• Home
  • Berita Kuliner
  • Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa

Kuliner
Share this on:

Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa

  • Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa
  • Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Umar Sanjaya (46) untuk memperluas pemasaran dodol dan kue keranjang buatan pabrik Ny Lauw itu.

**** -

Ada keinginan besar Umar Sanjaya (46) untuk memperluas pemasaran dodol dan kue keranjang buatan pabrik Ny Lauw itu. Salah satunya merambah wilayah yang ada di Asia Tenggara. Alasan pemeasaran ke manca negara ini tak lain untuk melestarikan budaya nenek moyangnya yang mulai pudar di telan kemajuan zaman

Kue keranjang buatan pabriknya, kata Umar lagi, bahan bakunya menggunakan beras ketan, gula putih dan daun pandan wangi. Pabrik ini pun masih menggunakan alat tradisional. Kue ini memiliki tekstur yang lengket dengan rasa yang manis. Rasa manis inilah yang diharapkan dapat membawa rejeki dan kenikmatan di tahun yang akan datang.

”Saya tidak bisa bocorkan resep legendari dari yang turun temurun itu. Kami tetap menjaga cita rasa agar konsumen tidak kabur. Lebih baik menggunkan resep legendaris dengan cara tradisional dari pada menggunakan teknologi canggih tapi rasanya beda. Semua proses kue kami ini tidak menggunakan bahan pengawet, semua murni bahan alami,” ungkapnya juga.

Umar juga berceloteh setiap bahan baku yang diracik itu diperiksa beberapa tim. Hal itu untuk menghindari kerusakan tekstur panganan berbahan baku beras dan santan kelapa tersebut. Para pekerjanya itu pun sudah sangat ahli dalam menyelesaikan pekerjaan mereka masing-masing.

Keahlian itu, kata dia juga, terlihat dari kecekatan dan cara kerja dalam mengaduk bahan baku kue di perayaan imlek tersebut. Umar pun mengakui, kue keranjang buatan pabrik tua neneknya itu merupakan yang paling terkenal di Jabodetabek. Pemesanya datang dari Jakarta, Bogor Depok Tangerang dan Bekasi.

Sistem penjualannya pun mereka dipermudah dengan online. Mulai dari pemesanan dan order. Bahkan, pabriknya itu pun menyiapkan pengiriman barang ke luar kota jika ada konsumen yang mengorder panganan tersebut. Apalagi, menjelang perayaan Imlek, permintaan kue keranjang memang selalu meningkat.

Jika di hari biasa hanya memproduksi 1 ton, tapi saat jika menjelang Imlek mencapai tiga ton. ”Banyak yang pesan, karena dalam kepercayan Tionghoa, kue keranjang yang dihidangkan disaat perayaan imlek ini merupakan wujud penghargaan kepada dewa dan para leluhur. Dengan menyediakan sesembahan bagi leluhur, dapat mendatangkan berkah untuk keluarga,” ucapnya.

Dijelaskan, Umar, kue keranjang buatan pabrik sang nenek dibandrol dengan harga Rp 40 ribu perkilogramnya. Pemesanan itu kata dia dapat di order melalui menggunakan telepon seluler dan website. Kata dia juga, pemesanan itu lebih banyak datang dari Jakarta, Tangerang dan Bekasi.

Untuk menyelesaikan dodol dan kue keranjang itu sampai siap jual dibutuhkan waktu sekitar 12-16 jam. Dan untuk saat ini jumlah konsumen kue keranjang di pabrik milik neneknya itu pun sudah mencapai sejumlah daerah lain. Usai bercerita dan menunjukan semua kegiatan pembuatan kue keranjang, Umar pun beristirahat sejenak.

Sesekali pria bermata ini ikut membantu beberapa saudaranya mengecek pemesanan kue dari para konsumen. Dering telepon dari ratusan konsumen terus terdengar. Semua karyawan tetap pada posisi bekerja di tempat mereka masing-masing. Satu persatu mereka bergantian beristirahat untuk makan dan beribadah.

Lembayung senja pun menggelayut di langit Kota Tangerang, namun tetap saja order kue keranjang dan dodol itu masih terus berjalan. Semangat mereka pun masih terlihan, kendati tenaga mereka sudah dikuras seharian. Tetapi pekerjaan mereka belum juga selesai, karena ribuan panganan khas Imlek itu masih terus dipesan.

Tak lama, Umar pun kembali berceloteh tentang ambisinya membesarkan pabrik neneknya tersebut. Generasi ketiga dari Nyonya Lauw tersebut menceritakan ada keinginan besarnya merambah pasar internasional untuk menjual dodol dan kue keranjang tersebut. Salah satunya merambah negara di Asia Tenggara. Hal itu karena cita rasa panganan yang diolah milik pabrik neneknya itu sangat lezat.

”Ada sih keinginan memasarkannya lebih luas lagi, toh ini makanan ini awet dan tahan lama karena tidak menggunakan bahan pengawet. Saya sih sudah mulai melirik beberapa negara Asia Tenggara. Ya belum berani ke sana karena harus melihat dulu prospek pasarnya dulu,” katanya juga kepada indopos (Jawa Pos Group).

Kata Umar juga, ada sejumlah negara di Asia Tenggara yang akan menjadi target pangsa pasarnya itu. Seperti, Kamboja, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam, Brunei, Filipina, serta Singapura, Timor Leste. Di mana dari pengetahuannya beberapa negara itu banyak dihuni warga keturuan Tionghoa.

”Siapa tau peruntungan di sana besar, makanya saya sendiri sering diskusi ke beberapa pengusaha makanan. Rencana sih sudah saya susun dan tinggal menunggu pembahasan saja dengan keluarga. Toh semua ini untuk mengembangkan usaha agar menyerap tenaga kerja di daerah ini,” tuturnya tersenyum.

Tak lama, Umar pun menyampaikan sesuatu yang tak kalah penting dengan keinginannya itu. Yakni pelebaran sayap penjualan kue keranjang itu salah satu tujuan utamanya melestarikan budaya asal tanah kelahirannya terutama resep buatan neneknya agar tidak lenyap ditelan zaman. (tumpak m tampubolon)


Berita Sejenis

Menikmati Sembilan Varian Kue Lamington ala Glenn Alinskie

Menikmati Sembilan Varian Kue Lamington ala Glenn Alinskie

Aktor Glenn Alinskie kian serius mengeluti dunia bisnis. Setelah membuka bisnis IT, dan bisnis batik nusantara.


Mengubah Sayuran Terong Jadi Keripik

Mengubah Sayuran Terong Jadi Keripik

Sayuran yang biasa digunakan untuk bahan masakan, kini telah dikembangkan oleh warga Desa Siremeng Kecamatan Pulosari menjadi keripik aneka sayur.


Pabrik Kue Keranjang Sudah 54 Tahun, Sehari Habiskan Satu Ton Ketan

Pabrik Kue Keranjang Sudah 54 Tahun, Sehari Habiskan Satu Ton Ketan

Umar Sanjaya (46) tersenyum gembira. Pasalnya, menjelang Imlek ini omzet usahanya melonjak.


Park Bo-gum Kepincut Kuliner Khas Indonesia

Park Bo-gum Kepincut Kuliner Khas Indonesia

Bagi Park Bo-gum, Indonesia sangat memikat untuk urusan kuliner. Bintang papan atas drama Korea itu tiba di Jakarta pada Rabu malam (11/1).


Yummmiii... Lezatnya Cake Imut yang Hidup, Anda Mau Coba?

Yummmiii... Lezatnya Cake Imut yang Hidup, Anda Mau Coba?

Bukan hanya rasa, penampilan juga menjadi alasan memilih kue. Apalagi untuk perayaan spesial.


Camilan Spesial di Hari Ibu

Camilan Spesial di Hari Ibu

Lotte Choco Pie mengajak para ibu di Indonesia untuk merayakan hari Ibu dengan kompetisi 'mothers day bonding'.


Lima Buah Ini Bisa Bantu Diet Alami Anda

Lima Buah Ini Bisa Bantu Diet Alami Anda

Anda sedang diet? Tentu Anda memiliki alasan sendiri untuk melakukannya.


Sedang Coba Berbisnis, Coba Peluang Potensi Kuliner Unik Khas Babel

Sedang Coba Berbisnis, Coba Peluang Potensi Kuliner Unik Khas Babel

Kaum perempuan terus di dorong untuk memiliki motivasi yang sangat kuat dalam dirinya agar berkemajuan dan mandiri.


Yuk... Berburu Jajanan Khas Tegal, dari Blendung sampai Ongol-ongol pun Ada

Yuk... Berburu Jajanan Khas Tegal, dari Blendung sampai Ongol-ongol pun Ada

Ingin bernostalgia dengan masa kecil Anda? Jika saat ini Anda sudah menetap di luar kota atau punya kesibukan di luar Kota Tegal, Tak usah kuatir.


Ingin Makan Jengkol Gratis, Beli Pakai Bahasa Inggris

Ingin Makan Jengkol Gratis, Beli Pakai Bahasa Inggris

Jengkol mendengar namanya pasti kita langsung membayangkan bau tidak sedap.



Kolom

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!