Kriminal
Share this on:

Pelapor Kaesang Sudah Berstatus Tersangka

  • Pelapor Kaesang Sudah Berstatus Tersangka
  • Pelapor Kaesang Sudah Berstatus Tersangka

BEKASI - Pelaporan terhadap Kaesang Pangarep yang diduga putra bungsu Presiden RI, Joko Widodo membuat heboh. Apalagi, Kaesang dilaporkan karena video yang dia kirimkan ke media sosial mengandung unsure penodaan agama dan ujaran kebencian SARA (Suku Agama dan Ras).

Pelaporan itu dilakukan oleh Muhamad Hidayat S (53), warga Perumnas I Jalan Palem V RT 4 RW 8 Bekasi Selatan, Kota Bekasi pada Minggu (2/7) lalu. Hidayat melaporkan video yang dikirimkan Kaesang pada 29 Mei 2017 itu ke Markas Polres (Mapolres) Metro Bekasi.

Kapolres Metro Bekasi Kota, Kombes Hero Henrianto Bachtiar mengatakan kasus itu kini tengah ditangani Polda Metro Jaya. Dia juga mengatakan, pelapor Kaesang ternyata juga telah ditetapkan tersangka oleh Polda Metro Jaya terkait kasus ujaran kebencian.

?Kasus pelaporan terhadap Kaseng ditangani Polda Metro Jaya. Begitu juga Hidayat (pelapor kasus itu yang sudah jadi tersangka) juga ditangani penyidik Polda Metro Jaya,? terangnya, kemarin (5/7).

Penetapan tersangka terhadap Hidayat, ujar Hero, juga, terkait pasal ujaran kebencian (hate speech) yang dia ucapkan pada Aksi Bela Islam 411 tahun 2016 lalu. Saat itu, tersangka mengolok-olok anggota polri.

?Dia memasukan konten (mengolok-olok) salah satu petinggi Polri,? terang perwira menengah Polri itu.

Hero mengaku tidak mengetahui pasti alasan Hidayat tidak ditahan oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya meski berstatus tersangka. Namun dia menduga, penundaan penahanan terhadap Hidayat ditunda karena terbentur Hari Raya Idul Fitri 1438 H.

Untuk diketahui, penetapan status tersangka terhadap Muhamad Hidayat S baru diketahui setelah ramai pemberitaan pelaporan pemilik akun Kaesang Pangarep ke Markas Polres Metro Bekasi Kota Minggu (2/7) dengan laporan nomor LP/1049/K/VI.2017/ SPKT/Restro Bekasi Kota.

Dalam laporan Hidayat yang berprofesi pegawai swasta ini, Kaesang dianggap melakukan ujaran kebencian. Dalam video yang diunggah akun Kaesang berupa ucapan kata-kata: ?Mengadu-adu domba dan mengkafir-kafirkan, nggak mau mensalatkan, padahal sesama muslim karena perbedaan dalam memilih pemimpin, apaan coba, dasar ndeso.?

?Bagi saya, kata ndeso yang disampaikan itu mengandung ujaran kebencian terhadap masyarakat desa,? terang Hidayat saat ditemui sejumlah wartawan di rumahnya di Perumnas I, Jalan Palem V, RT 04 RW 08, Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Rabu (5/7).

Menurut Hidayat, desa itu adalah sebuah golongan masyarakat yang berada di pedesaan. Bila golongan itu dikonotasikan sebagai masyarakat rendah dan menjadi analogi untuk mempersepsi sesuatu yang negatif, maka masyarakat desa menjadi sebuah stigma bahwa masyarakat desa itu rendah.

?Dasar ndeso lo, kampungan lo. Itu termasuk ujaran kebencian terhadap masyarakat desa,? ucapnya juga.

Hidayat juga bingung dengan polisi yang langsung merespon cepat proses penyelidikan kasus yang dia laporkan beberapa hari lalu tersebut.

?Saya heran, sebelumnya banyak laporan yang saya layangkan, tapi hampir tidak pernah ditindaklanjuti. Tapi laporan terhadap Kaesang cepat sekali ditangani,? katanya juga.

Hidayat mengatakan laporannya ke Markas Polres Metro Bekasi bukan hanya terhadap Kaesang, tapi ada dua nama lainnya. Yakni Ade Armando, dosen Universitas Indonesia (UI) dan Sutradara Film Kau Adalah Aku Yang Lain, Anto Galon.

Hidayat memaparkan, Ade Armando dia laporkan karena telah mengumbar kebencian terhadap Front Pembela Islam (FPI) dengan menulis di media sosial dengan menyebut ?FPI pengecut beraninya keroyokan?.

Sedangkan Anto Galon dilaporkan karena menulis kata-kata di akun twitternya, ?Yang menyuruh salat adalah yang paling berdosa?. ?Jadi saya melaporkan secara bersamaan pemilik akun Kaesang, Ade Armodo, dan Anto Galon,? kata Hidayat juga.

Dia juga memaparkan, sebagai warga negara punya hak melaporkan siapa pun yang telah mengucapkan kebencian atau melakukan penodaan agama. Sebab, dia sadar, negara ini adalah negara hukum.

?Jadi sebagai warga negara yang baik, apabila mengetahui dan melihat adanya perbuatan melanggar pidana, ya harus dilaporkan,? papar juga pria berjenggot tersebut.

Hidayat juga menjelaskan, untuk bukti permulaan pelaporannya terhadap tiga orang itu ke polisi, dia sudah menyertakan video yang diunggah atas nama Kaesang, lalu bukti print out akun milik Ade Armando dan Anto Galon.

?Sebagai bukti permulaan semua itu sudah saya berikan kepada polisi,? tandasnya. (dny/zul)

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Heboh Sexy Dancer, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Heboh Sexy Dancer, Polisi Tetapkan Dua Tersangka

Polres Jepara menetapkan dua tersangka dalam kasus sexy dancer di Pantai Kartini Jepara kemarin.


Ngaku Perawat, Gasak Toko Pakaian

Ngaku Perawat, Gasak Toko Pakaian

Pemilik toko pakaian di Kudus perlu hati-hati. Sudah ada empat pemilik toko yang menjadi korban penipuan.


Gendeng! Siswi SMP Nyaris Diperkosa Dua Temannya

Gendeng! Siswi SMP Nyaris Diperkosa Dua Temannya

Kejahatan seksual saat ini sudah mulai merambah terhadap anak remaja.


Jamu Pengantin Diduga Diracik dengan Insektisida

Jamu Pengantin Diduga Diracik dengan Insektisida

Sudah jatuh tertimpa tangga. Begitulah kiranya yang dapat menggambar nasib Umi Saadah (19), warga Desa Lau Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus.


Nyaru Dukun, Pemuda Diringkus Polisi

Nyaru Dukun, Pemuda Diringkus Polisi

Aparat Polsek Tanah Abang menangkap seorang pria bernama Tukiyono Ardiyanto alias Yono (35), yang diduga sudah menipu npuluhan korbannya.


Pengakuan Pemuda asal Brebes Pencipta Aplikasi Tuyul yang Rugikan Grab Rp6 M

Pengakuan Pemuda asal Brebes Pencipta Aplikasi Tuyul yang Rugikan Grab Rp6 M

Tersangka Tommy Nurfauzi (32), pemuda asal Brebes, mengaku mendapat ilmu tersebut dari rekannya dan dipelajari secara otodidak.


Kerangka Manusia Itu Ternyata Milik Matsai

Kerangka Manusia Itu Ternyata Milik Matsai

Teka-teki identitas sesosok mayat manusia yang sudah tinggal kerangka berakhir.


Istri Pejabat BRI Dibunuh usai Terima Telepon Suaminya

Istri Pejabat BRI Dibunuh usai Terima Telepon Suaminya

Sarkoni Rifai alias Rembulan (23), tersangka pembunuhan terhadap Meta Novita Handhayani (38), diduga telah merencanakan aksi kejahatannya.


Kesal Dibilang Mokondo, Selingkuhan Dibunuh lalu Mayatnya Dicor

Kesal Dibilang Mokondo, Selingkuhan Dibunuh lalu Mayatnya Dicor

Tersangka tunggal kasus pembunuhan terhadap pemandu karaoke, Fitri Anggraeni (25), yang mayatnya dicor beton, Didik Ponco (28), terancam hukuman mati.


Gugatan Lawan Polda Jateng Ditolak

Gugatan Lawan Polda Jateng Ditolak

Perjuangan tersangka kasus dugaan tindak pidana pemalsuan merek yang menjerat Aril Kriastianto untuk bisa dibebaskan.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!