Kriminal
Share this on:

37 Tahun Baru Dikhitan, Eh... Malah Ludahi dan Tonjok Istri

  • 37 Tahun Baru Dikhitan, Eh... Malah Ludahi dan Tonjok Istri
  • 37 Tahun Baru Dikhitan, Eh... Malah Ludahi dan Tonjok Istri

SAMARINDA - Sambil berbaring, Hengki Qeli Dawi alias Abdul Majid merintih kesakitan di bagian kemaluannya. Ya, keluh pria 37 tahun itu akibat "burung" miliknya belum lama dipotong alias dikhitan.

Jerit buruh bangunan itu membuat perasaan hati istrinya berinisial RN gelisah. Agar suaminya itu tenang, RN menghampiri untuk menenangkan pria yang baru dua bulan menikahinya.

Meski mengurus diri sendiri serasa berat karena sedang hamil tua, RN tetap berusaha menghibur Majid. Pasutri itu memang baru menikah. Namun karena masa berpacaran terlalu lama, alhasil RN sudah mengandung lebih dulu.

Bukannya terhibur ketika dihampiri istrinya, Majid yang tadinya hanya berbaring, sontak berdiri. Dia langsung mengucapkan sumpah serapah kepada istrinya. Teriakan keras Majid membuat RN syok.

Wanita 21 tahun ini kaget lantaran Majid juga meludahinya. Peristiwa itu terjadi, Senin (17/4) lalu pukul 19.00 Wita. "Setelah itu kepala dan mata kiri saya ditonjok," tutur RN, yang datang mengadu ke Polsekta Samarinda Ilir, kemarin (18/4) pukul 16.00 Wita.

Mendapat perlakuan kasar, RN hanya bisa menangis. Dia lantas turun menuju rumah Mardiana (41), pemilik kos-kosan yang selama ini menjadi tempat tinggal pasutri itu di Jalan Sultan Sulaiman RT 11 Sambutan.

"Dia ini (RN, Red) memang sering dipukuli suaminya (Majid, Red). Kalau habis dipukuli pasti ke rumah saya cari perlindungan. Kemarin saja (beberapa waktu lalu) dia ini sempat jatuh dati tangga waktu mau ke rumah saya," ujar Mardiana, yang mendampingi RN mengadu.

Merasa kasihan, Mardiana lantas memberitahukan perihal kekerasan yang dilakukan Majid ke orangtua RN. Belakangan diketahui, Majid yang pernah dipenjara selama 10 bulan karena kasus perjudian punya niat hendak kabur ke kampung halamannya di Flores, Nusa Tengara Timur (NTT). Majid berencana meninggalkan RN yang sedang mengandung 8 bulan.

"Niat kaburnya itu sudah dia (Majid, Red) buktikan dengan membeli tiket kapal pulang besok (hari ini, Red) pukul 03.00 Wita," tutur ibu kandung RN yang menolak namanya dikorankan.

Sebagai ibu tentunya tak terima. Apalagi Majid yang tak tahu terimakasih itu sebelumnya membawa kabur RN selama satu tahun.

"Sejak awal 2016 lalu sampai pertengahan tahun ini dia bawa kabur anak saya. Tahu-tahu ketika saya ketemu sekitar setengah bulan lalu, ternyata anak saya sudah hamil besar," geram wanita yang mengaku seusia dengan Majid, menantunya itu.

Perbedaan keyakinan Majid dan RN membuat persaan hati wanita yang telah melahirkan RN tak nyaman. Ia pun lantas meminta Majid menganut kepercayaan sesuai agama RN. "Dia menyetujui dan setelah itu dia dikhitan, karena memang belum dikhitan," beber ibu kandung RN.

Setelah Majid melaksanakan khitan, perasaan gelisan seorang ibu tak kunjung reda. "Rupanya anak saya selalu dipukul bahkan diludahi. Meski anak saya memiliki kelainan seperti ini, tapi saya tak pernah memukulinya," ujar ibu kandung RN meluapkan kekesalannya.

Rasa sakit hati ibu dan anak itupun sigap ditindaklanjuti polisi dengan menjemput Majid di kos-kosannya. Ketika dijemput, Majid sedang santai berbaring di depan TV dengan tubuh dibalut sarung.

Majid tampak kaget melihat kedatangan sejumlah polisi. Ia tak lagi memikirkan perih di bagian kemaluannya yang belum kering, ketika ditegur Majid langsung berdiri dan menghampiri polisi, meski berjalan dengan kaki terbuka khas orang setelah dikhitan.

Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Reza Arief Dewanto melalui Kapolsekta Samarinda Ilir Kompol Yovan Fatika mengatakan untuk sementara Majid masih dimintai keterangannya.

"Kami masih mendalami apa yang menjadi motif pelaku (Majid, Red) menganiaya istrinya yang sedang hamil. Karena pelaku dan korban (RN, Red) hanya menikah di bawah tangan, maka ancaman yang diberikan pada pelaku yakni pasal 351 KUHP tentang Penganiayaan," tandasnya. (oke/nha/jpg)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Kesetrum, Kuli Bangunan Terbakar dan Jatuh

Kesetrum, Kuli Bangunan Terbakar dan Jatuh

Tolani (28), seorang kuli bangunan asal Pekalongan terjatuh dari atap bangunan, Selasa (12/12) sore.


Subuh-subuh Dicari, Istri Histeris Lihat Suaminya Tewas Tergantung

Subuh-subuh Dicari, Istri Histeris Lihat Suaminya Tewas Tergantung

Yanuar Yusnandi (30), warga Gang Wiyata II Jalan MT Haryono, Sintang ditemukan tewas tergantung di dapur rumah kontrakannya, kemarin.


Ratusan Botol Arak dan Brangkal Miras Diangkuti Polisi

Ratusan Botol Arak dan Brangkal Miras Diangkuti Polisi

Usai mengamankan belasan anak punk dan pasangan mesum, Satuan Sabhara Polres Tegal Kota kembali menggelar razia.


Sebabkan Belasan Orang Luka Berat, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

Sebabkan Belasan Orang Luka Berat, Pengemudi Avanza Jadi Tersangka

Polisi memeriksa pengemudi Mobil Toyota Avanza, yang terlibat kecelakaan dengan Toyota Kijang dan mengakibatkan 14 orang mengalami luka berat.


Istri Tak Mau Rujuk lalu Dibunuh, Suami Terancam Hukuman Mati

Istri Tak Mau Rujuk lalu Dibunuh, Suami Terancam Hukuman Mati

Kondisi suami yang tega membunuh istrinya sendiri, Suratman (45), yang mendapatkan perawatan di di PKU Muhammaddiyah berangsur-angsur membaik.


Pencuri Tas Deputi Gubernur Senior BI Tertangkap

Pencuri Tas Deputi Gubernur Senior BI Tertangkap

Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Mirza Adityaswara menjadi korban pencurian di Hotel Veranda, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, kemarin.


Kecanduan Judi Online, Lima ABG Bobol Rumah

Kecanduan Judi Online, Lima ABG Bobol Rumah

Kecanduan game dan judi online membuat lima remaja melakukan pencurian.


Mobil Bupati Nabrak Truk, Istri dan Dua Ajudannya Tewas

Mobil Bupati Nabrak Truk, Istri dan Dua Ajudannya Tewas

Syarifah (40) tak tertolong. Mobil Toyota Innova yang ditumpangi istri Bupati Pidie, Aceh, Roni Ahmad itu menabrak mobil truk.



Polisi Gagalkan Penyelundupan Daging Bebek dan Babi

Polisi Gagalkan Penyelundupan Daging Bebek dan Babi

Jajaran kepolisian di Jembrana, Bali berhasil menggagalkan upaya penyelundupan daging babi dan bebek dari Pulau Jawa melalui Pelabuhan Gilimanuk.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!