• Home
  • Berita Kriminal
  • Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas

Kriminal
Share this on:

Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas

  • Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas
  • Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas

TANGSEL - Tak terima disuruh orang tuanya mematikan kompor saat memasak, Dimas (18) berbuat keji terhadap ibu kandungnya. Perempuan bernama Titin Nurbaiti (50) itu tewas dianiaya hingga meregang nyawa.

Peristiwa sadis itu terjadi di sebuah rumah di Gang Masjid Nurul Huda, RT 2 RW 3 Kelurahan Ciputat Kecamatan Ciputat Kota Tangsel, kemarin. Akibat kasus itu, para tetangga korban pun dibuat heboh dan ketakutan.

Saksi mata sekaligus anggota keluarga korban, Nurhilda (30) mengatakan kasus pembunuhan keji anak terhadap ibu kandungnya itu terjadi sekitar pukul 06.30. Saat itu, Dimas diminta Titin Nurbaiti mematikan kompor gas, saat pemuda itu hendak menyalakan rokok.

Namun, permintaan itu tidak diindahkan. Justru, Dimas dan ibunya terlibat perang mulut. Keributan itu pun semakin besar, akhirnya pelaku mengambil senjata tajam dan menyerang korban secara membabi buta.

”Sepupu saya ini menggorok leher ibunya sendiri di dalam rumah,” terang Titin dengan bergetar.

Nurhilda yang tinggal bersebelahan dengan korban mengaku sempat mendengar pertengkaran keduanya. Saat itu, dia berusaha mendamaikannya. ”Pas saya tinggal pulang mereka ribut lagi dan mungkin disitu Dimas ke dapur bawa golok dan menyerang ibunya. Saya tahunya pas mau ngasih beras yang dibeli bibi Tintin buat dimasak, saat itu saya lihat bibi bersimbah darah.”

”Spontan saya minta tolong,” terangnya kepada Indopos (Jawa Pos Group) saat ditemui di lokasi kejadian.

Usai membantai ibunya dengan golok, lanjut Nurhilda, sepupunya itu masih tetap duduk dan terlihat berbicara sendiri. Bahkan dia pun sempat menegur Dimas, untuk meletakan senjata tajam yang dipegangnya.

Golok itu yang digunakan untuk menghabisinya nyawa ibu kandungnya sendiri. Tak mau Dimas berulah lagi, dia pun segera meminta pertolongan beberapa pria untuk mengamankan sepupunya itu. Lantas Nurhilda melaporkan kasus pembunuhan itu ke Markas Polsek Ciputat. Polisi lantas datang ke lokasi dan meringkus Dimas tanpa perlawanan.

”Memang Dimas seperti depresi. Dia kerjanya jadi petugas parkir di Tanah Abang. Sudah sebulan ini kalau pulang kerja sering bicara sendiri. Anaknya sih kalau di rumah pendiam, tetapi sering cekcok sama ibunya. Saya sama warga sering melerai mereka kalau rebut, maklum bibi saya ini hanya pedagang nasi,” ucapnya juga.

Kanit Reskrim Polek Ciputat Iptu Eka Wijaya mengaku, dari hasil otopsi sementara jazad di lokasi kejadian, korban tewas akibat dibacok dan digorok menggunakan golok. ”Kami menemukan sejumlah luka menganga di tubuh korban. Seperti luka sayatan di bagian leher, luka bacok di kepala, jari-jari kelingking, dan jari manis yang terputus,” terangnya.

Jasad perempuan tua malang itu lantas dievakuasi oleh jajarannya ke Rumah Sakit Fatmawati untuk proses otopsi. ”Motif sementara, korban dibantai pelaku karena tidak terima disuruh mematikan kompor. Pelaku memang mengakui itu tetapi keterangannya berbelit-belit,” terangnya juga.

Dia juga mengatakan, dari pemeriksaan awal diduga Dimas melakukan tindakan nekat kepada ibunya karena depresi. “Kami masih terus mendalami kasus sadis ini, soalnya kami curiga pelaku ini depresi,” tuturnya.

Tak sampai di sana, tambah Eka, sikap aneh ditunjukkan Dimas saat menjalani interogasi. Remaja itu terus berteriak-teriak histeris sambil menyebut Asma Allah.

Akibat ulah itu, pihaknya pun kesulitan menguak motif kasus keji yang dilakukan juru parkir itu kepada ibu kandungnya tersebut. Akibatnya, Dimas dibawa ke RS Soekanto Polri di Kramat Jati, Jakarta Timur untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan.

”Ya, dugaan sementara si Dimas ini mengalami depresi, karena masih terlihat syok dengan kematian ibunya yang dia bantai sendiri. Untuk memastikan kondisi kejiwaan, makanya perlu diperiksa dokter ahli. Barang bukti golok yang digunakan pelaku sudah kami amankan,” pungkasnya.

Kapolsek Ciputat Kompol Tatang Syarief juga membenarkan kalau Dimas mengalami depresi. Bahkan, Dimas hendak dibawa keluarganya berobat ke salah satu orang pintar yang ada di Kabupaten Pandeglang. Tapi peristiwa keji itu keburu terjadi.

”Kasus ini masih kami selidiki,” terangnya. (cok/fer/jpg)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Ketahuan Edarkan Pil Koplo, Gundul Tak Berkutik

Ketahuan Edarkan Pil Koplo, Gundul Tak Berkutik

Peredaran obat terlarang akhir-akhir ini kian memprihatinkan. Peredaran tidak memandang usia dan profesi.


Pasang galfalum, Kuli Bangunan Tewas Kesetrum

Pasang galfalum, Kuli Bangunan Tewas Kesetrum

Seorang kuli tewas tersengat listrik ketika sedang menjalankan tugasnya di Apotek Manggana Paesan, Kedungwuni kemarin.


Gilir Adik Teman, Dua Pemuda Ditangkap, Seorang Buron

Gilir Adik Teman, Dua Pemuda Ditangkap, Seorang Buron

Nafsu birahinya sudah diubun-ubun, tiga pria bejat setubuhi anak di bawah umur.


Cemburu, Istri Siri Dicekik Sampai Tewas

Cemburu, Istri Siri Dicekik Sampai Tewas

Terjawab sudah teka-teki sebab kematian Merlianawati (24), janda asal Jalan Kendangsari Gang 3 nomor 55 B, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.


Polisi Bongkar Distribusi Obat Kuat Palsu

Polisi Bongkar Distribusi Obat Kuat Palsu

Pelaku sindikat pengedar dan pemroduksi obat kuat ilegal dibongkar aparat Polda Jateng.


Melawan dan Membacok Warga, Pencuri Babak Belur Dimassa

Melawan dan Membacok Warga, Pencuri Babak Belur Dimassa

Seorang pencuri kembali dihajar massa hingga babak belur. Kali ini terjadi di Pekalongan dinihari kemarin.


Dijanjikan Alam Surga, Tukang Ojek Tipu ABG Lalu Dicabuli

Dijanjikan Alam Surga, Tukang Ojek Tipu ABG Lalu Dicabuli

Tukang Ojek yakni Nafis (28), tega mencabuli anak di bawah umur di kawasan Mampang Prapatan.


Ngaku Lelah Semalaman Berkaraoke, Pak PNS Terjaring Razia Duaan di Kosan

Ngaku Lelah Semalaman Berkaraoke, Pak PNS Terjaring Razia Duaan di Kosan

Pria berinisial KI itu tersentak. Polisi masuk ke kosan dan memintanya menunjukkan identitas diri.


Duh, Nenek-nenek Ini Edarkan Sabu kepada Para Pelajar

Duh, Nenek-nenek Ini Edarkan Sabu kepada Para Pelajar

Bukannya menimati masa tuanya dan menyadari bahaya narkoba. Nenek yang satu ini justru nekat memesan sabu-sabu.


Edarkan dan Jual Pil Koplo, Pemuda Dibekuk saat Bertransaksi

Edarkan dan Jual Pil Koplo, Pemuda Dibekuk saat Bertransaksi

Tim Satuan Reserse Narkoba Polres Tegal Kota kembali meringkus pelaku tindak kejahatan narkoba dan penyalahgunaan obat-obatan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!