Kriminal
Share this on:

Mantan Koki Internasional Diduga Cabuli Belasan Siswa

  • Mantan Koki Internasional Diduga Cabuli Belasan Siswa
  • Mantan Koki Internasional Diduga Cabuli Belasan Siswa

MATARAM - Satuan Reskrim Polres Mataram ditangkap Warga Negara Asing (WNA) asal Italia yang diduga sebagai pelaku pencabulan anak dibawah umur. Pelaku pedofilia yang diamankan ini berinsial BG (70 tahun).

Mantan koki internasional ini diketahui sudah 20 tahun berada di Indonesia dan menetap di Lombok. “Memang benar ada warga Negara Italia yang diduga sebagai pelaku asusila yang kita amankan Rabu malam (1/3) kemarin,” ujar Kapolres Mataram AKBP Heri Prihanto saat dikonformasi kemarin.

Laporan berawal dari petugas keamanan perumahan di Selagalas Kecamatan Cakranegara Kota Mataram. Saat itu ada dua orang anak dibawah umur hendak datang ke rumah pelaku.

Kemudian dicegat oleh petugas itu dan mempertanyakan tujuan datang menemui BG. Petugas keamanan kemudian curiga dengan jawaban kedua anak ini.

“Dari keterangan petugas keamanan, dua anak ini mengaku mau mencari dan mengambil uang. Security ini juga curiga keduanya datang untuk berbuat asusila di rumah itu,”katanya.

Petugas keamanan perumahan kemudian melaporkan kejadian ini ke Polres Mataram. Setelah itu, anggota satreskrim menindaklanjuti dengan melakukan pemeriksaan.

Dikarenakan pelaku seorang WNA, anggota satreskrim berkoordinasi dengan Ditreskrimum Polda NTB. Hasil koordinasinya, kasus dugaan asusila ini dilimpahkan penanganannya ke Ditreskrimum Polda NTB.

“Mulai hari ini (kemarin) penanganannya kita limpahkan ke Ditreskrimum Polda NTB. Alasan pelimpahannya, karena ini menyangkut orang asing,” imbuhnya.

Terkait dengan jumlah korban, Kapolres mengatakan masih didalami. Ia menyebutkan, sementara ini sedang memeriksa dua orang korban anak dibawah umur.

“Yang pastinya sementara ini untuk jumlah korbannya masih dua orang. Kalau kabar yang menyebut sampai ada 15 orang korban dan sebagainya kita belum bisa pastikan. Korban yang kita amankan baru dua orang,”jelasnya.

Polisi belum menetapkan BG sebagaitersangka. Dalam kasus ini BG masih sebagai terlapor.

Heri menegaskan pihaknya masih melakukan pemeriksaan. “Ini masih dalam penyelidikan dan pemeriksaan. Nanti akan dilihat, kita memang agak ekstra sensitif dan hati-hati dalam melakukan penyelidikan ini,” katanya.

Selain itu, ada juga beberapa barang bukti seperti baju yang diberikan oleh GL kepada korban didita oleh petugas. “Kalau foto-foto saya belum melihat,” terangnya.

Kedua korban sudah divisum di Rumah Sakit Bhayangkara (RSBH) Mataram. Namun hasilnya belum diketahui. “Kalau hasil visumnya belum ada. Itu ada prosesnya,” ujarnya.

Sementara itu Dirreskrimum Polda NTB Kombes Pol Irwan Anwar saat ditemui di Polres Mataram mengatakan, pihaknya telah menerima pelimpahan kasus tersebut. Selanjutnya, pihaknya akan menindaklanjuti dan melakukan pengembangan.

“Kasus ini sekarang kita (Ditreskrimum) yang tangani,”katanya.

Dari pantauan koran ini, BG dilimpahkan ke Polda NTB sekitar pukul 13.30 Wita. Setelah datang, ia langsung dibawa ke ruang ramah anak Ditreskrimum Polda NTB.

Ia menolak untuk diambil gambar dan tidak memberikan keterangan kepada media. Setelah 5 menit berada di ruangan tersebut, BG dipindahkan ke ruang pemeriksaan unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Ditreskrimum Polda NTB.

Tak lama berselang Koordinator Bidang Advokasi dan Hukum Lembaga Perlindungan Anak (PPA) Joko Jumadi datang ke Polda NTB. Ia mengatakan, dirinya mendengar adanya laporan dari seorang anak yang mengaku mendapat perbuatan cabul dari pelaku. LPA sendiri disebutnya sudah mengantongi ama-nama korban BG yang disebutnya berjumlah 15 orang anak.

“Dari hasil penelusuran LPA kita sudah bertemu dengan 15 orang korban dari BG. Semua korbannya itu anak laki-laki,”katanya.

Sedangkan dari pembongkaran laptop dan tablet milik pelaku, diduga masih ada korban lainnya. LPA menduga, korban dari BG saat ini sudah banyak yang beranjak dewasa. Usia korban diprediksi adalah siswa SMP dan SMA.

“Dia pertama kali kesini 20 tahun yang lalu. Ini patut diduga sudah berlangsung lama, makanya sekarang korban-korbannya itu sudah banyak yang beranjak dewasa,”bebernya.

LPA sendiri kata dia sudah mengintrogasi sebanyak 9 orang korban. Pihaknya sudah mengantongi identitas 6 korban lainnya. Rata-rata, korban ini berasal dari satu desa.

“Memang ada beberapa desa yang menjadi target pelaku,” sebutnya.

Modus yang dilakukan, korban diajak ke rumahnya. Setelah itu diberi makan dan hadiah berupa baju dan sebagainya. Nantinya setelah pulang, korban rata-rata juga diberikan uang sebesar Rp 50 ribu.

“Untuk uangnya, rata-rata diberikan sebesar Rp 50 ribu. Jadi setelah mereka dicabuli diberikan Rp 50 ribu,”terangnya.

Di dalam laptop pelaku juga disebutnya terdapat banyak foto anak laki-laki yang sedang telanjang. Mereka ini diduga adalah korban dari pelaku.

“Beberapa foto ada juga yang sedang berfose di kamar mandi pelaku. Wajah di foto itu berbeda-beda,”katanya.

Dari keterangan yang didapatkan dari korban, Joko memgatakan, korban mendapat oral seks oleh pelaku. Pelaku juga rata-rata lebih dari satu kali mendapat oral seks dari kepada korban.(gal/jpg)


Berita Sejenis

Sakit Hati, Karyawan yang Dipecat Coba Bunuh Mantan Majikannya

Sakit Hati, Karyawan yang Dipecat Coba Bunuh Mantan Majikannya

Kepolisian Resor Wonosobo mengungkap kasus percobaan pembunuhan terhadap pengusaha ayam goreng. Pelaku Yudiono (24), warga Tlogodalem, Kretek.


Sering Nonton Film Dewasa, Siswa SMP Diduga Sodomi Tetangganya

Sering Nonton Film Dewasa, Siswa SMP Diduga Sodomi Tetangganya

Di usianya yang menginjak 13 tahun, Ih harus berurusan dengan aparat kepolisian.


Gendeng! Tukang Kebun Sekolah Cabuli Siswi SMP hingga Hamil 7 Bulan

Gendeng! Tukang Kebun Sekolah Cabuli Siswi SMP hingga Hamil 7 Bulan

Seorang tukang kebun di salah satu SMP di kawasan Kenjeran, Surabaya tega mencabuli Mawar (13) hingga berbadan dua.


Ditolak Berhubungan Intim, Bapak Tega Cabuli Dua Anak Tirinya

Ditolak Berhubungan Intim, Bapak Tega Cabuli Dua Anak Tirinya

Joko Suprapto (31), warga Gang Arinda Kecamatan Pondok Aren, Tangerang Selatan (Tangsel) ditangkap polisi.


Diduga Mesum di WC Masjid Komplek Brimob, Pasangan Digerebek

Diduga Mesum di WC Masjid Komplek Brimob, Pasangan Digerebek

Cerita tentang sepasang kekasih yang diduga berbuat mesum di tempat umum juga terjadi di Cirebon.


Gendeng! Kakek Tega Cabuli Cucu Tirinya

Gendeng! Kakek Tega Cabuli Cucu Tirinya

Mengaku khilaf dan pasrah, SU (46) alias Ipul mau tidak mau harus berhadapan dengan pihak kepolisian.


Gendeng! Kakek-kakek Cabuli 10 Bocah Sejak Tahun Lalu

Gendeng! Kakek-kakek Cabuli 10 Bocah Sejak Tahun Lalu

Tersangka pelaku pencabulan bocah, berinisial ZU alias Babe (62), ternyata sudah melakukan aksi cabulnya sejak tahun lalu.


Diduga untuk Keloni ABG, Mess Pejabat Tinggi Pelabuhan Digerebek

Diduga untuk Keloni ABG, Mess Pejabat Tinggi Pelabuhan Digerebek

Polres Bulungan membeberkan kasus dugaan cabul yang dilakukan oknum pejabat tinggi Kantor Unit Penyelenggara Pelabuhan Kelas III Tanjung Selor.


Ditinggal Istrinya 14 Tahun, Kakek 60 Tahun Cabuli 12 Bocah

Ditinggal Istrinya 14 Tahun, Kakek 60 Tahun Cabuli 12 Bocah

Kakek berusia 60 tahun, ZL alias Babe tega mencabuli belasan bocah di kawasan Peninggaran, Jakarta Selatan.


Bejat! Bapak Tega Cabuli Anak Tirinya yang Masih Siswa SD

Bejat! Bapak Tega Cabuli Anak Tirinya yang Masih Siswa SD

Sungguh bejat kelakuan Farikhi (58), warga Jalan Nakula Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur Kota Tegal ini.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!