Ekonomi
Share this on:

Kredit Macet Bank Jatim Melesat

  • Kredit Macet Bank Jatim Melesat
  • Kredit Macet Bank Jatim Melesat

JAKARTA - Bank Jawa Timur (BJTM) mencatat kredit macet (NPL) menanjak sepanjang tahun lalu. Di mana, NPL terakumulasi 4,77 persen atau meningkat dari periode 2015 di kisaran 4,29 persen. Kondisi itu terjadi menyusul tidak sedikit proyek-proyek pemerintah mengalami kemandekan.

?Kami rasa NPL tinggi sudah diketahui banyak pihak. Kredit korporasi terutama kontraktor banyak mendapatkan proyek dari pemerintah dan BUMN. Itu banyak proyek tidak terselesaikan,? tutur Direktur Utama Bank Jatim R Soeroso, di Jakarta, kemarin.

Tak hanya itu, sejumlah perusahaan menjadi klien juga menunda pembayaran. Hal itu klaim manajemen cukup membebani perusahaan. Nah, guna mengantisipasi itu, perusahaan telah memilah sejumlah proyek potensial. ?Kami garap yang masih potensial,? tegasnya.

Tercatat kredit perusahaan tumbuh 4,45 persen (YoY) atau menjadi Rp29,67 triliun. Pertumbuhan kredit sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) tumbuh Rp4,55 triliun. Kredit konsumsi menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi 8,89 persen atau setara Rp19,8 triliun.

Dana Pihak Ketiga (DPK) sektor tabungan tumbuh 12,61 persen yaitu Rp14,36 triliun. Tabungan tumbuh signifikan menunjukkan keberhasilan perusahaan mengelola dana murah. Pencapaian itu diperkuat CASA rasio perusahaan sebesar 78,21 persen. Maklum, sepanjang 14 tahun, CASA rasio selalu berada di atas 65 persen.

Di sisi lain, rasio keuangan per Desember 2016 lebih baik dibanding tahun sebelumnya. Di mana, Return on Equity (ROE) terakumulasi 17,82 persen dari sebelumnya 16,11 persen dan Net Interest Margin (NIM) sebesar 6,94 persen dari sebelumnya 6,41 persen. Selanjutnya, laba bersih sebesar Rp1,03 triliun atau tumbuh 16,25 persen dibanding tahun sebelumnya.

Dari koleksi laba itu, perusahaan berencana menyebar dividen sejumlah Rp50 per lembar saham. Alokasi dividen itu naik sekitar 5 persen dari tahun sebelumnya di kisaran Rp45 per saham. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Sudah 5.373 WP Ikuti Amnesti Pajak
Sudah 5.373 WP Ikuti Amnesti Pajak

Berita Sejenis

Pemulihan Komoditas Dorong Properti

Pemulihan Komoditas Dorong Properti

Kredit properti pada Januari–November 2017 mencapai 10,28 persen.


2018, Tahun yang Tepat Untuk Investasi

2018, Tahun yang Tepat Untuk Investasi

Pelaksanaan media briefing dengan tema Macro Economic Outlook and Investment Strategy 2018 yang di adakan oleh PT Bank Commonwealth Bank.


Pacu Bisnis Syariah di Timur

Pacu Bisnis Syariah di Timur

PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) terus melakukan ekspansi ke Indonesia bagian Timur.


BPR Transformasi ke Ekonomi Digital

BPR Transformasi ke Ekonomi Digital

Bank Perkreditan Rakyat (BPR) melakukan transformasi dengan meningkatkan layanan berbasis digital.


Makin Banyak Biayai Perumahan

Makin Banyak Biayai Perumahan

Bank Tabungan Negara (BTN) siap membuka ruang untuk kembali menyalurkan dana fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP).


MUFG Akuisisi Danamon

MUFG Akuisisi Danamon

Sebagian saham PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) akan beralih kepemilikan.


UMKM Dikucuri Suntikkan Modal Kredit Ultra Mikro

UMKM Dikucuri Suntikkan Modal Kredit Ultra Mikro

Penyaluran Kredit Ultra Mikro (Kredit UMI) terus bergulir.


Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Laba Bank Syariah Masih Tumbuh

Pendapatan industri perbankan syariah lesu. Pada kuartal III 2016, perbankan syariah mencatat pendapatan Rp23,56 triliun.


Subsidi Dongkrak Posisi Tawar

Subsidi Dongkrak Posisi Tawar

Tahun depan pemerintah mematok penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) sejumlah Rp120 triliun.


Empat Bank Bentuk Konsorsium Services

Empat Bank Bentuk Konsorsium Services

Perusahaan-perusahaan switching serta bank umum kelompok usaha (BUKU) 4 atau bank-bank besar akan membentuk perusahaan konsorsium services.



Video

Populer

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!