Ekonomi
Share this on:

Pertaminan Masih Menimbang-timbang Kenaikan Harga BBM

  • Pertaminan Masih Menimbang-timbang Kenaikan Harga BBM
  • Pertaminan Masih Menimbang-timbang Kenaikan Harga BBM

JAKARTA - PT Pertamina (Persero) tengah menimbang hasil keputusan Organisasi negara pengekspor minyak atau Organization of Petroleum Exporting Countries (OPEC) yang memangkas jumlah produksi sebesar 1,2 juta barel per hari. Sebab pemangkasan minyak mentah menjadi 32,5 juta barel per hari itu diyakini bakal mendongkrak harga minyak global sebesar sembilan persen.

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengaku, tengah memformulasikan harga bahan bakar minyak (BBM) baru pascapemangkasan produksi minyak anggota OPEC. "Sedang kita formulasikan (harga BBM), belum tahu juga. Lihat nanti, apakah para anggota OPEC bagaimana reaksinya (komitmen keputusan pemangkasan produksi minyak mentah)," ujar Dwi dalam keterangannya, kemarin.

Dia meyakini harga minyak global tak akan langsung meroket pasca keputusan OPEC tersebut. Diperkirakan, harga minyak dunia akan berada pada level USD 50 hingga USD 60 per barel. "Nanti kan ketemu keseimbangan baru, tapi tidak mungkin melonjak lebih cepat. Keseimbangan mungkin antara USD 50 hingga USD 60 per barel," tegas Dwi.

Sebelumnya, Menteri Koordinator bidang Perekonomian Darmin Nasution meyakini harga minyak mentah dunia tak serta merta melejit akibat pemangkasan produksi. Karena menurutnya, efektivitas dan komitmen dari negara-negara OPEC juga jadi pengaruh peningkatan harga minyak tersebut.

"Masih harus dilihat seberapa efektif. Harganya naik, tapi naiknya tidak seperti perkiraan," ungkap Darmin.

Di sisi lain, Pertamina saat ini memilih fokus membangun Agen Premium Minyak Solar (APMS) sebanyak 22 unit sepanjang 2017. Pembangunan ini dilakukan untuk menciptakan Bahan Bakar Minyak (BBM) satu harga di seluruh wilayah di Indonesia.

Dwi mengatakan, dalam menerapkan BBM satu harga di seluruh nusantara maka Pertamina akan memfokuskan diri dalam pembangunan infrastruktur BBM dan APMS. "Secara bertahap. Kita targetkan 22 APMS," jelasnya, terpisah, sebelumnya.

Dia menambahkan, Pertamina sudah menyiapkan anggaran untuk mengatur pola distribusi BBM ke seluruh Indonesia. Hal itu lantaran adanya permasalahan yang terjadi mengenai disparitas harga yang tinggi dikarenakan rantai distribusi BBM terlalu banyak.

Seperti di Papua dan Papua Barat, perusahaan pelat merah telah menyiapkan anggaran Rp800 miliar. Sementara untuk daerah lain Dwi belum bisa menyebutkan anggarannya.

Dia hanya merinci kurang lebih akan sebesar anggaran untuk Papua. Tetapi anggaran tersebut akan dialokasikan ke beberapa daerah. "Kalau Papua itu sekitar Rp800 miliar, Papua dan Papua Barat. Kalau yang lain tidak terlalu banyak. Kalau yang lain akan tambah sekitar itu lagi," pungkasnya. (ers/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Produsen Rokok Desak Kelonggaran Cukai

Produsen Rokok Desak Kelonggaran Cukai

Para produsen rokok berharap tidak ada kenaikan cukai rokok pada 2018 mendatang.


Penuhi Kebutuhan Hotel Bintang Dekat Bandara

Penuhi Kebutuhan Hotel Bintang Dekat Bandara

Permintaan kamar hotel berbintang di sekitar Bandara Juanda masih tinggi.


Dana Asing Mulai Keluar

Dana Asing Mulai Keluar

Indeks harga saham gabungan (IHSG) kemarin (21/7) ditutup di zona merah. Indeks terkoreksi 59,784 poin atau 1,03 persen ke level 5.765,42.


Tiket Pesawat Mahal Adukan ke Presiden

Tiket Pesawat Mahal Adukan ke Presiden

Kenaikan tarif tiket pesawat selalu menjadi pemicu inflasi, terutama saat peak season Ramadan dan Lebaran lalu.


Harga Minyak Mentah Masih Tak Menentu

Harga Minyak Mentah Masih Tak Menentu

Harga minyak mentah dunia diramal masih akan bergejolak hingga penghujung tahun ini.


Sistem Lumpuh, Ratusan Miliar Saham Lepas

Sistem Lumpuh, Ratusan Miliar Saham Lepas

Serangan siber melumpuhkan sistem perdagangan bursa efek indonesia (BEI). Efeknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersendat selama 1 jam.


Rumah Subsidi Masih Potensial

Rumah Subsidi Masih Potensial

Asosiasi Pengembang dan Perumahan Seluruh Indonesia (Apersi) Jawa Timur menargetkan bisa membangun 12 ribu unit rumah bersubsidi selama 2017.


Regulasi Ritel Masih Tumpang-tindih

Regulasi Ritel Masih Tumpang-tindih

Pengusaha ritel menganggap pemerintah belum cukup tepat dalam menerapkan regulasi dan izin usaha ritel modern.


Suku Bunga Bertahan sampai Akhir Tahun

Suku Bunga Bertahan sampai Akhir Tahun

Bank Indonesia masih mempertahankan suku bunga acuan, yakni BI 7-day reverse repo rate (BI-7DRRR), di posisi 4,75 persen sejak Oktober 2016.


Lebaran Usai, Harga Sembako Sulit Turun

Lebaran Usai, Harga Sembako Sulit Turun

Memasuki masa-masa pascaLebaran, harga-harga kebutuhan pokok biasanya tidak berangsur normal.



Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!