitung-Angke), pukul 08.10 (Angke-Rangkas Bitung), pukul 08.25 (Rangkas Bitung-Angke) dan 15.10 (Angke-Rangkas Bitung).

Jadwal keberangkatan ini sifatnya masih sementara. Sehingga tidak menutup kemungkinan akan bertambah seiring meningkatnya jumlah penumpang.

"Karena kita baru menargetkan 6.000 orang per hari, sementara itu targetnya," ungkap Fadhila. Meski demikian, lanjut Fadhila, saat ini penumpang tujuan ke stasiun Rangkas Bitung maupun Angke nantinya akan dilayani dengan lima rangkaian kereta local relasi Rangkas Bitung-Angke PP.

Dengan mulai beroperasinya satu rangkaian KRL Commuter Line maka jumlah kereta local yang beroperasi akan berkurang menjadi empat rangkaian, selanjutnya secara bertahap seluruh operasional kereta local (non listrik) akan digantikan dengan KRL pada saat Grafik Perjalanan Kereta Api 2017 (GAPEKA) belaku mulai April 2017.

"Rencananya sampai 1 April 2017 sudah tidak ada lagi kereta lokal (non listrik). Nanti full KRL. Akan ada 18 (KRL) penambahan berjalan," tambahnya.

Menurut Direktur Operasi dan Pemasaran PT KCJ, Subakir, seiring dengan beroperasinya KRL menggunakan satu rangkaian sepuluh kereta (SF 10), volume penumpang lintas Rangkas Bitung-Angke akan terus bertambah. Saat ini volume penumpang per hari ini pada hari kerja, dan 9.000 penumpang per hari pada hari libur. (ydh/jpg)

Berita Sebelumnya

Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Global
Bank Dunia Pangkas Pertumbuhan Global

Berita Berikutnya

Duet BUMN Siap Amankan Harga Cabai
Duet BUMN Siap Amankan Harga Cabai

Berita Sejenis

Cadangan BBM Bertambah Tiga Hari

Cadangan BBM Bertambah Tiga Hari

Kebutuhan minyak mentah Indonesia saat ini mencapai 1,6 juta barel per hari. Padahal, produksi domestik 800 ribu barel per hari.


LCGC Tujuh Penumpang Dorong Penjualan Daihatsu

LCGC Tujuh Penumpang Dorong Penjualan Daihatsu

Pasar otomotif di Jatim tahun lalu hanya tumbuh 3 persen. Namun, Daihatsu sanggup mencatat kenaikan penjualan hingga 16 persen.


Target Jaga Lifting 80 Ribu Barel Per Hari

Target Jaga Lifting 80 Ribu Barel Per Hari

Tren penurunan produksi minyak di Indonesia membuat Kementerian ESDM hanya menargetkan produksi minyak stabil di angka 800 ribu barel per hari.


Pertamina Kejar Target di 2017

Pertamina Kejar Target di 2017

PT Pertamina (Persero) mengandalkan bisnis hulu minyak dan gas bumi (migas) untuk mengejar target pendapatan pada 2017.


Butuh Tambahan Listrik 19 Ribu Mw, Bukit Asam Investasi Rp5,8 Triliun

Butuh Tambahan Listrik 19 Ribu Mw, Bukit Asam Investasi Rp5,8 Triliun

Pertumbuhan ekonomi sekitar 5–6 persen per tahun membutuhkan tambahan kapasitas listrik terpasang 19 ribu mw hingga 2019.


Seperempat Transfer Daerah untuk Infrastruktur

Seperempat Transfer Daerah untuk Infrastruktur

Pemerintah membutuhkan realisasi belanja tinggi untuk mencapai target pertumbuhan lebih dari 5 persen.


Pertamina Kerek Target Produksi Migas

Pertamina Kerek Target Produksi Migas

Kinerja sektor hulu minyak dan gas Pertamina semakin menjanjikan.


XL Axiata Gaet 10 Juta UKM

XL Axiata Gaet 10 Juta UKM

Potensi UKM di Indonesia menjadi incaran operator seluler untuk menggaet pelanggan 4G LTE.


Teknologi Perluas Jangkauan Asuransi

Teknologi Perluas Jangkauan Asuransi

Target ambisius dicanangkan OJK dengan memproyeksikan tingkat penggunaan asuransi hingga mencapai 75 persen pada 2020.


Kejar Kredit Macet, Jamkrindo Gandeng Kajati Se-Indonesia

Kejar Kredit Macet, Jamkrindo Gandeng Kajati Se-Indonesia

Perum Jamkrindo menggandeng Kejaksaan Tinggi seluruh Indonesia dalam rangka penyelesaian kasus hukum terkait klaim dan subrogasi.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!