Kuliner
Share this on:

De Bistro Gayo Land Ramah Kantong, Soal Rasa Paling Jago

  • De Bistro Gayo Land Ramah Kantong, Soal Rasa Paling Jago
  • De Bistro Gayo Land Ramah Kantong, Soal Rasa Paling Jago

Bagi anda pecinta kuliner mie, pasti sudah tak asing dengan mie Aceh.

ACEH - Bagi anda pecinta kuliner mie, pasti sudah tak asing dengan mie Aceh. Penganan khas tanah rencong tersebut, memang sudah banyak bersileweran di Kota Hujan. Namun tidak semua dapat menyajikannya dengan sempurna. Namun, Mie Aceh, khas De Bistro Gayo Land, Pandu Raya dijamin akan membuat Anda serasa di Serambi Mekkah.

Pandu Raya kini memang dikenal sebagai surganya penghilang rasa lapar, bosan dengan olahan western atau chinese. Tetapi jika Anda biosan, tak ada salahnya kamu rasakan kenikmatan olahan khas nusantara. Kali ini datang dari Aceh. Buat anak muda, khususnya pelajar juga mahasiswa jangan takut dompet bakal bobol kalau makan di resto yang satu ini, dijamin harganya “sopan” buat dompet.

Owner De Bistro Gayo Land, Naskah Idian Putera mengatakan, makanan khas Aceh memang menjadi jagoannya. “Beberapa waktu yang lalu konsepnya memang restoran, tapi sekarang lebih ke anak muda, sederhana tapi untuk menu tidak ada perubahan, hanya sedikit modifikasi,” beber Naskah.

Ia yang tidak memiliki latar belakang tentang makanan mengaku tiap menu yang disajikannya berasal dari pengalamannya kerap berwisata ke daerah-daerah, terlebih memang ia yang dituntut untuk bisa memasak. Makanan khas Aceh jadi konsentrasinya agar mencintai masakan daerah sendiri.

“Setiap bulan menunya ganti-ganti, kalau memang bagus dipertahankan. Jika tidak ya melihat customernya saja seperti apa. Mengapa disebut konsep anak muda, semisal gurame yang tadinya harganya Rp95 ribu kini menjadi hanya Rp35 ribu. Hanya berbeda di ukuran, tapi urusan rasa sama saja,” ungkapnya.

Naskah mengatakan, menu lainnya yang patut dicoba adalah Ayam Bakar khas De Bistro Gayo Land, cukup dengan Rp18 ribu saja. Anda sudah merasakan rempah-rempah khas Aceh. “Memasaknya pun masih tradisional. Rasanya itu lebih khusus ke Aceh bagian Tengah yang pedas asem, berbeda dengan Aceh bagian pesisir yang lebih banyak menggunakan santan,” cetusnya.

Menu lainnya, sambung Naskah, yakni Sop Iga Aceh, hanya Rp35 ribu dan tak ketinggalan Mie Aceh, cukup dengan Rp14 ribu, perut kamu akan dibuat kenyang dengan olahan yang sudah familiar di Kota Hujan ini. “Kalau di resto lainnya kan harganya bisa mencapai Rp20 ribu,” katanya.

Puas berkenyang-kenyang, jangan lupakan pelepas dahaga, segelas Es Timun Serut dicampur dengan Selasih melengkapi makan siang atau malam kamu. Sebagai penutup, De Bistro Gayo Land menyediakan beragam es krim, semisalnya Es krim Naga Bonar. “Es krim dari buah naga,” pungkasnya.

Nah, selama tiga bulan ke depan, kamu yang memesan Mie Aceh akan mendapatkan free segelas Es Timun Serut. Buka dari pukul 07.00 hingga 24.00 dan pukul 02.00 atau 04.00 dini hari jika Sabtu malam. “Untuk sarapan ada pilihan Lontong Sayur Meda, kami menghadirkan juga menu dari Sumatera. Selain itu tetap ada pilihan kopi gayo bagi pecinta kopi nusantara,” tandasnya. (wilda wijayanti/c)


Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!