Kriminal
Share this on:

Iyus Pane: Yok Kita Sudah Selesai, Ayo Kita Pulang

  • Iyus Pane: Yok Kita Sudah Selesai, Ayo Kita Pulang
  • Iyus Pane: Yok Kita Sudah Selesai, Ayo Kita Pulang

JAKARTA - Polisi menggelar prarekontruksi kasus perampokan yang menewaskan enam orang di rumah megah milik Dodi Triyono. Tragadi itu berlangsung di Jalan Kayu Putih No7, Pulo Mas Utara, Jakarta Timur pada Senin (26/12) lalu. Namun dalam pra-rekontruksi yang memperagakan 72 adegan itu, polisi hanya menghadirkan satu orang pelaku, yakni Ridwan Sitorus alias Marihot Sitorus alias Iyus Pane (45).

Dua pelaku lainnya, Erwin Situmorang, dan Alfins Bernius Sinaga masih menjalani perawatan di RS Polri Kramat Jati akibat luka tembakan polisi yang hendak menangkapnya. Otak perampokan Ramlan Butar-butar tewas diterjang peluru petugas. Para korban diwakili anggota polisi yang terdiri dari beberapa reserse dan Polwan.

Sedangkan posisi Ramlan Butar-butar, Erwin Sitomorang, dan Alvins Sinaga dipegakan pemeran pengganti dari anggota kepolisian. Apa yang dilakukan tiga pemeran pengganti itu sesuai petunjuk Yus Pane sendiri.

Pra-rekontruksi dimulai pada Kamis (6/1) pukul 08.00 hingga pukul 10.30. Menariknya, dalam prarekonstrusi tersebut terungkap fakta baru. Yaitu ketika pemilik rumah Dodi Triyono tiba di rumah itu mengendarai mobil Honda Jazz warna silver. Pelaku Ramlan Butar-butar yang justru membukakan gerbang rumah, sehingga mobil Dodi Triyono bisa masuk ke dalam halaman rumah.

Begitu turun, Dodi langsung ditodong senjata api oleh Ramlan Butar-butar dan langsung digiring ke dalam rumah untuk langsung disekap di dalam kamar mandi yang sama dengan korban lainnya. Setelah semua korban disekap di dalam kamar mandi, para pelaku langsung menjarah berbagai harta benda berharga yang mudah dibawa untuk dijual mereka.

Namun para pelaku tak ada mengambil barang apapun dari dalam mobil Dodi. Hanya tas Dodi yang berisi uang tunai dan ponsel yang dirampas pelaku, termasuk arloji Rolex yang saat itu dikenakan Dodi.

Adegan dimulai sejak para pelaku berkeliling di sekitar kawasan rumah korban untuk mengecek rumah yang bisa dangan mudah dimasuki pelaku, khususnya gerbang rumah yang tidak dalam keadaan terkunci. Selanjutnya Ramlan Butar-butar disusul Yus Pane, dan Erwin Situmorang mulai masuk ke dalam rumah Dodi Triyono. Sementara Alvins Sinaga bersiaga dibalik kemudi mobil yang disewa oleh mereka. Tak lama Alvins ikut turun dari mobil untuk kemudian ikut masuk ke dalam rumah.

Setelah masuk ke dalam rumah, Ramlan, Yus Pane, dan Erwin langsung mengancam para korban yang berada di ruang tengah rumah itu. Mereka adalah Dianita Gemma (anak ketiga Dodi), Amalia (teman Gemma). Selanjutnya mereka diminta berkumpul untuk dimasukkan ke dalam kamar mandi bersama para pembantu yang sudah duluan dimasukkan ke dalam kamar mandi itu, yakni Emi, Fitriyani, dan Windy. Kamar mandi berukuran 1,5 meter x 1,5 meter tanpa ventilasi udara sama sekali dan beratapkan beton.

Selanjutnya Yus Pane yang belum memasukkan Santi (Pembantu) ke dalam kamar mandi, namun diajak Yus ke lantai dua di rumah itu untuk menunjukan kamar-kamar. Di lantai dua, Yus bertemu Zanette Kalila (anak kedua Dodi) yang langsung dibawanya ke lantai bawah bersama Santi.

Yus kemudian kembali ke lantai dua dan menemukan Diona Arika (anak pertama Dodi), yang langsung oleh Yus digiring turun ke lantai dua di rumah itu. Saat berada di tangga hendak turun, Yus menyeret dan memukul Diona dengan gagang pistol.

Selanjutnya Diona dan Zanette dimasukkan ke dalam kamar mandi berkumpul dengan para korban lainnya. Yus yang sudah tahu posisi kamar Dodi Triyono langsung menjarah isi kamar itu, yakni uang tunai Rp1 juta yang ada di laci meja di kamar itu, serta arloji emas.

Saat sedang asyik beraksi, mendadak sopir Dodi yang bernama Tasrok tiba di rumah itu. Tasrok pun langsung dimasukkan ke dalam kamar mandi oleh Alfins Sinaga yang bertugas memantau situasi. Tak lama sopir Dodi Triyono tiba di rumah itu menggunakan motor jenis matic, yang begitu tiba langsung ditong pistol dan digiring ke dalam rumah.

Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol M Agung Budijono menghitung durasi para pelalu sejak mulai masuk ke dalam rumah hingga keluar dari rumah itu hanya memakan waktu selama 16 menit. ?Total ada 16 menit dari masuk dan keluar lagi,? kata Agung di lokasi prarekontruksi, Kamis (6/1).

Menurut Agung, ada fakta baru juga yang ditemukan dalam adegan prarekontruksi itu. Yakni para pelaku tidak tidak sengaja menanti kedatangan Dodi Triono. Namun lantaran waktu korban Dodi tiba di rumahnya bertepatan waktunya dengan pelaku yang akan pergi meninggalkan rumah itu. Artinya, kalau Dodi telat 5 menit saja tiba di rumah itu, maka bisa dipastikan nyawanya akan selamat dan tetap hidup.

Ditegaskan Agung pula, dalam adegan pra rekontruksi memang tidak ditemukan adanya kesengajaan melukai para korban. Namun lantaran ramlan Butar-butar mematikan lampu di kamar mandi itu, sehingga otomatis mematikan aliran listrik untuk exhaust yang ada di dalam kamar mandi itu pula. Akibatnya, para korban tak mendapat pasokan oksigen ke dalam kamar mandi lantaran exhaust yang mati.

Selain itu, tidak ditemukan niat membunuh dengan cara melukai dari tangan para pelaku. ?Dari spontanitas pukulan juga tidak ada tusukan, memukul pakai tangan dan gagang senjata api. Jadi, masuk ke dalam hanya membawa golok dipegang oleh Erwin Situmorang,? kata Agung.

Ditegaskan Agung, dalam aksi perampokan sadis itu, komando aksi dipegang Ramlan, sedangkan Yus Pane sebagai orang kedua yang memegang peranan dalam aksi tersebut. Agung menyontohkan, ada lontaran kalimat dari Yus Pane yang menunjukkan kalau dirinya adalah pemegang komando kedua setelah Ramlan.

Sebab Yus sempat melontarkan kalimat bernada perintah kepada kawanannya yang berisi, ?Yok kita sudah selesai. Ayo kita pulang!? sebagai tanda perintah kepada anggota kawanannya untuk segera meninggalkan rumah itu.

Menurut Agung, kalimat yang disampaikan Yus Pane ini baru terungkap dalam adegan pra-rekontruksi. ?Itu disampaikan Yus Pane setelah semua korban disekap di dalam kamar mandi, dan harta benda korban sudah mereka ambil? imbuh Agung.

Dikatakan, semua adegan pra-rekontruksi itu akan disinkronkan dengan para pelaklu lainnya, serta para korban yang selamat. ?Kami lihat nanti kalau memungkinkan kita hadirkan kalau tidak bisa ya tidak (korban). Yang penting pra rekontruksi kan kita melihat kejadian apa-apa saja dengan bukti-bukti yang kami punya, sinkron atau tidak, sudah sesuai atau belum. Nah, kalau sudah selesai kita rekon nanti kan ada masukan-masukan,? pungkas Agung.

Sementara itu, Azam Khan selaku kuasa hukum keluarga korban mengatakan pihaknya menduga kalau kasus yang menimpa kliennya ini tidak semata-mata murni kasus perampokan. Melainkan, ada motif lain yakni pembunuhan berencana.

Ia beralasan, dari barang-barang berharga yang diambil korban sangat tidak layak dikatakan hanya perampokan karena benda berharga yang diambil nominalnya tidak banyak. ?Kalau yang diambil hanya uang Rp 6 juta dan jam tangan rolex, itu tidak sesuai dengan skala rumah dan pembunuhan yang seperti itu. Polisi hasur mengungkap motif lain dari kasus perampokan ini,? lontar Azam di lokasi pra rekontruksi.

Ia pun berharap agar polisi menambahkan pasal pembunuhan berencana kepada para pelaku. ?Kalau kata Kapolda dikenakan Pasal 333 KUHP dan Pasal 338 KUHP. Menurut saya mesti ditambahkan pasal 340 KUHP karena memang merencanakan pembunuhan itu,? tegas Azam.

Untuk diketahui, dari 11 orang yang dimasukkan ke dalam kamar mandi oleh pelaku, enam orang tewas kehabisan oksigen termasuk pemilik rumah Dodi Triono, kedua putri kandung Dodi yang bernama Diona Arika (16) dan Dianita Gemma (9), serta Amel (8), yang merupakan teman Diona. Turut menjadi korban tewas adalah Yanto dan Tasrok yang merupakan sopir keluarga itu.

Lima orang lainnya saat ditemukan warga sudah dalam keadaan sekarat, namun berhasil bertahan hidup. Mereka yakni Zanette Kalila (13), yang juga putri kandung Dodi, serta saudara dan pembantu Dodi yang masing-masing bernama Emi, Santi, Fitriani, dan Windy. (ind/zul)



Berita Sejenis

Tangani Kesurupan, Kursi Melayang, Malah Dibui

Tangani Kesurupan, Kursi Melayang, Malah Dibui

Nasi sudah menjadi bubur. Di Mapolres Balikpapan, Sukiran perempuan yang sempat dia lempar dengan kursi saat dia mencoba menangani korban kesurupan.


Enam Hari di Sel Pengasingan, Napi Tewas Gantung Diri

Enam Hari di Sel Pengasingan, Napi Tewas Gantung Diri

Enam hari berada di sel pengasingan, Muhamad Slamet Munir (34), warga binaan rumah tahanan kelas 2B Pemalang ditemukan sudah tidak bernyawa gantung diri.


Pulang Nongkrong, Kepala Kena Busur

Pulang Nongkrong, Kepala Kena Busur

Kenakalan remaja di Kota Minyak semakin meresahkan. Setelah penangkapan belasan remaja karena terlibat tawuran dan penyalahgunaan lem.


Biadab! Dicekoki Minuman, Buruh Garap Siswi SMP usai Diajak Jalan-jalan

Biadab! Dicekoki Minuman, Buruh Garap Siswi SMP usai Diajak Jalan-jalan

Jalan-jalan usai pulang sekolah, Rabu (27/9), menjadi hari yang tidak bisa dilupakan oleh Di (14).


Tengah Transaksi Hasil Curian, Pelaku Curnamor Ditangkap

Tengah Transaksi Hasil Curian, Pelaku Curnamor Ditangkap

Polres Wonosobo menangkap pelaku curanmor yang sudah meresahkan warga. Pelaku berhasil ditangkap saat menjual hasil curiannya.


Ditinggal Pergi ke Rumah Teman, Harta Dikuras Pembantu

Ditinggal Pergi ke Rumah Teman, Harta Dikuras Pembantu

Terhenti sudah langkah Siti Subarkah (53), pembantu rumah tangga (PRT), yang sebelumnya sempat menguras habis harta milik majikannya.


Gilir Adik Teman, Dua Pemuda Ditangkap, Seorang Buron

Gilir Adik Teman, Dua Pemuda Ditangkap, Seorang Buron

Nafsu birahinya sudah diubun-ubun, tiga pria bejat setubuhi anak di bawah umur.


Cemburu, Istri Siri Dicekik Sampai Tewas

Cemburu, Istri Siri Dicekik Sampai Tewas

Terjawab sudah teka-teki sebab kematian Merlianawati (24), janda asal Jalan Kendangsari Gang 3 nomor 55 B, Tenggilis Mejoyo, Surabaya.


Tertangkap Pungli, Dua Polantas Selesai Sedot Sabu

Tertangkap Pungli, Dua Polantas Selesai Sedot Sabu

Perilaku enam oknum polantas ini memang benar-benar sudah mencoreng institusinya sendiri, ketika Polri sedang serius membenahi internal mereka.


Gendeng! Mabuk, Pacar Digilir Bersama Teman, kok Minta Nambah

Gendeng! Mabuk, Pacar Digilir Bersama Teman, kok Minta Nambah

Walapun hubungan percintaannya sudah direstui pihak keluarga untuk segera dihalalkan, namun bukannya mengikuti nasehat tersebut.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!