Ekonomi
Share this on:

Pertumbuhan Ekonomi Stabil 5,2 Persen

  • Pertumbuhan Ekonomi Stabil 5,2 Persen
  • Pertumbuhan Ekonomi Stabil 5,2 Persen

JAKARTA - PT Bank UOB Indonesia (UOB Indonesia) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2017 tumbuh stabil di kisaran 5,2 persen. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia diperkirakan tumbuh 5 persen tahun ini. Prediksi itu terjadi di tengah pelambatan ekonomi global.

Presiden Direktur UOB Indonesia Kevin Lam menyebut UOB Indonesia optimistis pemerintah Indonesia akan menjaga momentum pertumbuhan ekonomi. Itu ditunjukkan dengan serangkaian peluncuran paket kebijakan ekonomi dengan tujuan mendongkrak investasi.

Sejumlah proyek pembangunan infrastruktur akan membantu pemerataan ekonomi dan pertumbuhan pendapatan secara nasional. ?Kami percaya pembangunan itu menciptakan lapangan kerja. Itu memberi andil dalam memperkuat konsumsi rumah tangga,? tutur Lam.

Lebih lanjut Lam menegaskan sejak September 2015, Presiden Joko Widodo (Jokwi) telah mengeluarkan 14 paket kebijakan ekonomi dengan tujuan mendorong ekonomi dan menciptakan iklim investasi menarik.

Beberapa paket kebijakan itu antara lain deregulasi sejumlah sektor seperti infrastruktur, memperingkas prosedur investasi asing, memperbarui program BBM bersubsidi, menghapus pajak berganda sektor real estate, investment trust, dan sektor perdagangan digital (e-commerce).

Kerja keras pemerintah Indonesia untuk meningkatkan minat investasi dari investor dalam negeri maupun asing dinilai telah memberi hasil. Merujuk survei UOB Asian Enterprise, hampir seperempat perusahaan-perusahaan Asia disurvei memilih Indonesia sebagai tujuan ekspansi dalam tempo 3-5 tahun mendatang.

Lam menambahkan, sejak 2013, unit layanan UOB Indonesia berlabel Foreign Direct Investment Advisory Unit telah membantu lebih dari 70 perusahaan asing berinvestasi dan melakukan ekspansi usaha di Indonesia. Sejumlah perusahaan itu bergerak pada sektor agrikultur, komoditas, konstruksi atau alat berat, produk konsumen, logistik dan transportasi, pertambangan, teknologi, dan perdagangan.

Di sisi lain, mantan Menteri Keuangan (Menkeu) Chatib Basri mengatakan pasca Donald Trump terpilih sebagai Presiden Amerika Serikat (AS), memantik ketidakpastian pasar keuangan menguat. Itu menjadi alasan The Fed untuk menunda menaikkan suku bunga.

?Kalau The Fed naikkan lagi (suku bunga), itu efeknya kepada perekonomian AS cukup signifikan,? tukas Chatib.

Namun hal itu akan berbeda kalau Trump benar-benar menerapkan kebijakan proteksi dalam strategi perekonomian. Melihat kondisi saat ini, Chatib optimistis, The Fed baru akan menaikkan suku bunga pertengahan 2017 mendatang. Proyeksi itu lahir dari rencana Trump melakukan ekspansi fiskal. Dengan langkah itu, akan membuat defisit anggaran Amerika menanjak dan harus ditutup dengan obligasi.

Sementara itu, Bank Indonesia (BI) juga harus merespon kebijakan The Fed melalui kebijakan moneter. Untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI 7-day Repo Rate, BI harus melihat laju inflasi terlebih dahulu. Kemudian memonitor tren AS secara cermat. Sebab, kalau tren Amerika naik cukup drastis, BI perlu hold. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Laba Bank Terdongkrak UMKM
Laba Bank Terdongkrak UMKM

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Truk Panjang, Tenaga Besar

Truk Panjang, Tenaga Besar

Pertumbuhan industri ritel turut mendongkrak pasar truk ringan berkapasitas besar.


IMF Koreksi Proyeksi Pertumbuhan

IMF Koreksi Proyeksi Pertumbuhan

Optimisme lembaga keuangan global terhadap perekonomian Indonesia meredup seiring dengan data-data mutakhir yang di bawah ekspektasi.


Jaga Stabilitas, Pertahankan Suku Bunga Acuan

Jaga Stabilitas, Pertahankan Suku Bunga Acuan

Bank Indonesia (BI) kembali mempertahankan BI 7-days reverse repo rate (BI-7DRRR) sebesar 4,25 persen.


Pakai Gas, Hemat Biaya Produksi 40 Persen

Pakai Gas, Hemat Biaya Produksi 40 Persen

Perusahaan Gas Negara (PGAS) mengklaim pemakaian bahan bakar gas bumi sektor industri, menghemat biaya produksi 40 persen.


Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat

Ekonomi Kreatif Mulai Menggeliat

Ekonomi kreatif mulai menjamur dan manjalar ke seluruh pelosok.


Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik

Importir Masih Sulit Tekan Biaya Logistik

Importir masih menghadapi tingginya biaya logistik yang diperkirakan berkontribusi 30–36 persen terhadap total biaya operasional.


Jatim Pasar Potensial Asuransi

Jatim Pasar Potensial Asuransi

Capaian pertumbuhan ekonomi yang positif menjadikan Jawa Timur sebagai tujuan ekspansi.


Minat Investasi Properti Luar Negeri Tinggi

Minat Investasi Properti Luar Negeri Tinggi

Minat membeli properti di luar negeri, rupanya, relatif lebih stabil ketimbang di dalam negeri.


Investasi Menutup Pelemahan Konsumsi

Investasi Menutup Pelemahan Konsumsi

Pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi pada kuartal keempaat tahun ini dapat mengompensasi kinerja triwulan ketiga yang berada di bawah ekspektasi.


OJK Terbuka terhadap Akuisisi Danamon

OJK Terbuka terhadap Akuisisi Danamon

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik minat Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) yang akan membeli 40 persen saham Bank Danamon.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!