Kriminal
Share this on:

Usai Dibunuh, Suami Tidur di Samping Jazad Istrinya

  • Usai Dibunuh, Suami Tidur di Samping Jazad Istrinya
  • Usai Dibunuh, Suami Tidur di Samping Jazad Istrinya

BENGKAYANG - Sat Reskrim Polres Bengkayang menggelar rekonstruksi pembunuhan ibu rumah tangga bernama Babo (57) oleh suaminya sendiri Kindik (61) di Aula Tunggal Panaluan Polres Bengkayang, Selasa (16/5) pukul 10.00.Kindik membunuh Babo pada Kamis 20 April pukul 18.00 di kediamannya di Dusun Buah Ratas, Desa Kiung, Suti Semarang, Bengkayang.

Kindik diringkus polisi berdasarkan laporan polisi nomor LP/33/B/IV/2017/Kalbar/Res Bky/SPKT tertanggal 21 April 2017. Rekonstruksi berlangsung selama 45 menit. Dalam rekonstruksi Kindik memperagakan delapan adegan cara dia membunuh istrinya.

Pengganti korban adalah Bripda Nita, polwan Polres Bengkayang. Rekonstruksi disaksikan Kasat Reskrim AKP Novrial Akberty Kombo, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Bakti Suryantoro, SH dan Sri Ambar Prasongko, SH serta Dokter Puskesmas Suti Semarang. Sedangkan pengacara tersangka yang ditunjuk Polres Bengkayang, Zakarias, SH berhalangan hadir.

Kasus ini disaksikan tiga anak korban dan pelaku, Dendi Tata, Dendi Kurus dan Rano juga tetangganya, Gangguk. Saksi lainnya, Rian Dwi Setiawan (anggota Polsek Suti Semarang) dan Dokter PTT Puskesmas Suti Semarang, dr. Alfred.

Kamis 20 April lalu, Babo, Kindik, dan kedua anaknya pulang dari ladang. Setibanya di rumah, Kindik duduk bersandar di dapur. Kemudian Babo menyuruh suaminya memasak nasi dan sayur, karena dia belum masak. Sedangkan Babo dan kedua anaknya pergi mandi ke sungai.

Sepulang dari sungai, ternyata Kindik belum memasak nasi dan sayur untuk istri dan anak-anaknya. Babo pun marah dan mengeluarkan kata-kata kasar di hadapan suaminya.

Kemudian Babo mengambil pisau dan memotong terong untuk disayur serta memasak nasi. Dia memasak sambil ngomel dan memaki-maki suaminya. Bahkan Babo mengatakan, jika memakan sayur dan nasi yang dia masak, maka suaminya akan mati.

Mendengar ucapan istrinya itu, Kindik pun naik darah. Dia melihat sepotong balok belian di dekatnya. Kemudian mengambil balok kayu belian berukuran 4x6 cm sepanjang 25 Cm itu dan melemparnya ke arah Babo. Kayu tersebut mengenai rusuk kiri istrinya.

Babo langsung berteriak anam? anam... anam (sakit? sakit... sakit dalam bahasa Dayak Bakati, Red). Kemudian Babo menyuruh anak dan seorang tetangganya yang kebetulan berada di rumahnya untuk mengurut rusuk kirinya.

Sambil diurut, korban didudukkan karena kondisinya sudah lemah. Tak kuat menahan sakit, Babo pun pingsan. Tak lama kemudian dia meninggal. Melihat istrinya sudah tidak bernyawa, Kindik berbaring di dekat mayatnya. Kemudian dia tertidur. Sementara anaknya panik melihat ibunya sudah tak bernyawa.

Kindik sadar dari tidurnya, setelah dibangunkan warga Desa Kiung yang sudah berdatangan ke rumahnya. Salah seorang warga melaporkan kejadian itu kepada Rian Dwi Setiawan anggota Polsek Suti Semarang. Kemudian Rian membawa Kindik ke Mapolsek Suti Semarang bersama balok kayu belian sebagai barang bukti.

Dia juga menyita celana panjang motif bunga warna pink milik Kindik dan rok pendek warna pink milik istrinya. Kindik dijerat pasal 338 KUHP dan pasal 351 ayat 3 KUHP tentang Tindak Pidana Pembunuhan dan Penganiayaan.

?Dalam rangka melengkapi berkas perkara, kami melakukan rekonstruksi pembunuhan suami terhadap istrinya ini,? kata Kapolres Bengkayang AKBP Bambang Irawan, SIK melalui Kasat Reskrim AKP Novrial Alberty Kombo, SIK kepada Rakyat Kalbar, Selasa (16/5).

Dokter PTT Puskesmas Suti Semarang dr. Alfred mengatakan, berdasarkan pemeriksaannya di rumah tersangka saat itu, Babo menderita memar di kepala hingga kaki. Selain itu dada dan rusuk kirinya juga memar akibat benturan benda tumpul.

?Korban kita periksa setelah 12 jam meninggal dunia,? katanya.

Diduga penyebab kematian Babo karena patah tulang iga dan robek organ pital dalam tubuhnya, seperti jantung, paru-paru kiri dan limpa. Itu semua disebabkan benturan benda tumpul hingga mengakibatkan pendarahan di dalam organ tubuhnya. Apalagi korban sudah lanjut usia dengan umur 57 tahun, sudah tidak mampu menahan kekuatan lemparan kayu balok dari tersangka hingga dia meninggal dunia.

?Untuk lebih jelasnya lagi penyebab kematian korban, harus melalui otopsi atau bedah,? jelas Alfred. (kur/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua Pelaku Begal Diminta Menyerahkan Diri

Dua dari empat pelaku begal yang berhasil melarikan diri usai beraksi pada Jumat (8/6) di perbatasan Desa Penawar dengan Desa Kemantan Hilir, Kerinci.


Pergoki Pencuri, Korban Minta Tidak Dibunuh

Pergoki Pencuri, Korban Minta Tidak Dibunuh

Kawanan pencuri mulai bergerilya. Mencari di rumah kosong yang ditinggal mudik penghuninya, termasuk ditinggal salah tarawih.


Cemburu, Suami Siram Istrinya dengan Air Panas

Cemburu, Suami Siram Istrinya dengan Air Panas

Sebagai suami, harusnya AS (29) melindungi dan menyayangi istrinya.


Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

Bocah Dua Tahun Dibunuh Bapaknya, Pelaku Diisolasi

Kusnanto (46), pelaku penganiayaan terhadap anaknya sendiri AN hingga meninggal dunia, masih menjalani perawatan di RSUD RA Kartini Jepara kemarin.


Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Menghilang, Santriwati Diduga Dijemput Kenalan Facebooknya

Awal Ramadan ini terasa sulit bagi Aminatun sekeluarga. Anak ketiganya, Farikah Amafiroh (18) menghilang usai pulang dari Pondok Pesantren (Ponpes) Arwaniyyah.


Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Berbisnis Narkoba, Pasutri Ditangkap Polisi

Syamsuddin Noor alias Udin (42) dan istrinya, Juriah (36) digiring aparat ke Polda Kalsel.


Punya Hubungan Khusus, Pasangan Dibunuh lalu Mayat Ditimbun Pohon Jagung

Punya Hubungan Khusus, Pasangan Dibunuh lalu Mayat Ditimbun Pohon Jagung

Pembunuhan sadis terjadi di Dusun Pungkruk Desa Jatirunggo Kecamatan Pringapus Kabupaten Semarang, Kamis lalu (3/5).


Menangis dan Menyesal, Pelaku Rela Minum Air Cuci Kaki Istri

Menangis dan Menyesal, Pelaku Rela Minum Air Cuci Kaki Istri

Pelaku Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) mengaku khilaf memukul istrinya dengan gagang sapu.


Sopir Dibius, Truk Dibawa Kabur

Sopir Dibius, Truk Dibawa Kabur

Diduga karena dibius dengan obat tidur oleh pelaku, truk milik Sudaryanto, 38, warga Magelang raib dibawa kabur, Selasa (9/4).


Asyik Ngamar di Kos, Enam Pasang Remaja Digerebek Polisi

Asyik Ngamar di Kos, Enam Pasang Remaja Digerebek Polisi

Enam pasangan bukan suami istri didobrak polisi saat menggelar razia penyakit masyarakat (pekat), Selasa (10/4) dinihari WIB.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!