Kriminal
Share this on:

Seorang Penghuni Kos Menghilang, Ada Bayi Membusuk

  • Seorang Penghuni Kos Menghilang, Ada Bayi Membusuk
  • Seorang Penghuni Kos Menghilang, Ada Bayi Membusuk

SINTANG - Warga dihebohkan dengan penemuan bayi yang sudah tidak bernyawa dan membusuk di belakang indekos di Gang Selarong RT 1 RW 2 Kelurahan Alai, Sintang, kemarin malam.

Penghuni indekos, Sitinjak, 25 yang pertama kali menemukan mayat bayi. Diduga hasil hubungan gelap dan sengaja dibuang oleh wanita yang melahirkannya.

?Saya baru pulang kerja mencium aroma tidak sedap di belakang indekos. Sumber bau didekati dengan turun ke tanah yang bersemak. Jaraknya sekira 25 meter dari bangunan indekos saya ini,? kata Sitinjak seraya mengatakan malam itu hujan deras.

Begitu mendekati sumber bau, Sitinjak menemukan barang mencurigakan. Sebuah keranjang sampah diisi selimut dan bantal. Saat dibuka terlihat mayat bayi perempuan. Organ tubuhnya sudah lengkap. Rambut, tangan dan kaki.

?Kepalanya yang terlihat pertama,? katanya.

Hanya saja kondisi mayat bayi sudah mengenaskan. Belatung telah penuh dibagian kepala, mata dan mulut. Bahkan mata bayi itu sudah tidak utuh, karena banyaknya belatung. Ia langsung bergegas melapor kepada pemilik indekos, Kurnia (43). Kebetulan kediaman pemilik dengan indekosnya berhadapan.

Mayat bayi itu dievakuasi dan dibersihkan. Dibantu Jiharto, warga setempat, Sitinjak membersihkan mayat bayi tersebut. Belatung-belatung dibuang dan jasad bayi tersebut dibungkus dengan handuk.

Usai dibersihkan dan disimpan dalam indekos, penemuan mayat bayi tidak langsung dilaporkan ke polisi, alasannya sudah malam. Tapi laporan dibuat pada Kamis (6/4) pagi. Polisi mendatangi lokasi dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Penghuni indekos diinterogasi. Semuanya berjumlah tujuh orang. Mereka sama-sama bekerja di koperasi. Lima pria dan dua wanita. Satu penghuni berinisial Rn menghilang. Ia sebelumnya sempat menjalani perawatan di rumah sakit, karena pendarahan. Namun pada Rabu malam Rn sudah tidak ditemukan lagi di rumah sakit. Nomor teleponnya bisa dihubungi, tapi dia tidak mengangkatnya.

Rn merupakan penghuni baru di indekos tersebut. Ia pindahan dari Kapuas Hulu. Datang bergabung di indekos rekannya pada November 2016 lalu. Rekan satu indekos mengaku tidak mengetahui bila Rn hamil. Namun dalam kesehariannya selalu mengenakan pakaian berukuran besar.

?Dia bilang tidak hamil. Kita juga tidak tahu,? kata Posma (21), kasir koperasi tempat Rn bekerja, yang juga satu indekos dengannya.

Sepengetahuan penghuni indekos, Rn belum bersuami. Dan kemana menghilangnya Rn, mereka juga mengaku tidak tahu.

Pantauan di lapangan, polisi juga menyisir indekos tempat Rn tinggal. Semak bagian belakang indekos turut diperiksa.

Sitinjak diminta menunjukkan lokasi persis jasad bayi ditemukan. Kemudian anggota polisi langsung mengeluarkan kertas bertuliskan identifikasi, sementara anggota yang lainnya mengabadikan proses tersebut.

Sementara jasad bayi dibungkus dengan balutan handuk putih disimpan di keranjang berwarna merah. Posisinya diletakkan di ruang tengah indekos bercat biru itu. Begitu polisi datang baru dikeluarkan dan diletakkan di bagian teras. Polisi langsung memeriksa kondisi jasad bayi tersebut dan mengabadikannya.

Kedatangan polisi membuat warga sekitar berdatangan ke lokasi. Warga belum beranjak hingga polisi membawa jasad bayi ke rumah sakit. Warga kebanyakan menyesalkan pembuangan bayi. ?Kasihan. Padahal kalau dikasihkan pasti banyak yang mau,? kata salah seorang ibu yang datang ke lokasi.

Salah seorang warga sekitar, Agus mengatakan, Rn sempat minta urut dengan istrinya, Selasa (4/4). Kebetulan pasangan suami istri ini mempunyai keahlian memijat. Cuma, menurut Agus, istrinya cerita kalau Rn menolak diurut bagian perut. Hanya minta diurut bagian belakang. Tapi, lanjut dia, istrinya memang mencium bau tidak lazim, seperti amis darah.

?Kita betul-betul tidak tahu. Kita tahu pagi tadi (kemarin) polisi datang, katanya ada ditemukan jasad bayi,? katanya.

Kapolres Sintang AKBP Suharjimantoro mengatakan, jajarannya masih menyelidiki penemuan jasad bayi itu. ?Masih kita dalami. Mohon bantuan dan doanya, agar bisa segera terungkap,? kata Kapolres. (adx/jpg)


Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Hendak Pesta Sabu-sabu, Pengacara dan Oknum Jaksa Digerebek

Hendak Pesta Sabu-sabu, Pengacara dan Oknum Jaksa Digerebek

Satresnarkoba Polrestabes Surabaya menggerebek sebuah rumah kos di Jalan Adityawarman Nomor 108 Surabaya, Selasa (10/10) lalu.


Empat Bulan Lari, Tiga Pembunuh Dirtangkap, Seorang Buron

Empat Bulan Lari, Tiga Pembunuh Dirtangkap, Seorang Buron

Empat dari tiga pelaku pengeroyokan hingga menewaskan satu orang korban di Kelurahan Muktiharjo Kidul Pedurungan berhasil diringkus petugas.


Biadab! Bayi Baru Dilahirkan Dibuang di Bawah Tower

Biadab! Bayi Baru Dilahirkan Dibuang di Bawah Tower

Suara tangis bayi memecah kesunyian di Desa Paningkiran, Kecamatan Sumberjaya, Majalengka, Selasa dinihari (10/10) sekitar pukul 03.00.


Duh, Pemuda Tanggung Ini Ikut Salat untuk Curi Kotak Amal Masjid

Duh, Pemuda Tanggung Ini Ikut Salat untuk Curi Kotak Amal Masjid

Polres Brebes berhasil menciduk seorang pemuda pelaku pencurian uang kotak amal masjid di Desa Luwungbata Kecamatan Tanjung Kabupaten Brebes.


Duh, Bayi Umur Lima Hari Dibuang

Duh, Bayi Umur Lima Hari Dibuang

Warga Desa Kaligowong, Kecamatan Wadasalintang dikejutkan oleh penemuan bayi laki-laki yang diperkirakan baru berumur lima hari.


Delapan Siswa Asyik Pesta Miras Digerebek Polisi

Delapan Siswa Asyik Pesta Miras Digerebek Polisi

Delapan pelajar yang sedang pesta miras di dalam kamar kos-kosan di Kota Purwodadi digerebek anggota Sabhara Polres Grobogan kemarin.


RS Mitra Bantah Lalai Tangani Bayi Debora

RS Mitra Bantah Lalai Tangani Bayi Debora

Adanya kesalahan berupa kelalaian terhadap penanganan bayi Debora yang menyebabkan kehilangan nyawa.


Dipergoki di Kamar dengan Wanita Bersuami, Oknum Pamong Dipukuli

Dipergoki di Kamar dengan Wanita Bersuami, Oknum Pamong Dipukuli

Seorang oknum pamong berinisial Amn babak belur dihajar warga, setelah kepergok berduaan di dalam kamar dengan seorang wanita bersuami.


Sediakan Cabe-cabean lewat WA, Tarif Short Time Rp3,5 Juta

Sediakan Cabe-cabean lewat WA, Tarif Short Time Rp3,5 Juta

Tim Subdit IV Renakta Dit Reskrimum Polda Kaltim menangkap seorang perempuan berinisial IN (39), warga Sangasanga, Kutai Kartanegara.


Sakit Hati saat Kencan, Pemuda Gay Bunuh Teman Prianya

Sakit Hati saat Kencan, Pemuda Gay Bunuh Teman Prianya

Seorang pemuda, Rah (17), warga Indramayu diamankan polisi, karena diduga melakukan pembunuhan terhadap Mukana (48) yang merupakan teman kencannya.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!