• Home
  • Berita Kriminal
  • Minta Surat Pengantar Melahirkan, Wanita Hamil Tua Malah Dicabuli Pak Kades

Kriminal
Share this on:

Minta Surat Pengantar Melahirkan, Wanita Hamil Tua Malah Dicabuli Pak Kades

  • Minta Surat Pengantar Melahirkan, Wanita Hamil Tua Malah Dicabuli Pak Kades
  • Minta Surat Pengantar Melahirkan, Wanita Hamil Tua Malah Dicabuli Pak Kades

PUTUSSIBAU - Lambannya penanganan perkara dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan oknum kepala desa (kades) Nanga Mentebah Kecamatan Mentebah berinisial RD (35) terhadap wanita berinisial KR (25) dipertanyakan keluarga korban. Kasus ini terjadi di kediaman pelaku di Dusun Mentebah Kiri, 25 November 2016 lalu.

Abdurrahman, abang kandung KR mengungkapkan, adiknya itu sedang hamil tua. Pelecehan seksual itu dilaporkan ke Mapolsek Mentebah sejak 30 November 2016. Namun sampai sekarang proses hukumnya jalan di tempat, bahkan terkesan tidak diproses.

?Kami berharap aparat kepolisian bekerja secara professional dan proporsional, serta tidak pandang bulu dalam menegakkan hukum,? pinta Abdurrahman, kemarin.

Suami korban, Sarbaini (33) mengaku kecewa atas tindakan tak terpuji yang dilakukan Kades terhadap istrinya. Akibat ulah RD, kedua selangkangan istrinya menjadi memar, sehingga KR terpaksa melahirkan secara caesar.

?Kami sudah mengantongi bukti visum dari Puskesmas Mentebah, membuktikan adanya pelecehan seksual. Selain itu kami juga menyimpan dokumen fotonya,? beber Sarbaini.

Bahkan kata Sarbaini, istrinya mengalami gangguan psikologi dan trauma. KR sering termenung ketika berkomunikasi dengan orangtuanya.

?Ibu korban merasa aneh dengan sikap yang ditunjukkan korban. Kemudian ia pun menanyakan pada korban, apa yang terjadi. Barulah korban mau menceritakan kejadian itu,? tutur Sarbaini.

Ditambahkan Ayub, abang kandung korban lainnya, kronologis kejadian bermula ketika KR hendak mengantar Kartu Keluarga (KK) ke rumah Kades Nanga Mentebah. ?Sebelumnya pada Jumat 25 November 2016 sekitar pukul 06.00, pelaku datang ke rumah dan menyuruh korban membuat administrasi untuk keperluan melahirkan,? ucap Ayub.

RD meminta KR datang sendiri ke kediamannya untuk mengurus administrasi tersebut. ?Pelaku juga menelepon ke handphone saya, meminta korban disuruh datang sendirian,? katanya.

KR datang ke rumah pelaku bersama suaminya. Namun saat itu suaminya hanya mengantar korban di depan rumah pelaku. Suami korban hendak membeli paku untuk membuat kandang ayam.

?Saat korban ketemu dengan Kades itu, dia bilang jika dirinya bermimpi proses korban melahirkan akan terganggu, dan yang dapat melancarkan proses kelahiran itu adalah dirinya (pelaku)? ucapAyub menirukan bahasa RD.

Tanpa curiga, KR percaya dengan mimpi yang disampaikan RD. Dia pelaku menyuruh KR berbaring di atas meja. ?Saat korban baring di atas meja, Kades itu menyentuh dan meraba kemaluan korban. Tidak hanya itu, dia juga menekan perut korban sampai korban kesakitan,? timpalnya.

Sambung Ayub, pelaku juga meminta KR menggunakan sarung, ketika hendak buang air kecil di kamar mandi rumahnya. Saat itu pelaku memaksa KR membuka celana di depannya, namun korban menolak. ?Kemudian pelaku mengantar korban pulang. Dalam perjalanan, pelaku mengancam korban agar kejadian tersebut tidak diceritakan kepada siapa pun,? tegas Ayub.

Dikonfirmasi, Kasat Reskrim Polres Kapuas Hulu AKP Muhammad Aminnuddin, SIK menegaskan, kasus tersebut tetap diproses hukum dengan mengedepankan fakta hukum yang sesungguhnya. ?Jika ada indikasi permainan, tetap akan kami luruskan. Proses hokum kasus tersebut akan terus berjalan,? katanya.

AKP Aminnddin menegaskan, tidak ada istilah pandang bulu dalam penegakkan hukum. ?Ini kasus kecil, jadi tidak sulit bagi kami untuk menyelesaikannya. Kita upayakan dalam bulan ini kasusnya selesai ditangani,? tegasnya.

Dikatakan Kasat Reskrim, jika terbukti bersalah, Kades Mentebah akan dijerat pasal 284 terkait tindakan pelecehan seksual. Ancamannya sembilan bulan penjara. ?Jadi kami minta, mari kita bersama-sama mengedepankan proses hukum. Percayakan kasus ini sepenuhnya ditangani oleh aparat penegak hukum,? pintanya. (dre/jpg)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Batal Nikah, Hilang Ratusan Juta

Batal Nikah, Hilang Ratusan Juta

Iming-iming akan dinikahi membuat Ka (42) luluh. Wanita yang tinggal di Bandarlampung ini memberikan apa yang diminta Zamron (45).


Dikenalkan pada Wanita, Sepeda Motor Dibegal

Dikenalkan pada Wanita, Sepeda Motor Dibegal

Kasus kejahatan berupa pencurian dengan kekerasan semakin marak belakangan ini.


Dipergoki di Kamar dengan Wanita Bersuami, Oknum Pamong Dipukuli

Dipergoki di Kamar dengan Wanita Bersuami, Oknum Pamong Dipukuli

Seorang oknum pamong berinisial Amn babak belur dihajar warga, setelah kepergok berduaan di dalam kamar dengan seorang wanita bersuami.


Bantah Cabuli Cucu Tirinya, Pelaku Minta Dihukum Mati

Bantah Cabuli Cucu Tirinya, Pelaku Minta Dihukum Mati

Sidang perkara pencabulan dengan terdakwa EF (32), warga Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan kembali digelar, kemarin.


Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Rumah

Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Rumah

Sebuah rumah rusak berat usai dihajar truk kontainer bermuatan sekira 2000 dos atau 20-an ton bir merek Prost milik PT Pak Jenggot, kemarin.


Dijanjikan Alam Surga, Tukang Ojek Tipu ABG Lalu Dicabuli

Dijanjikan Alam Surga, Tukang Ojek Tipu ABG Lalu Dicabuli

Tukang Ojek yakni Nafis (28), tega mencabuli anak di bawah umur di kawasan Mampang Prapatan.


Tua Bangka Masih Ngepul Togel, Kakek Diciduk Polisi

Tua Bangka Masih Ngepul Togel, Kakek Diciduk Polisi

Seorang manula, Amat Tholip warga Pekalongan diamankan anggota Reskrim Polsek Kedungwuni, lantaran kedapatan menjual kupon judi togel.


Ngeri! Sopir Diancam Ditembak, Truk Pengantar Paket Dirampok

Ngeri! Sopir Diancam Ditembak, Truk Pengantar Paket Dirampok

Dugaan kasus pencurian dengan kekerasan berupa perampokan yang menimpa sopir truk, dilaporkan terjadi di jalur pantura Kota Pekalongan.


Ngaku Lelah Semalaman Berkaraoke, Pak PNS Terjaring Razia Duaan di Kosan

Ngaku Lelah Semalaman Berkaraoke, Pak PNS Terjaring Razia Duaan di Kosan

Pria berinisial KI itu tersentak. Polisi masuk ke kosan dan memintanya menunjukkan identitas diri.


Sepekan Disekap, Dua Remaja Diduga Dicabuli

Sepekan Disekap, Dua Remaja Diduga Dicabuli

Apes dialami L (berusia 14) dan J (berusia 12). Dua anak di bawah umur warga Kabupaten Lebak itu menjadi korban pencabulan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!