Kriminal
Share this on:

Tertimbun Sampah 4 Ton, Pekerja Lepas Tewas Mengenaskan

  • Tertimbun Sampah 4 Ton, Pekerja Lepas Tewas Mengenaskan
  • Tertimbun Sampah 4 Ton, Pekerja Lepas Tewas Mengenaskan

Naas dialami Sandi (30). Pekerja lepas di TPST Bantargebang itu tewas tertimbun sampah dari truk yang terbalik, Minggu sore (16/1).

BEKASI - Naas dialami Sandi (30). Pekerja lepas di TPST Bantargebang itu tewas tertimbun sampah dari truk yang terbalik, Minggu sore (16/1). Korban tewas lantaran tertimbun sampah seberat empat ton yang hendak dibuang salah satu truk sampah milik Pemprov DKI.

”Saat itu truk tengah membuang sampah. Sandi disuruh membuka terpal, tapi truknya kecelakaan dan terbalik. Korban tertimpa 4 ton sampah,” terang Kepala Unit Pelaksana Tekhnis TPTS Bantargebang Asep Kuswanto, kemarin.

Tapi dia menyesalkan saat truk terbalik, sang sopir bukannya melapor ke petugas. ”Karena penanganan yang lambat membuat korban tewas,” katanya juga. Asep menceritakan, awal kejadian ketika pengemudi truk penggati berinisial DS (22) melajukan kendaraannya di lokasi pembuangan.

Padahal, DS merupakan sopir pengganti sopir AB (27). Saat itu, DS diminta AB membuang sampah ke lokasi pembuangan. DS merupakan warga Bantargebang, Kota Bekasi yang bekerja sebagai sopir di Sudin Kebersihan Jakarta Selatan yang saat itu tengah libur.

Saat truk melintas di jembatan timbang kedua, DS meminta Sandi naik ke atas truk untuk membuka terpal. ”Karena sopir dan korban sudah saling mengenal, mereka lalu sepakat agar korban membuka terpal sampai ke zona pembuangan sampah,” jelasnya juga. Truk dengan sampah sebesar 4 ton itu melaju ke ke zona IV.

Saat kendaraan melaju, datang truk sampah milik Pemkot Bekasi dari arah berlawanan. Menghindari tabrakan, truk yang dikemudikan DS kehilangan keseimbangan dan terjungkal. Saat itu, Sandi yang ada di atas truk terjatuh dan tertimbun sampah.

Asep juga mengaku lembaganya sudah memberitahu sopir truk sampah untuk tidak menggunakan jasa orang lain di luar selain petugas. Lantaran gaji sopir truk sampah Rp5 juta per bulan sudah termasuk membuka terpal sampai ke zona pembuangan.

Pasca kejadian Asep memastikan, sopir itu diberikan sanksi pemecatan. Mereka dipecat karena perbuatannya sangat membahayakan dan merugikan orang lain. ”Mereka sudah dipecat sejak Senin (16/1) karena lalai dalam,” jelasnya.

Asep menambahkan meski Sandi bukan pekerja resmi UPT TPST Bantargebang, namun keluarga Sandi telah diberi uang kerohiman. ”Uang kerohiman sudah dikasih tadi pagi dari Sudin Kebersihan Jakarta Selatan sebagai wujud kepedulian kepada korban,” ungkapnya.

Asep juga mengatakan, saat ini ada 3.000 pemulung dari 10.000 pemulung yang sudah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. Jumlah ini lebih sedikit dari yang ditarget DKI sebesar 6.000 pemulung.

Sementara itu, Kapolsek Bantargebang Kompol Parjana mengatakan kasus tewasnya Sandi dilimpahkan ke Satlantas Polrestro Bekasi Kota. Lantaran kasus yang menyebabkan satu orang tewas itu akibat dari kecelakaan lalu lintas.

”Sopir truk juga masih diperiksa penyidik Unit Lakalantas Polrestro Bekasi,” ujarnya. (dny/jpg)


Berita Sejenis

Cemburu, Kakek Aniaya Pria Pembonceng PSK Langganannya

Cemburu, Kakek Aniaya Pria Pembonceng PSK Langganannya

Meski statusnya cuma pekerja seks komersial (PSK), Anik rupanya dicintai banyak lelaki.


Duh... Demi HP, Siswi SMP Rela Lepas Keperawanannya

Duh... Demi HP, Siswi SMP Rela Lepas Keperawanannya

Berdalih mengganti handphone (HP) teman yang hilang, siswi SMP berusia 15 tahun jual diri.


Disangka Pelaku Curanmor, Seorang Pemuda Tewas Dimassa

Disangka Pelaku Curanmor, Seorang Pemuda Tewas Dimassa

Ratusan warga di sekitar Jalan Setro Gang VI berkumpul untuk menghajar ramai-ramai seorang pria yang diduga pelaku curanmor.


Usai Indehoy dengan Kekasihnya, Seorang Pemuda Kejang-kejang Lalu Tewas

Usai Indehoy dengan Kekasihnya, Seorang Pemuda Kejang-kejang Lalu Tewas

Ingin memuaskan nafsu pacar, justru malapetaka yang didapat.


Minum Pestisida, Satu Keluarga Bunuh Diri

Minum Pestisida, Satu Keluarga Bunuh Diri

Satu keluarga tewas setelah menenggak racun pestisida merek Diazinon yang dicampurkan dengan minuman sprite, Kamis pagi (23/2).


Gas Melon Bocor, Ibu-Anak Sekarat Terpanggang

Gas Melon Bocor, Ibu-Anak Sekarat Terpanggang

Tragis dialami Murniayati (31) dan Maulidya Dwi Aryani (4). Tubuh ibu dan anak itu nyaris tewas, akibat kompor gas yang meledeak.


Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas

Diminta Matikan Kompor, Anak Bacok dan Gorok Leher Ibu Kandungnya sampai Tewas

Tak terima disuruh orang tuanya mematikan kompor saat memasak, Dimas (18) berbuat keji terhadap ibu kandungnya.


Usai Pesta Arak, Pemuda Tewas

Usai Pesta Arak, Pemuda Tewas

Kasus kematian yang diduga berhubungan dengan minuman keras (Miras), kembali terjadi di Sekadau.


Nekat Hentikan Truk, Pria Tanggung Tewas Dikeroyok

Nekat Hentikan Truk, Pria Tanggung Tewas Dikeroyok

Gelar perkara kasus pengeroyokan tewasnya Anwar (30) dilakukan Polres HST, kemarin.


Kasus Penggal Kepala, Pelaku Masih Misterius

Kasus Penggal Kepala, Pelaku Masih Misterius

Hingga saat ini Polres Sanggau dan Polda Kalbar masih menyelidiki kasus pembunuhan Tumidi Yono, 35 yang tewas tanpa kepala.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!