Kriminal
Share this on:

Kasihan, Ada Mahasiswi Dibunuh Lagi

  • Kasihan, Ada Mahasiswi Dibunuh Lagi
  • Kasihan, Ada Mahasiswi Dibunuh Lagi

JAKARTA - Dua hari berturut-turut polisi disibukkan dengan kasus pembunuhan. Kalau sebelumnya, pada Senin (9/1) seorang mahasiswi bernama Tri Ariyani Puspo Arum ditemukan tewas dengan luka tusukan pada leher dan punggung di kamar kosnya di kawasan Kebon Jeruk Jakarta Barat. Kali ini kembali mahasiswi ditemukan tewas dengan wajah dan tubuh lebam-lebam akibat dipukuli.

Mahasiswi semester empat jurusan arsitektur Universitas Muhamaddiyah ini, diduga kuat menjadi korban pembunuhan itu diketahui bernama Murniati (22). Dia ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa di rumah kontrakannya di Jalan Jati Makmur RT 3 RW 3 Kelurahan Pondok Ranggon Kecamatan Cipayung Jakarta Timur pada Selasa (10/1) dini hari pukul 03.00.

Saat ditemukan kedua kaki pada jasad korban dalam kondisi terikat, dan ditemukan banyak bercak darah pada sprei, serta sarung bantal, dan guling yang biasa digunakan korban saat tidur. Salah seorang tetangga korban, Nelawati (26) menyebutkan satu jam sebelum korban ditemukan sudah tewas, mereka mendengan suara ribut seperti suara dua orang yang bertengkar dari dalam rumah kontrakan korban.

Nelawati yang curiga langsung menghubungi warga sekitar termasuk pengurus RT setempat. Warga yang langsung mendangi rumah korban berusaha untuk masuk ke dalam rumah, namun lantaran pintu rumah terkunci, warga belum berani untuk mendobrak masuk. Ketukan pintu dan gedoran warga juga tak mendapat respon dari dalam rumah.

Ayah tiri korban dan ibu kandung korban, Purwanto dan Ny. Popong akhirnya berinisiatif membuka pintu rumah korban menggunakan kunci cadangan. Saat mereka masuk ke dalam rumah, terrnyata yang ditemukan kondisi korban yang terlentang di atas tempat tidur dengan kedua kaki yang terikat. Saat dipanggil dan dicoba dibangunkan, ternyata tubuh Murniati sudah dingin.

Warga langsung menginformasikan penemuan korban ke Mapolsek Cipayung yang langsung direspon mengirim anggota ke lokasi kejadian. Polisi yang langsung tiba di lokasi kejadian langsugn masuk ke dalam rumah korban dan menemukan posisi jasad belum berubah.

Saat diidentifikasi, polisi menemukan banyak bekas luka pada jasad korban, diantaranya luka berdarah pada pelipis kiri korban, bibir yang robek, serta goresan akibat sabetan senjata tajam pada kaki kirinya. Oleh polisi, jasad korban selanjutnya dievakuasi ke RS Polri Kramat jati untuk ditopsi.

Nelawati yang mendengar suara ribut-ribut pertama kali dari dalam rumah korban langsung dimintakan keterangannya oleh polisi. Kepada polisi, Nelawati dan suaminya Pau Andra Priatna (26) mengatakan sebelum merek masuk ke dalam rumah itu, mereka mendengan suara korban yang berteriak, ”Sudah silakan ambil apa saja! Lalu saya dengar suara kayak ada benda yang dihantamin ke tembok berkali-kali lalu ada suara kayak orang kesakitan,” tutur Nelawati.

Ia menambahkan saat itu dirinya langsung membangunkan suaminya yang bernama Paul Andra Priatna (33) untuk mengecek kondisi di dalam rumah korban yang persis berada di sebelah rumahnya. Apalagi Nelawati tahu kalau korban tinggal sendiri di rumah itu. Suami isteri itu lalu memberitahukan tetangga mereka yang lain, Popong yang tak lain adalah ibu kandung korban namun tinggal berlainan rumah.

Kapolsek Cipayung Kompol Dedy Wahyudi yang langsung mendatangi lokasi pembunuhan untuk memimpin olah TKP menyebutkan pihaknya tak ditemukan kerusakan pada pintu-pintu rumah korban. Hal ini menunjukkan kalau pelaku pembunuhan dikenal oleh korban, sehingga pelakunya tak perlu memaksa masuk ke dalam rumah korban. Polisi juga memastikan kalau saat kejadian, atau menjelang kejadian korban sedang sendirian di dalam rumah itu.

Bukan hanya itu, polisi juga tak menemukan barang berharga yang hilang dari dalam rumah korban. Artinya polisi tak menemukan adanya unsur perampokan dalam kasus pembunuhan itu. ”Pintu rumah ggak ada yang rusak. Masih bagus semua. Barang juga belum ditemukan ada yang hilang. Kasus ini masih dalam penyelidikan kami,” lontar Dedy di lokasi kejadian, kemarin. (ind/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ada-ada Saja, Empat Bulan DPO Ternyata di Dalam Rutan

Ada-ada Saja, Empat Bulan DPO Ternyata di Dalam Rutan

Setelah empat bulan lebih menjadi daftar pencarian orang (DPO), Rustam (45) alias Kates akhirnya dibekuk.


Perempuan Perekrut Anak Korban Eksploitasi Ditangkap

Perempuan Perekrut Anak Korban Eksploitasi Ditangkap

Tersangka pencabulan dan eksploitasi anak bertambah lagi.


Curi Motor, Pelaku Kejar-kejaran dengan Polisi

Curi Motor, Pelaku Kejar-kejaran dengan Polisi

Ada-ada saja. Pelaku pencurian sepeda motor, SH, warga Lengkong, Sukorejo, Ponorogo, Jatim, dibekuk polisi setelah dilakukan pengejaran.


Terdesak Bayar SPP Sekolah Anaknya, Residivis Curi Motor Lagi

Terdesak Bayar SPP Sekolah Anaknya, Residivis Curi Motor Lagi

Unit Reskrim Polsek Pekalongan Selatan Polres Pekalongan Kota berhasil membekuk pelaku curanmor warga Kelurahan Kuripan Yosorejo Pekalongan, kemarin.


Diancam dan Kaosnya Disobek, Mahasiswi Cantik Lalu Diperkosa

Diancam dan Kaosnya Disobek, Mahasiswi Cantik Lalu Diperkosa

Kelakuan beringas DIL (20) terungkap. Pria warga Jalan Negara Muara Teweh-Kandui ini, tega-teganya memerkosa mahasiswi.


Ditinggal Masak Air, Dua Rumah Rata dengan Tanah

Ditinggal Masak Air, Dua Rumah Rata dengan Tanah

Musim kemarau kering dengan angin kencang saat ini ini, ada baiknya untuk waspada terhadap potensi kebakaran.


Astaghfirullohaladzim... Korek Gas pun Ada yang Palsu

Astaghfirullohaladzim... Korek Gas pun Ada yang Palsu

Waspadalah... Waspadalah! Korek gas yang Anda beli bisa jadi barang yang berbahaya.


Tenggak Alkohol Campur Teh Serbuk, Dua Tewas

Tenggak Alkohol Campur Teh Serbuk, Dua Tewas

Korban tewas akibat miras oplosan bertambah lagi.


Terlilit Utang, Bobol Mesin ATM

Terlilit Utang, Bobol Mesin ATM

Upaya pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) lagi-lagi terjadi.


Belum Sebulan, Sudah Ada Tujuh Kasus Pencabulan

Belum Sebulan, Sudah Ada Tujuh Kasus Pencabulan

Kabupaten Sambas masih diselimuti kasus pencabulan. Parahnya lagi, belum sebulan, polisi sudah menangani tujuh kasus.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!