Kriminal
Share this on:

Diduga Mabuk Lem, Bocah 12 Tahun Tusuk Neneknya

  • Diduga Mabuk Lem, Bocah 12 Tahun Tusuk Neneknya
  • Diduga Mabuk Lem, Bocah 12 Tahun Tusuk Neneknya

MUARABUNGO - Bocah berusia 12 tahun berinisial Z, tega menikam R (70), yang merupakan nenek kandungnya sendiri. Peristiwa ini terjadi Jumat (26/5) lalu, sekira pukul 18.30.

Informasi yang dikumpulkan, aksi nekat ini dilakukan Z di rumah R di Kelurahan Batang Bungo. Di rumah itu, pelaku yang diketahui sebagai pengangguran itu, tinggal di sana bersama kedua orang tuanya juga.

Sebelumnya, sang nenek membelikan cucu kesayangannya itu satu unit sepeda motor. Bukannya dijaga, ternyata belakangan sepeda motor itu malah dijualnya.

Belum diketahui untuk apa uang hasil penjualan sepeda motor tersebut. Karuan saja hal ini mengecewakan sang nenek. Nah, pada hari kejadian, si nenek memarahi Z karena perbuatannya tersebut.

Dimarahi seperti itu, bukannya membuat Z tobat atau meminta maaf. Dia justru tak terima dan marah. Kalap, pelaku pun langsung mengambil sebilah pisau dan menusuk pinggang belakang korban.

Kontan saja hal ini membuat R langsung roboh bersimbah darah. Melihat kejadian ini, pihak keluarga langsung melarikan R ke rumah sakit untuk mendapat pengobatan. Beruntung, nyawa sang nenek bisa diselamatkan.

Tak lama usai kejadian, pelaku langsung diamankan oleh tim buser Polsek Kota Muarabungo. ?Kasusnya antara cucu sama nenek,? kata Kapolsek Kota Muarabungo AKP Dheri saat dikonfirmasi, kemarin.

Pelaku pun langsung diamankan ke Mapolsek Kota Muarabungo, untuk dimintai keterangan. Dari hasil pemeriksaan, saat kejadian ternyata pelaku baru saja ngelem.

Dugaan polisi, hal ini lah yang membuatnya tak berpikir panjang lagi dan langsung menyerang sang nenek. ?Dia (Z, red) ini kalau informasinya memang sering ngelem, makanya nekat,? kata Dheri.

Malam itu juga, pihak keluarganya langsung datang ke Mapolsek Kota Muarabungo. Setelah melalui perundingan, akhirnya kedua belah pihak sepakat berdamai dan tidak meneruskan masalah ini ke ranah hukum.

Selain itu, sang nenek pun telah diperbolehkan pulang dari rumah sakit. (frs/rib/jpg)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Kabur setrelah Rampas HP, ABG Ini Malah Kecantol Pagar

Kabur setrelah Rampas HP, ABG Ini Malah Kecantol Pagar

Butuh uang untuk lebaran, Panji Achmad Junaedi, warga Jalan Simolawang II Barat, Simokerto, Surabaya nekat merampas HP milik bocah.


Petani Ditemukan Tewas Membusuk di Sawah

Petani Ditemukan Tewas Membusuk di Sawah

Malang nasib seorang petani bernama Misran, berusia 70 tahun.


Bocah 10 Tahun Dicabuli Paman

Bocah 10 Tahun Dicabuli Paman

Kasus kekerasan terhadap anak di bawah umur masih saja terjadi di Kabupaten Kapuas.


Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

Kusnanto (46), pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri AN hingga meninggal dunia, masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini Jepara kemarin.


Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Pencuri Mesin ATM Diciduk

Pencuri Mesin ATM Diciduk

Seorang pria yang diduga terlibat dalam pembobolan dan pencurian mesin ATM BNI di Sapugarut, Buaran, Kabupaten Pekalongan.


Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Tiga Polisi Diduga Terlibat Penganiayaan

Kasus penganiayaan yang diduga melibatkan sejumlah oknum polisi terhadap enam pemuda di Kelurahan Afe Taduma, Ternate Barat mulai menemukan titik terang.


Pesta Tuak sampai Mabuk, 11 Pemuda Diamankan

Pesta Tuak sampai Mabuk, 11 Pemuda Diamankan

Tim gabungan Dinsosdalduk KB dan P3A dan Satpol PP, melakukan Operasi Penyakit Masyarakat (Pekat), Sabtu (5/5) malam, lalu.


Hanya Dituntut Delapan Tahun, Kelurga Korban Tak Terima

Hanya Dituntut Delapan Tahun, Kelurga Korban Tak Terima

Keluarga korban pengeroyokan berujung pembunuhan Anang Tri Hidayat tidak terima.


Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga Depresi lantaran Dipolisikan, Kakek Pilih Kendat

Diduga menanggung depresi lantaran dilaporkan ke polisi atas perkara yang menimpanya, seorang kakek, nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!