Kriminal
Share this on:

Edan... Empat Hari, Bocah 12 Digilir Bergantian Belasan Orang

  • Edan... Empat Hari, Bocah 12 Digilir Bergantian Belasan Orang
  • Edan... Empat Hari, Bocah 12 Digilir Bergantian Belasan Orang

SAMARINDA - Polisi terus memburu para pemerkosa Cinderela (nama samaran), bocah berusia 12 tahun warga Samarinda Seberang. Kasus yang menimpa Cinderela memang menyentak perhatian publik.

Betapa tidak, dia diperkosa belasan orang selama empat hari berturut-turut di empat lokasi berbeda di Kota Tepian. Dia dibawa salah sworang pelaku pada 16 Februari dan dikembalikan di dekat rumahnya pada 20 Februari.

Satu terduga pelaku sudah diamankan oleh polisi. Kini penegak hukum terus memburu tersangka lainnya. Kemarin, di ruang penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Satreskrim, Polresta Samarinda, seorang pria dimintai keterangan.

Sayang, sorot kamera awak media tak bisa mengabadikan gambar lantaran dianggap bisa mengganggu penyelidikan kepolisian. Dari hasil pemeriksaan penyidik yang diperoleh media ini, pria berbadan tambun itu mengetahui jelas bagaimana Cinderela dijadikan korban. Kepada penyidik, dia mengaku sebagai keluarga korban.

“Dia (Cinderela) itu keponakan saya, dan waktu itu sempat saya suruh pulang,” ujar pria berambut ikal dengan tas selempang cokelat di badan saat dimintaai keterangan. Selama diperiksa, awak media diminta menunggu di luar ruangan.

Pria yang namanya dirahasiakan petugas itu sempat bercakap kepada rekannya berinisial YR, untuk menjaga keselamatan keponakannya tersebut. “Katanya (YR), diajak makan dan dibelikan bedak dan pakaian,” timpal pria yang diperiksa sejak pukul 10.00-12.00 Wita tersebut.

Setelah dari tangan YR, Cinderela berpindah dari pria satu ke yang lain. Bahkan sempat tersiar kabar, jika perempuan kelahiran Blitar itu sempat ditawarkan kepada salah satu juragan angkutan kota (angkot) di Samarinda.

Dari keterangan yang diperoleh media ini juga, Cinderela dipaksa berhubungan intim oleh salah satu pelaku, inisial YR, yang kini masih diburu aparat di dalam angkot.

Cinderela tak mampu melawan kekuatan YR saat disetubuhi di dalam angkot di kawasan Palaran. Selanjutnya, tubuh gadis mungil itu tak berhenti dieksploitasi selama empat hari berturut-turut di empat lokasi berbeda.

Selain tak kuat melawan, rupanya, YR mengancam bakal menghabisi nyawa korban jika tak menuruti kemauan pelaku. Setelah dieksploitasi, Cinderela diantar pulang oleh salah satu dari pelaku dan diturunkan tak jauh dari kediamannya. Kabarnya, dia menjadi korban kebiadaban orang-orang yang mayoritas bukan orang jauh dari lingkungannya.

Kini, lima tersangka dalam radar kepolisian dan sudah diketahui identitasnya. Sayang, dalam proses penangkapan, awak media tak diperkenankan untuk meliput lantaran bisa dianggap membahayakan nyawa.

“Sudah ada yang kami ketahui, dan itu juga dari keterangan korban,” jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono.

Namun, perwira yang sebelumnya sebagai Kapolsekta Kawasan Pelabuhan (KP) itu enggan merincikan siapa-siapa yang sudah masuk dalam daftar penangkapan petugas. Polisi tak ingin, siapa pun targetnya bisa kabur meninggalkan Kota Tepian.

Ditegaskannya, agar pelaku bisa kooperatif dengan petugas. Sehingga, membuat para polisi tak mengambil tindakan tegas jika melawan saat diamankan. Perwira berpangkat melati satu itu menyebut, menunggu para pelaku diamankan, baru polisi bisa mengetahui bagaimana kasus pemerkosaan tersebut bisa sampai terjadi.

“Apakah ada indikasi human trafficking pun juga bisa terjadi,” tegas Sudarsono.

Dia menerangkan, sejumlah kasus yang terjadi di Samarinda seharusnya bisa jadi perhatian. Bagaimana orangtua harus mengetahui ke mana dan siapa orang terdekat yang kesehariannya selalu bersama-sama dengan anak.

Berdasarkan kasus kekerasan seksual yang melibatkan anak di bawah umur, angkanya terbilang mencengangkan. Pada 2014, kasusnya mencapai 64, turun menjadi 33 kasus pada tahun selanjutnya. Meningkat menjadi 38 kasus pada 2016.

Sedangkan pada tri wulan pertama pada 2017, kasus yang masuk sudah mencapai 20. Melihat angka tersebut, Sudarsono menyebut, sejatinya, sifat dan aktivitas anak-anak harus terus dipantau orangtua. Lingkungan dan rekan sepermainan menjadi faktor utama selain perkembangan teknologi. (dra/far/jpg)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Polisi Jalani Patsus

Diduga Lakukan Pemerasan, Empat Oknum Polisi Jalani Patsus

Empat oknum anggota Direktorat Intelijen dan Keamanan (Intelkam) Polda Lampung yang diduga terlibat pemerasan menjalani penempatan khusus.


Berduaan di Kamar, Empat Pasangan ABG Digerebek

Berduaan di Kamar, Empat Pasangan ABG Digerebek

Menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) dibulan suci Ramadan, Satpol PP dan Polsek Nanga Pinoh merazia hotel dan rumah kontrakan.


368 Orang Terjaring Operasi Pekat, 44 Kasus Prostitusi Dibongkar

368 Orang Terjaring Operasi Pekat, 44 Kasus Prostitusi Dibongkar

Operasi penyakit masyarakat (Pekat) yang digelar Mapolresta Pontianak sejak 26 Mei-9 Juni lalu menjaring 368 pelaku kejahatan maupun penyakit masyarakat.


Mesum, Enam Orang Digerebek, Satu Pasang Sedang Bercumbu Ria

Mesum, Enam Orang Digerebek, Satu Pasang Sedang Bercumbu Ria

Polres Sekadau kembali menjaring tiga pasangan bukan suami istri saat menggelar operasi penyakit masyarakat (pekat), Selasa (6/6) malam lalu.


Persekusi Merebak, Korban Bisa Mengadu

Persekusi Merebak, Korban Bisa Mengadu

Kasus persekusi sedang viral belakangan ini. Yakni seseorang yang mendapatkan intimidasi dan diburu oleh sekelompok orang.


Diduga Mabuk Lem, Bocah 12 Tahun Tusuk Neneknya

Diduga Mabuk Lem, Bocah 12 Tahun Tusuk Neneknya

Bocah berusia 12 tahun berinisial Z, tega menikam R (70), yang merupakan nenek kandungnya sendiri.


Berdalih Iseng, Anggota Geng Motor Bacok Tiga Orang

Berdalih Iseng, Anggota Geng Motor Bacok Tiga Orang

Jajaran Polsek Ciputat menguak motif penyerangan disertai pembacokan oleh tiga anggota geng motor.


Puasa Tetap Mangkal, Cabe-cabean Diciduk

Puasa Tetap Mangkal, Cabe-cabean Diciduk

Setidaknya ada tujuh pemuda dan empat gadis belia diamankan dalam sebuah razia gabungan yang digelar di kawasan Lenteng Agung, Jakarta Selatan.


Berdalih Obati Penyakit, Sehari Cabuli Empat Siswi SMP dan SMA

Berdalih Obati Penyakit, Sehari Cabuli Empat Siswi SMP dan SMA

Biadab. Mungkin kata ini yang pantas disematkan kepada Vinsensius Kresensius Yohanes Duan (33), warga asal Ketapang.


Diduga Sering untuk Minum Miras, Warung Makan Dibakar

Diduga Sering untuk Minum Miras, Warung Makan Dibakar

Warung yang terletak di Desa Tambakrejo Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang dibakar orang tidak dikenal.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!