Kriminal
Share this on:

Kepergok Mesum, Mahasiswi Pakai Kemban, Om-om Duduk di Kloset

  • Kepergok Mesum, Mahasiswi Pakai Kemban, Om-om Duduk di Kloset
  • Kepergok Mesum, Mahasiswi Pakai Kemban, Om-om Duduk di Kloset

(OCSYA ADE CP/Jawa Pos Group) MESUM - Seorang mahasiswi dan polisi menunggu om-om yang menjadi teman kencan mahasiswi.

PONTIANAK - Mahasiswi salah satu universitas di Kota Pontianak kepergok polisi tengah bermuat mesum dengan om-om di kamar B15 Villa Kapuas Dharma Jalan Imam Bonjol, Pontianak Selatan, Senin (5/6) lalu, sekitar pukul 23.00.

Operasi penyakit masyarakat (Pekat) ini dilakukan 30 personel Polsekta Pontianak Selatan. Polisi menggeledah penginapan Villa Kapuas Dharma Jalan Imam Bonjol, Penginapan Ateng Tour dan Green Leave Inn di Jalan Gajahmada.

Polisi mengawali operasi di Villa Kapuas Dharma. Semua kamar diperiksa. Di kamar B15, polisi menyamar menjadi room boy. Kamar pun diketuk. “Tok... tok... tok. Room boy,” teriak salah seorang anggota Polsekta Pontianak Selatan yang berharap pintu kamar segera dibuka oleh penghuninya.

Tak cukup dua kali ketuk. Setelah enam kali ketukan, pintu kamar itu pun dibuka. Bagaikan disambar petir, seorang wanita yang masih muda tanpa pakaian, hanya melilitkan (berkemban) handuk di tubuhnya, terkejut bukan main.

Wajahnya langsung pucat, ketika melihat gerombolan polisi di depan kamarnya. Sedangkan om-om teman kencannya saat itu diduga sedang boker (buang air besar) di toilet. Polisi pun langsung masuk ke kamar B15 dan menunggu teman kencan mahasiswi itu di depan toilet.

“Sama siapa?” tanya petugas. “Itu di dalam (toilet),” jawab wanita 19 tahun itu.

Tak lama pria 44 tahun itu keluar dari toilet. Polisi menyuruh keduanya berpakaian dan ikut ke Mapolsekta Pontianak Selatan. Keduanya pun berkemas dan pindah penginapan, dari Villa Kapuas Dharma ke Mapolsekta Pontianak Selatan.

Setelah didata, pria berusia 44 tahun itu berinisial WW, warga Kecamatan Nanga Tayab, Ketapang. Sedangkan mahasiswi berusia 19 tahun adalah SM, warga Kecamatan Pontianak Barat.

Razia yang dipimpin Wakapolsekta Pontianak Selatan AKP Maryanto itu berpindah ke penginapan Ateng Tour. Ada dua kamar di lantai dua berisikan tamu. Pemeriksaan kamar pertama terlihat wanita bersama seorang pria yang masih remaja. Keduanya merupakan ibu dan anak. Pemeriksaan dilanjutkan di kamar berikutnya.

Ketika pintu dibuka oleh seorang pria, ternyata dia tidak sendiri, melainkan bersama seorang wanita. Ketika digerebek, wanita itu masih di atas ranjang tanpa mengenakan pakaian, hanya selimut menutupi tubuhnya.

Polisi langsung menggeledah kamar, ditemukan obat kuat. Ketika didata, pria tersebut berinisial Ru (20), warga Pontianak Timur dan wanitanya berinisial Wu (20), warga Kecamatan Sungai Ambawang, Kubu Raya. Keduanya langsung digelandang ke Mapolsekta Pontianak Selatan.

Di penginapan terakhir, Green Leave Inn Jalan Gajahmada, polisi terlihat kesulitan memeriksa kamar. Hampir seluruh kamar ada penghuninya. Selain itu, banyak yang tidak membukakan pintu.

Kegiatan polisi pun tidak didukung oleh manajemen penginapan Green Leave Inn. Ketika petugas meminta kunci serep, karyawan penginapan enggan memberikannya. Alasannya, kunci serep kamar ada di tangan manager.

Sementara managernya tidak berada di tempat. Polisi hanya mendapatkan satu pasangan mesum di penginapan tersebut. Dia adalah HR, 23 (pria) dan TR, 26 (wanita). Keduanya tak berkutik ketika hendak kabur dari kepungan petugas di kamar nomor 125 Green Leave Inn.

“Saya belum sempat ngapa-ngapa,” kata HR yang merupakan warga Ketapang ini.

Hs dan Tr tetap diperiksa. Karena tidak memiliki bukti hubungan sah, keduanya dibawa ke Mapolsek Pontianak Selatan dan dijerat Tipiring. “Saya baru saja ketemu. Belum ada apa-apa. Biasalah, saya kenal dia di beetalk,” jelas HR.

Sementara TR, wanita asal Kecamatan Tebas, Sambas tersebut mengaku ketemu dengan HR dengan alasan ingin menjual emas. Tentu saja alasan itu tak masuk diakal. Karena pakaian dalam Tr berserakan di atas tempat tidur di kamar 125 tersebut.

Operasi pekat juga menyisir tempat hiburan malam (THM) yang melampaui jam operasional, pukul 24.00. Polisi merazia THM di kawasan Ambalat, Jalan Budi Karya. Hampir seluruh THM di kawasan itu tutup, tak beroperasional lagi, kecuali namun Café/ Karaoke Win One yang masih beroperasional.

Razia di THM ini dipimpin Kapolsek Pontianak Selatan AKP Belen. Belen yang berdiri menunggu kedatangan anggota langsung berjalan kaki menuju Café Win One.

Sebelum pemeriksaan dilakukan, pengelola Café/Karaoke Win One terlebih dahulu meminta sprint. Kapolsek menunjukan sprint. Setelah itu langsung melakukan pemeriksaan. “Tidak ada tamu, kami sudah tutup. Tinggal berkemas saja,” terang salah satu wanita kepada polisi.

Kapolsek memeriksa satu persatu room, termasuk ruangan purel atau ladies. Karena tak ditemukan pelanggaran, Kapolsek dan jajarannya meninggalkan THM tersebut.

“Operasi Pekat yang dilakukan ini merupakan Operasi Imbangan Pekat Kapuas 2017. Melaksanakan penertiban tempat hiburan malam, dengan sasaran operasi, miras, prostitusi, premanisme, dan perjudian,” pungkas Belen. (zrn/oxa/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Nyolong Duit Kasir, Residivis Dikeroyok Massa

Nyolong Duit Kasir, Residivis Dikeroyok Massa

Seorang residivis, Muzani warga Pekalongan, babak belur dihajar massa saat kepergok mencuri uang di Loundry Duku Tambor Desa Nyamok Kecamatan Kajen.


Diancam dan Kaosnya Disobek, Mahasiswi Cantik Lalu Diperkosa

Diancam dan Kaosnya Disobek, Mahasiswi Cantik Lalu Diperkosa

Kelakuan beringas DIL (20) terungkap. Pria warga Jalan Negara Muara Teweh-Kandui ini, tega-teganya memerkosa mahasiswi.


Dilempar Istri Siri Pakai Botol, Suami Balas Lempar Kunci

Dilempar Istri Siri Pakai Botol, Suami Balas Lempar Kunci

Ditelepon istri siri malah tak direspon. Begitu ketemu, malah beradu mulut. Tak puas, akhirnya saling lempar.


Kepergok Hendak Mencuri, Maling Nyaris Dimassa

Kepergok Hendak Mencuri, Maling Nyaris Dimassa

Masih beruntung Musafiudin (40), tidak sampai menjadi amukan massa.


Mabok, Residivis Kepergok Curi Tabung Gas

Mabok, Residivis Kepergok Curi Tabung Gas

Seorang residivis, Ahmad Sodikin (25), warga Kelurahan Bandengan, Kota Pekalongan, kembali berurusan dengan Unit Satreskrim Polsek Wiradesa, kemarin.


Kejar dan Nekat Tabrakan Motor, Mahasiswi Gagalkan Aksi Penjambretan

Kejar dan Nekat Tabrakan Motor, Mahasiswi Gagalkan Aksi Penjambretan

Aksi heroik Rizky Ainun (20), mahasiswi kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Mulawarman sungguh berbahaya.


Tak Naik Kelas, Siswa Pukul Gurunya Pakai Kursi Kayu

Tak Naik Kelas, Siswa Pukul Gurunya Pakai Kursi Kayu

Bukannya memuliakan gurunya, EY, siswa kelas X SMAN 1 Kubu Kecamatan Kubu, Kubu Raya malah menganiaya gurunya.


Kepergok Main Judi, Kakek dan Nenek Dicokok Polisi

Kepergok Main Judi, Kakek dan Nenek Dicokok Polisi

Judi tak memandang usia. Bahkan kakek nenek pun ada yang hobby berjudi.


Habiskan Nasi di Rice Cooker, sang Adik Dipukuli Pakai Kursi

Habiskan Nasi di Rice Cooker, sang Adik Dipukuli Pakai Kursi

Dituduh mencuri nasi di dalam rice cooker, Go Yusuf Gondo Kusumo (52), ega memukuli adiknya kandungnya.


Bandel Main Togel, Kakek-kakek Ditangkap Polisi

Bandel Main Togel, Kakek-kakek Ditangkap Polisi

Kepergok sedang bermain judi Togel jenis Hongkong Priz , pria tua berinisial Sj (61), ditangkap polisi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!