Ekonomi
Share this on:

Singapura Bersedia Tukar Data Keuangan

  • Singapura Bersedia Tukar Data Keuangan
  • Singapura Bersedia Tukar Data Keuangan

Menkeu Sri Mulyani Indrawati. (dok. Jawa Pos)

JAKARTA - Menjelang berlakunya automatic exchange of information (AEoI) secara global, pemerintah menjajaki kerja sama pertukaran informasi dengan beberapa negara. Salah satunya adalah Singapura.

Dalam pertemuan bilateral antara Menkeu Sri Mulyani Indrawati dan Minister of State for Law and Finance Singapore Indranee Rajah, kedua negara memastikan tidak memerlukan bilateral signing untuk melakukan pertukaran informasi keuangan.

Penandatanganan bilateral tidak perlu dilakukan karena kedua negara sama-sama telah meneken multilateral competent authority agreement (MCAA).

Menkeu Sri Mulyani Indrawati menyatakan, Indonesia secara otomatis akan memiliki effective agreement seperti perjanjian kerja sama yang sudah dilakukan dengan Hongkong dan Swiss secara bilateral.

’’Singapura telah menyampaikan bahwa Indonesia termasuk negara yang eligible atau included di dalam MCAA mereka. Artinya, perjanjian AEoI itu sudah otomatis bisa dijalankan sesuai dengan timeline-nya,’’ jelasnya.

Di sisi lain, Deputi Direktur Pelaksana IMF Mitsuhiro Furusawa bertemu dengan Wakil Presiden Jusuf Kalla, kemarin. Pertemuan di kantor wakil presiden tersebut, antara lain membahas persiapan Indonesia yang bakal menjadi tuan rumah pertemuan tahunan IMF pada 2018 di Bali.

Selain itu, IMF menawarkan bantuan untuk perbaikan sistem perpajakan di Indonesia. Sofjan Wanandi, ketua tim ahli wakil presiden, menjelaskan bahwa salah satu bantuan IMF adalah upaya perbaikan tax ratio yang saat ini masih 10,3 persen. (ken/jun/c14/sof/jpg)

Berita Sebelumnya

Target Penerimaan Pajak Meleset
Target Penerimaan Pajak Meleset

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Dorong BPR Jadi Ujung Tombak Keuangan

Dorong BPR Jadi Ujung Tombak Keuangan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meminta industri Bank Perkreditan Rakyat (BPR) aktif membuka akses keuangan masyarakat.


Hingga Mei Lalu, Utang Indonesia Tembus Rp3.672 Triliun

Hingga Mei Lalu, Utang Indonesia Tembus Rp3.672 Triliun

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat utang pemerintah Rp3.672,33 triliun.


Inflasi Terkendali, Daya Beli Malah Melemah

Inflasi Terkendali, Daya Beli Malah Melemah

Data inflasi yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin kian mengonfirmasi betapa daya beli masyarakat berada pada titik lemah.


Edukasi Perempuan Tentang Literasi Keuangan

Edukasi Perempuan Tentang Literasi Keuangan

PT Visa Worldwide Indonesia meluncurkan #IbuBerbagiBijak, sebuah program literasi keuangan yang khusus ditargetkan untuk keuangan perempuan.


Pecah Saldo Rp1 Miliar Pelanggaran

Pecah Saldo Rp1 Miliar Pelanggaran

Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggaransi membuka seluruh data rekening nasabah bersaldo Rp1 miliar.


Tak Semua Pegawai Pajak Bisa Akses Rekening

Tak Semua Pegawai Pajak Bisa Akses Rekening

Pemerintah baru saja merevisi Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 70 Tahun 2017 terkait poin batasan saldo minimal yang bisa diakses Ditjen Pajak.


Penilikan Data Rekening Bukan Mencari Kesalahan Nasabah

Penilikan Data Rekening Bukan Mencari Kesalahan Nasabah

Nasabah pemilik saldo rekening minimal Rp200 juta tidak perlu waswas.


Wow... USD 200 Miliar Harta WNI Parkir di Singapura

Wow... USD 200 Miliar Harta WNI Parkir di Singapura

Ditjen Pajak tinggal menunggu penerbitan peraturan menteri keuangan (PMK) untuk dapat mengakses data rekening nasabah lokal maupun asing di Indonesia.


Tiongkok dan Australia Disinyalir Tempat Nyaman Simpan Harta

Tiongkok dan Australia Disinyalir Tempat Nyaman Simpan Harta

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menggaransi Direktorat Jenderal Pajak (DJP) mampu memburu data wajib pajak (WP) hingga Singapura dan Hong Kong.


Deposito Turun Pamor, Bank Garap Non Perbankan

Deposito Turun Pamor, Bank Garap Non Perbankan

Keterbukaan data nasabah perbankan untuk tujuan perpajakan diyakini tidak membuat nasabah makmur kabur.



Berita Hari Ini

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!