Ekonomi
Share this on:

Sistem Lumpuh, Ratusan Miliar Saham Lepas

  • Sistem Lumpuh, Ratusan Miliar Saham Lepas
  • Sistem Lumpuh, Ratusan Miliar Saham Lepas

JAKARTA - Serangan siber melumpuhkan sistem perdagangan bursa efek indonesia (BEI). Efeknya, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tersendat selama 1 jam.

Para broker tidak bisa melayani transaksi, akibat sistem perdagangan mandek sejak pembukaan perdagangan. Untungnya, setelah dilakukan pengecekan ulang, sistem teknologi informasi (IT), perdagangan bisa dilanjutkan pada pukul 10.00.

Alhasil, di penghujung perdagangan, Indeks ditutup terkoreksi 43,28 poin (0,74 persen) menjadi 5.771. Selanjutnya, investor asing setidaknya melepas saham Rp466,8 miliar.

Irvin, salah seorang pialang mengaku kaget. Itu karena tidak mendapat info lengkap dari kantor atau pun dari bursa. Irvin kelabakan karena tidak bisa melakukan order jual dan beli dari nasabahnya.

Maklum, serangan dadakan itu terjadi di awal-awal perdagangan, kala transaksi sedang bejibun. ?Potensial lost ada. Tetapi, tidak sampai triliunan,? tegas Irvin.

Merespon kondisi itu, manajemen BEI menggaransi lumpuhnya sistem perdagangan itu bukan akibat serangan virus. Keputusan penghentian perdagangan menyusul terjadi error pada sistem penunjang datafeed.

Itu terjadi karena ada datafeed dengan format berbeda. ?Akibatnya, publik tidak mendapat informasi. Sejatinya, kalau sistem perdagangan jalan, enggak ada problem,? tutur Direktur Utama BEI, Tito Sulistio.

Tito menjamin insiden itu bukan merupakan serangan virus. Sebab, Jakarta Automated Trading System (JATS) tidak terjadi masalah. Selain itu, sistem perdagangan bursa memakai perangkat lunak Linux bukan Windows.

Nah, serangan virus Ransoomware Wanna Cry beberapa waktu lalu hanya menyerang Windows. ?Karenanya, cek and ricek dilakukan setiap hari,? ucapnya.

Selain itu, otoritas pasar bakal terus meningkatkan keamanan inti sistem perdagangan dengan penguatan IT. Tahun ini, perusahaan menyiapkan dana USD 25 Juta atau setara Rp335 miliar untuk investasi. ?Per 30 Agustus nanti kita sudah pindah ke sistem baru,? ucap Tito.

Investasi itu bilang Tito akan meningkatkan availability system sistem Jakarta Automated Trading System (JATS) dari 99,975 persen menjadi 99,98 persen. Availability system merupakan tolak ukur berfungsinya sebuah sistem. Semakin tinggi angka availability system, maka sistem itu semakin andal dalam menjalankan fungsinya. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Neraca Perdagangan Indonesia, Surplus USD 0,90 Miliar

Neraca Perdagangan Indonesia, Surplus USD 0,90 Miliar

Badan Pusat Statistik (BPS) merilis data perkembangan ekspor dan impor Indonesia selama Oktober, kemarin.


Zaman Now, Zakat Pakai Saham

Zaman Now, Zakat Pakai Saham

Sistem digital telah merasuk dalam beragam lini bisnis. Tidak terkecuali dalam industri pasar modal khususnya transaksi saham.


OJK Terbuka terhadap Akuisisi Danamon

OJK Terbuka terhadap Akuisisi Danamon

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut baik minat Mitsubishi UFJ Financial Group (MUFG) yang akan membeli 40 persen saham Bank Danamon.


Industri Digital Sukses Go Public

Industri Digital Sukses Go Public

Debut perdana saham M. Cash Intergrasi (MCAS) berjalan sukses.


Sekaranglah Saatnya KUMKM Naik Kelas

Sekaranglah Saatnya KUMKM Naik Kelas

Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (KUMKM) bakal menyiapkan dana Rp100 miliar.


Batalkan Kenaikan Tarif, PT KAI Rela Tekor Rp30 Miliar Lebih

Batalkan Kenaikan Tarif, PT KAI Rela Tekor Rp30 Miliar Lebih

PT Kereta Api Indonesia (KAI) membuat gebrakan yang kontroversial.


Freeport Tolak Mekanisme Divestasi

Freeport Tolak Mekanisme Divestasi

Freport-McMoran Inc menolak mekanisme divestasi 51 persen saham yang secara prinsip baru saja disepakati bersama pemerintah Indonesia.


PLN Pastikan Tak Akan Jual Saham

PLN Pastikan Tak Akan Jual Saham

Direktur Utama PLN Sofyan Basir memastikan, perusahaannya 100 persen milik negara.


Kuasai 51 Persen Saham Freeport, Pemerintah Harus Tetap Jeli dan Waspada

Kuasai 51 Persen Saham Freeport, Pemerintah Harus Tetap Jeli dan Waspada

Setelah 50 tahun dimiliki asing, pemerintah berhasil menguasai 51 persen saham Freeport.


Ini Dia Pinjaman Tanpa Agunan Via Aplikasi Mobile

Ini Dia Pinjaman Tanpa Agunan Via Aplikasi Mobile

Usaha rintisan (Startup), PT Digital Tunai Kita (TunaiKita), sepanjang tahun ini menarget penyaluran pinjaman Rp40 miliar.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!