Ekonomi
Share this on:

Wapres Optimistis Ekonomi Positif

  • Wapres Optimistis Ekonomi Positif
  • Wapres Optimistis Ekonomi Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali 2017 di zona negatif. Itu setelah Indeks ditutup minus 20,74 poin (0,39 persen) menjadi 5.275.

JAKARTA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengawali 2017 di zona negatif. Itu setelah Indeks ditutup minus 20,74 poin (0,39 persen) menjadi 5.275. Sejak pembukaan Indeks sudah didera aksi jual dan defisit 0,12 persen ke posisi 5.290. Kondisi itu sama dengan pembukaan awal tahun lalu yang juga memerah dengan minus 21,19 poin (0,46 persen) menjadi 4.571.

Koreksi Indeks awal tahun tersebut dinilai Wakil Presiden Republik Indonesia (RI) Jusuf Kalla (JK) sebagai sesuatu yang wajar dan lazim. Karena sebagai salah satu jejaring ekonomi dunia, kondisi market dalam negeri tidak bisa lepas dari kondisi global tengah terpuruk. Dengan begitu, pasar modal Indonesia ikut terpengaruh.

”Situasi ekonomi dunia tidak terhindarkan. Fluktuasi market itu wajar. Kadang hijau kadang merah, masa hijau mulu,” tutur Jusuf Kalla saat membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), kemarin.

Meski begitu, JK optimistis pertumbuhan ekonomi nasional akan tetap positif. Pemerintah, kata JK, bakal berusaha maksimal untuk memenuhi keinginan masyarakat. Menciptakan situasi dalam negeri ramah dan mendukung dunia investasi.

”Kami berharap tahun ini kondisi semakin baik. Situasi lebih baik walau dunia belum sepenuhnya pulih,” harapnya.

JK berharap, otoritas pasar dan investor menjaga kepercayaan masyarakat. Menjaga kepercayaan itu bilang JK tergolong tidak mudah. Tetapi, sebagai suatu lembag, kepercayaan menjadi keniscayaan di mata investor.

”Jadi, menjaga kepercayaan masyarakat amat krusial. Bursa sebagai lembaga harus mempertahruhkan kepercayaan tersebut,” tegasnya.

Di sisi lain, JK berjanji bakal meminta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mendorong perusahaan tambang melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO). Mendorong Menteri ESDM untuk membuat aturan perusahaan penambang di Indonesia untuk IPO.

Salah satu perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) berminat IPO yaitu PT Freeport Indonesia (PT FI). Di mana Freeport Indonesia juga memiliki komitmen divestasi saham 30 persen hingga 2019.

Saat ini, pemerintah baru mempunyai 9,36 saham Freeport Indonesia. Artinya, masih sekitar 20 persen lebih saham Freeport harus dilepas untuk memenuhi kewajiban divestasi saham hingga 30 persen.

JK hadir di Bursa didampingi Ketua Tim Ahli Wapres Sofjan Wanandi, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Muliaman D Hadad, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo.

Sejatinya, performa pasar modal telah mencapai kinerja terbaik tahun ini. Di mana, Indeks menorehkan pertumbuhan tertinggi kedua di Asia Pasifik. ”Industri pasar modal telah mencetak rekor tertinggi,” tambah Muliaman.

Sebelumnya, penutupan perdagangan saham 2016 dilakukan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution. Darmin mengapresiasi kinerja pasar modal menyusul sukses menjadi salah satu yang terbaik dunia. Sepanjang tahun lalu, Indeks surplus 15,32 persen year to date menjadi 5.296.

Bukan hanya saham, kinerja positif juga terjadi pada surat utang. Untuk kali pertama surat utang korporasi menembus Rp100 triliun, tepatnya berada di kisaran Rp113 triliun. Bahkan surat utang negara Rp470 triliun. Itu menunjukan pasar modal bukan hanya mendukung pembiayaan korporat tetapi juga pemerintah. (far/jpg)


Berita Sebelumnya

Cabai Rawit Penentu Tingkat Inflasi
Cabai Rawit Penentu Tingkat Inflasi

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Arus Balik Mazhab Ekonomi Dunia

Arus Balik Mazhab Ekonomi Dunia

Dua negara pelopor mazhab globalisasi ekonomi dengan pasar bebas adalah Amerika Serikat dan Inggris.


Hadang Pemain Baru dari Tiongkok

Hadang Pemain Baru dari Tiongkok

PT Semen Indonesia (Persero) optimistis menyambut pasar di awal tahun ini.


Indeks Positif di Pekan Pertama

Indeks Positif di Pekan Pertama

Indeks harga saham gabungan (IHSG) mencetak kinerja positif 0,95 persen di sepanjang pekan pertama Januari.


OJK Optimistis Kredit Bermasalah Terkendali

OJK Optimistis Kredit Bermasalah Terkendali

Perbankan nasional masih mencatatkan pertumbuhan kinerja pada tahun ini.


Dih... Ekspor Sentuh Titik Nadir

Dih... Ekspor Sentuh Titik Nadir

Performa ekspor sepanjang tahun ini berada pada posisi terendah. Itu dipicu pelambatan ekonomi dan perdangangan global.


Duh... Regulasi Pemerintah Justru Bikin Negatif

Duh... Regulasi Pemerintah Justru Bikin Negatif

GAPMMI optimistis industri makanan dan minuman (mamin) tahun depan tumbuh 8,5 persen.


Gandeng iDEA, BRI Sosialisasikan Belanja Online

Gandeng iDEA, BRI Sosialisasikan Belanja Online

Pertumbuhan belanja online belakangan ini menunjukan perubuhan yang positif.


Indeks Berakhir Pekan di Zona Positif

Indeks Berakhir Pekan di Zona Positif

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menghadapi akhir pekan di zona positif. Indeks menanjak 4,39 poin (0,08 persen) menjadi 5.308.


Butuh Tambahan Listrik 19 Ribu Mw, Bukit Asam Investasi Rp5,8 Triliun

Butuh Tambahan Listrik 19 Ribu Mw, Bukit Asam Investasi Rp5,8 Triliun

Pertumbuhan ekonomi sekitar 5–6 persen per tahun membutuhkan tambahan kapasitas listrik terpasang 19 ribu mw hingga 2019.


Penguatan Pasar Saham Berlanjut

Penguatan Pasar Saham Berlanjut

Kinerja positif pasar saham minggu lalu diperkirakan berlanjut awal pekan ini.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!