Kriminal
Share this on:

Polres Tangsel Tangkap Tiga Pelaku Pencabulan

  • Polres Tangsel Tangkap Tiga Pelaku Pencabulan
  • Polres Tangsel Tangkap Tiga Pelaku Pencabulan

Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan status pelecahan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur.

TANGERANG - Polres Tangerang Selatan (Tangsel) menyatakan status pelecahan seksual dan pemerkosaan terhadap anak di bawah umur di wilayahnya dalam kondisi siaga satu. Alasannya, aksi pelecehan seksual itu menimpa empat anak di bawah umur dalam waktu nyaris bersamaan dilakukan tiga pelaku berbeda di tempat berbeda pula.

Para pelaku kekerasan seksual ini pun berporfesi mulai satpam, tukang ojek pangkalan, sampai pedagang soto mie. Ketiganya dicokok polisi pada Sabtu (13/5).

Kasat Reskrim Polres Tangsel, AKP Alexander Yurikho mengatakan, terungkapnya tiga kasus pencabulan dan pemerkosaan anak di bawah umur pada awal Mei lalu.

Itu terjadi setelah orang tua korban datang melaporkan kasus asusila itu kepada jajarannya. Selanjutnya, dari laporan itu polisi pun langsung melacak dan menangkap para pelaku kasus kekerasan seksual tersebut.

Mereka yang dicokok dalam aksi asusila itu masing-masing berinisial MDI ,31, yang berprofesi sebagai satpam di BSD, lalu BH, 30, tukang ojek pangkalan di wilayah Kabupaten Bogor, dan terakhir Pedagang soto mie keliling berinisial IS, 23 yang bermukim di Kota Tangsel.

”Ketiga pelaku semuanya berdomisili di wilayah Kota Tangsel. Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing,” terangnya kepada INDOPOS, kemarin (14/5). Dia memaparkan, kasus kekerasan seksual yang dilakukan ketiganya adalah pemerkosaan dan pencabulan terhadap perempuan di bawah umur.

”Kasus pemerkosaan dan pencabulan yang terjadi sangat menakutkan warga. Karena itu kami siaga satu,” katanya juga. Dijelaskan Alexander juga, kasus pertama yang mereka tangani adalah kasus pemerkosaan terhadap seorang pelajar SMU swasta berinisial SH, 16.

Anak baru gede (ABG) itu digagahi MDI di kamar kosnya di Jalan Muchtar Ali, Kelurahan Lengkong Gudang Timur, Kecamatan Serpong pada Awal Mei. Modus pemerkosaan terhadap korban dikarenakan hubungan asmara keduanya tidak direstui orang tua korban.

Hingga akhirnya aksi pemerkosaan itu dilakukan pelaku dan membuat korban mengalami trauma dan shock berat. ”Kami tangkap pelaku saat sedang bertugas menjaga keamanan di BSD. Dia kami tangkap sehari setelah orang tua korban melapor. Anaknya sampai sekarang belum dapat diajak komunikasi karena trauma berat. Makanya kami minta Pemkot Tangesel bergerak mengatasi ini,” jelasnya.

Usai kasus itu sehari kemudian, Alexander menerima laporan kasus pencabulan oleh IS yang merupakan pedagang soto mie keliling yang tinggal Jalan Panti Asuhan, Kelurahan Jurangmangu, Kecamatan Pondokaren, Kota Tangsel.

Di mana orang tua korban melaporkan aksi sodomi yang dilakukan IS kepada dua anak laki-lakinya berinisial IM, 7, dan ML, 6, di rumah kontrakan pelaku. Modus yang dilakukan pelaku adalah mengiming-imingi kedua korban jajanan dan bermain petak umpet.

Selanjutnya adik berkakak ini diajak pelaku nonton film porno dari HP serta dvd dan kemudian melucuti pakaikan korban. ”Dari visum kami temukan ada luka robek di bagian anus IM, dan luka lecet dikemaluan ML. Yang mengetahui itu orang tua korban saat anaknya mengeluh sakit saat buang air besar dan kecil. Pas ditanya kepada korban kenapa sampai sakit, akhirnya anak ini menceritakan aksi IS,” paparnya.

Yang paling mengejutkan lagi, kata Alexander, kasus pencabulan yang dilakukan BH tukang ojek pangkalan di Jalan Melati, Kelurahan Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang pada Kamis pagi (9/5). Di mana kasus pencabulan oleh pelaku kepada siswa TK AJ usia 6 tahun di atas motor saat hendak mengantarkan korban berangkat sekolah.

Gilanya lagi, hampir tiga hari kasus pencabulan di atas motor ini tak diketahui orang tua AJ. Kasus itu terungkap usai korban menangis saat dimandikan karena alat vitalnya lecet.

”Pas korban duduk di atas pangkuan pelaku, pelecehan ini dilakukan saat mau berangkat dan pulang sekolah. Dalam perjalanan pelaku memasukan jarinya ke alat kelamin sang anak.Dari hasil visum, alat kelamin anak rusak,” paparnya.

Guna mempertanggungjawabkan kasus ini, MDI , BH, dan IS yang sudah ditetapkan tersangka dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak. Ketuga pria bejat ini diancam hukuman penjara 15 tahun.

Polres Tangsel pun meminta instansi di Pemkot tersebut melakukan pengawasan dan penyuluhan terhadap penurunan kasus tersebut yang ditetapkan siaga 1.

Maraknya praktik kekerasan seksual yang menimpa anak di bawah umur, disikapi instansi Pemkot Tangsel. Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Tangsel, Herlina Mustikasari menuturkan, jika pihaknya telah memberikan penyuluhan dan antisipasi kasus pelecehan seksual anak di bawah umur tersebut.

Yakni melakukan penyebaran informasi mengenai proteksi pengawasan lingkungan dari orang tua. Dan juga ketahanan rumah tangga dan lingkungan dengan memantau ruang gerak pergaulan anak. Oleh karena itu, tambah Herlina, pihaknya tengah fokus menginisiasi tindakan pencegahan untuk perlindungan anak, secara masif, konsisten dan mendalam, dengan melibatkan masyarakat maupun elemen lain di dalamnya.

Selain itu, Pemkot Tangsel juga membentuk Satgas Anak, Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM), dan yang lain. (cok)

Berita Sebelumnya

Pengedar Pil Heximer Diringkus
Pengedar Pil Heximer Diringkus

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiga Perampok Nasabah Bank Diberondong Tembakan

Tiga Perampok Nasabah Bank Diberondong Tembakan

Tim Anti Bandit Satreskrim Polrestabes Surabaya meringkus komplotan spesialis perampok nasabah bank.


Usai Dibunuh, Suami Tidur di Samping Jazad Istrinya

Usai Dibunuh, Suami Tidur di Samping Jazad Istrinya

Sat Reskrim Polres Bengkayang menggelar rekonstruksi pembunuhan ibu rumah tangga bernama Babo (57) oleh suaminya sendiri Kindik.


Pengedar Pil Heximer Diringkus

Pengedar Pil Heximer Diringkus

Polres Brebes melalui Sat Narkoba mengamankan dua pelaku pengedar pil jenis Heximer di Jalan Klampis, Desa Klampis, Kecamatan Jatibarang


Tak Segan-segan Lukai Korbannya, Tiga Begal Bergolok Ditangkap

Tak Segan-segan Lukai Korbannya, Tiga Begal Bergolok Ditangkap

Unit Reserse dan Kriminal Polsek Pekalongan Selatan, kemarin (8/5), berhasil membekuk tiga pelaku begal bersenjata tajam.


TV yang Diperbaiki Rusak Lagi, Tukang Servis TV Dikeroyok dan Dibacok

TV yang Diperbaiki Rusak Lagi, Tukang Servis TV Dikeroyok dan Dibacok

Minum kopi di depan rumahnya di Jalan Adisucipto, Sungai Raya, Kubu Raya, Syahid diserang tiga pria menggunakan pisau.


Ditangkap Polisi, Pemuda Bertato Bantah Gauli Kekasihnya

Ditangkap Polisi, Pemuda Bertato Bantah Gauli Kekasihnya

Terduga pelaku pemerkosaan terhadap anak dibawah umur, RS membantah dirinya memperkosa kekasihnya sendiri berinisial AN (16).


Perampok Setrum Korban, Warga Ditodong Pistol

Perampok Setrum Korban, Warga Ditodong Pistol

Aksi pelaku kriminalitas semakin menjadi-jadi di Kota Medan.


Biadab! Diikat di Pohon Rambutan, Bocah 13 Tahun Lalu Dicabuli

Biadab! Diikat di Pohon Rambutan, Bocah 13 Tahun Lalu Dicabuli

Sudirman (28), pelaku pencabulan terhadap bocah di bawah umur ternyata menyimpan rasa suka kepada NAR (13), selaku korban.


Bawa Ganja, Bocah 11 Tahun Dibekuk

Bawa Ganja, Bocah 11 Tahun Dibekuk

Tiga orang laki–laki diamankan polisi Sub Sektor Wutung Distrik Muara Tami, lantaran membawa narkotika jenis ganja, Sabtu (8/4).


Kepergok Congkel Mobil, Bandit jadi Bulan-bulanan Warga

Kepergok Congkel Mobil, Bandit jadi Bulan-bulanan Warga

Tim Gabungan Pengungkapan Kasus 3C (Curat, Curas, Curanmor) Polres Pangkalpinang kembali berhasil mengungkap kasus curat.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!