Ekonomi
Share this on:

Target Penerimaan Pajak Meleset

  • Target Penerimaan Pajak Meleset
  • Target Penerimaan Pajak Meleset

SURABAYA - Kantor Wilayah (Kanwil) Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Jawa Timur (Jatim) I berupaya menggenjot penerimaan pajak pada semester kedua. Sebab, pada semester pertama, penerimaan pajak hanya mencapai 41,97 persen dari target Rp42,6 triliun.

Hingga 31 Juni 2017, penerimaan pajak baru terealisasi Rp17,88 triliun. Menurut Kepala Kanwil DJP Jatim I Estu Budiarto, pertumbuhan pajak pada semester pertama tahun ini cukup signifikan, yakni 23,87 persen, bila dibandingkan dengan semester pertama 2016.

Jatim menempati urutan keempat dalam hal pengumpulan pajak secara nasional. DJP kini sedang memetakan target peningkatan penerimaan pajak. Yakni, dari wajib pajak yang telah memanfaatkan fasilitas amnesti pajak maupun yang tidak.

?Kami akan lihat data harta. Bila data belum benar, lengkap, dan jelas, diimbau untuk melakukan klarifikasi,? imbuh Plh Kepala Bidang Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Kanwil DJP Jawa Timur I Ardhie Permadi.

DJP juga akan melakukan klarifikasi kepada wajib pajak yang pada 2016 memiliki harta lebih kecil daripada 2015. Pihaknya juga melakukan pengawasan atas ketidaksesuaian data.

Mulai gagal melakukan repatriasi, melakukan penggelembungan harta dalam SPT 2015, salah menghitung tarif, harta yang belum diungkap dalam surat pernyataan harta (SPH), hingga melakukan pelaporan berkala.

?Langkah lain, kami juga akan melakukan penagihan serentak pada semester kedua. Terutama wajib pajak yang memiliki tunggakan,? tandas dia.

Kanwil DJP Jatim I juga mengingatkan masyarakat yang memanfaatkan amnesti pajak untuk melaporkan adanya harta tambahan. Pelaporan itu sesuai dengan Permenkeu 3/2016 yang paling lambat pada 31 Maret 2018.

?Jangan sampai fasilitas amnesti pajak itu gugur karena tidak melakukan pelaporan,? papar Ardhie. (res/c10/noe/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Industri Pengolahan, Dominasi Raihan Pajak

Industri Pengolahan, Dominasi Raihan Pajak

Hingga akhir Mei, penerimaan pajak di wilayah Kanwil Direktorat Jenderal Pajak Jatim I telah mencapai 34,88 persen dari target.


Ditjen Pajak-Imigrasi Kerja Sama Tukar Data

Ditjen Pajak-Imigrasi Kerja Sama Tukar Data

Ditjen Pajak Kemenkeu menggandeng Ditjen Imigrasi Kemenkum HAM untuk berkolaborasi dalam pertukaran data.


Dijual Online, Surat Utang Hanya Laku Separo

Dijual Online, Surat Utang Hanya Laku Separo

Penjualan surat berharga negara (SBN) jenis Savings Bond Ritel Seri SBR003 melalui sistem online belum memenuhi target.


2018, Bank Mantap Target Bangun 221 Kantor Kas

2018, Bank Mantap Target Bangun 221 Kantor Kas

Bank Mandiri dan Taspen (Bank Mantap) menargetkan untuk merealisasikan pembangunan 221 kantor kas dan pengadaan 59 unit mobil kas diseluruh Indonesia tahun ini.


Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

Pajak PT Timah Melonjak 120 Persen

PT Timah Tbk, selaku anggota Holding BUMN Industri Pertambangan memberikan kontribusi positif untuk penerimaan negara.


Daftar NPWP Sekarang Bisa tanpa KTP

Daftar NPWP Sekarang Bisa tanpa KTP

Ditjen Pajak terus berupaya memperbaiki pelayanan.


Target Pertahankan Market Share

Target Pertahankan Market Share

Stagnasi masih membayangi laju pertumbuhan industri otomotif pada 2018.


Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Industri Pengolahan Nonmigas Ditarget Tumbuh 5,67 Persen

Kementrian Perindustrian menargetkan sektor pengolahan non migas tumbuh 5,67 persen pada 2018. Dengan total target investasi Rp345,4 triliun.


REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi

REI Target Bangun 250 Ribu Rumah Subsidi

Dewan Pengurus Pusat Persatuan Perusahaan Realestat Indonesia (DPP REI) menargetkan membangun 250 ribu rumah subsidi pada 2018.


Hanya Tagihan Rp1 Miliar yang Diintip Ditjen Pajak

Hanya Tagihan Rp1 Miliar yang Diintip Ditjen Pajak

Ditjen Pajak Kemenkeu menyatakan bahwa masih banyak wajib pajak (WP) yang surat pemberitahuan (SPT) tahunannya tidak sesuai dengan profil keuangannya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!