Kuliner
Share this on:

Pabrik Kue Keranjang Sudah 54 Tahun, Sehari Habiskan Satu Ton Ketan

  • Pabrik Kue Keranjang Sudah 54 Tahun, Sehari Habiskan Satu Ton Ketan
  • Pabrik Kue Keranjang Sudah 54 Tahun, Sehari Habiskan Satu Ton Ketan

TANGGERANG - Umar Sanjaya (46) tersenyum gembira. Pasalnya, menjelang Imlek ini omzet usahanya melonjak. Usaha rumahan kue keranjang merk Nyonya Lauw yang didirikan neneknya 54 tahun lalu itu hingga kini terus berproduksi.

Kamis (19/1) siang, Gang SPG tepatnya di RT 1 RW2, Jalan Lio Baru Kampung Sirnagalih Kelurahan Karangsari Kecamatan Neglasari,Kota Tangerang, ramai. Sejumlah kendaraan roda empat dan dua memadati salah satu bangunan tua bernomor 55 yang ada di perkampungan ini.

Rupanya, kendaraan itu tengah mengangkut kue keranjang yang hendak dikirim ke berbagai tempat. Pabrik kue keranjang Ny. Lauw, merupakan salah satu yang masih bertahan. Sudah lebih setengah abad, pabrik itu memproduksi kue keranjang yang jadi makanan khas Tionghoa itu terus berproduksi.

Di dalam lokasi home industry makanan itu, terlihat kesibukan pembuatan kue khas Tionghoa tersebut. Awak media ini disambut ramah, Umar Sanjaya yang merupakan pengelola usaha yang sudah turun temurun tersebut. Mengenakan kemeja putih dan celana bahan hitam,Sanjaya mengajak koran ini berbincang.

Dari penuturan Umar, pabrik kue keranjang itu didirikan neneknya yang bernama Nyonya Lauw Nyim Keng alias Bu Siti. Berdirinya pabrik itu karena neneknya melihat suaminya memiliki gaji pas-pasan lantaran upahnya sebagai pengawas gudang tak cukup menghidupi sembilan anaknya yang masih kecil-kecil.

Dari sana Nyonya Lauw memutar otak untuk mencari tambahan penghasilan, dan pilihan membuat kue pun dilakoni. Dibantu anak-anaknya, Ny Lauw mulai membuat kue khas Tionghoa. Salah satunya membuat dodol dengan bahan baku empat liter beras ketan dan santan kelapa. Pembuatan dodol ini dikerjakan pada 1969 saat mendekati Ramadan.

Saat itu, Nyonya Lauw memiliki insting bisnis makanan dianggap tidak akan mati dari masa ke masa. Apalagi sang nenek yang dulu tinggal di kampung membantu orangtuanya membuat kue dan dodol sudah sangat mahir. ”Dari bawah pabrik ini dirintis nenek saya, hingga berkembang pesat sampai sekarang,” ujarnya.

Dulu, kata Umar juga, sang nenek jualan dan buat kue dibantu sembilan anaknya. ”Ya usahanya ini memang sudah membuahkan hasil besar sampai sekarang. Dari kue ini keluarga kami bisa hidup,” ungkapnya. Tak sampai disana, Umar bercerita awalnya neneknya menjual dan membuat dodol itu dengan cara tradisional.

Yakni mulai dari menumbuk ketan dan memarut kelapa sampai mengaduk mengaduk bahan dodol dibantu anak-anaknya. Hingga membungkus kue itu dibantu putri-putrinya. Sedangkan untuk menjualnya, sang nenek menitipkan dodol dan kue itu kepada tetangganya.

Selain itu juga, dodol dan kue itu dijual dengan cara berjualan keliling menggunakan sepeda sampai naik turun angkot ke Jakarta. Pekerjaan itu rutin dilakukan sang nenek setiap hari.

”Nenek tidak mau saudara atau temannya tau kesulitan ekonomi keluarganya itu. Semua dikerjakan sendiri bersama orangtua kami. Saya sebagai cucu bersyukur dapat meneruskan dan mengelola pabrik ini sampai sekarang,” paparnya.

Umar terus bercerita perkembangan pabriknya itu terus meningkat pada 2005 silam. Saat itu pabrik sang nenek kebanjiran peliputan dari sejumlah televisi nasional. Iklan gratis pun terus berdatangan terhadap pembuatan dodol dan kue keranjang Nyonya Lauw. Apalagi peliputan itu terus terjadi jelang perayaan Imlek pada setiap tahun.

Seiring berjalannya waktu sang nenek pun beranjak uzur dan menyerahkan pengelolaannya pada kepada anak ke 7 bernama Lauw Kim Lian alias Netty Nurhayati. Lantaran putrinya itu kerap membantunya mengembangkan usaha dodol dan kue keranjang sejak dari nol.

”Dari sini semua terus usaha perkembangan pabrik kue keranjang ini terus beroperasi. Sekarang sudah ada 100 pegawai, kalau dulu paling empat sampai lima orang. Sekarang orderannya juga sampai ribuan kue. Makanya sangat besar sekali produksi yang harus dilakukan dan kami terus memberikan pelayanan terbaik,” ungkapnya.

Sehari produksi, sambung Umar, pabrik neneknya itu menghabiskan sekitar 1 ton beras ketan dan 8.000 liter santan kelapa untuk membuat kue keranjang dan dodol. Palagi pemesanan penganan itu meningkat menjelang Imlek atau Tahun Baru China yang akan jatuh akhir pekan mendatang.

Dan untuk perayaan Imlek ini jumlah pemesanan panganan ini sudah mencapai ribuan dodol dan kue keranjang. Para pekerja usaha kuliner itu mulai beraktifitas pukul 07.00 hingga 19.00 setiap harinya. Hal itu diberlakukan karena harus menyiapkan pesanan kue dari konsumen.

”Ya menjelang Imlek sekarang ini kami memang kebanjiran order, dan harus setiap hari penyiapkan 10 ribu sampai 50 ribu dodol dan kue keranjang. Kadang ada juga yang order dari luar daerah melalui online. Saya pun senang sekali mengelola pabrik ini,” papar Umar juga. (tumpak m tampubolon/jpg)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Ingin Coba Minuman Cendol Duren? Ke Sini Saja...

Ingin Coba Minuman Cendol Duren? Ke Sini Saja...

My Thai Resto menciptakan satu lagi menu yang menggugah selera, yakni Kakap Steam Saus Lemon.


Menikmati Sembilan Varian Kue Lamington ala Glenn Alinskie

Menikmati Sembilan Varian Kue Lamington ala Glenn Alinskie

Aktor Glenn Alinskie kian serius mengeluti dunia bisnis. Setelah membuka bisnis IT, dan bisnis batik nusantara.


Padukan Kebiasaan Seruput Kopi dan Literasi

Padukan Kebiasaan Seruput Kopi dan Literasi

Warung kopi (warkop) yang menyediakan jaringan internet mungkin sudah biasa.


Mencoba Lezat dan Kentalnya Kopi Sangrai Khas Pulosari Pemalang

Mencoba Lezat dan Kentalnya Kopi Sangrai Khas Pulosari Pemalang

Desa Pulosari Kecamatan Pulosari Kabupaten Pemalang yang merupakan salah satu desa penghasil tanaman kopi Robusta.


Segar... Wedang Tuak, Minuman Tradisional Salem yang Menyehatkan

Segar... Wedang Tuak, Minuman Tradisional Salem yang Menyehatkan

Salah satu minuman khas di Kabupaten Brebes yang belum banyak didiketahui adalah wedang tuak yang terbuat dari air aren pohon kelapa.


Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa

Ingin Kue Keranjang Go Internasional untuk Pertahankan Warisan Tionghoa

Ada keinginan besar Umar Sanjaya (46) untuk memperluas pemasaran dodol dan kue keranjang buatan pabrik Ny Lauw itu.


Yummmiii... Lezatnya Cake Imut yang Hidup, Anda Mau Coba?

Yummmiii... Lezatnya Cake Imut yang Hidup, Anda Mau Coba?

Bukan hanya rasa, penampilan juga menjadi alasan memilih kue. Apalagi untuk perayaan spesial.


De Bistro Gayo Land Ramah Kantong, Soal Rasa Paling Jago

De Bistro Gayo Land Ramah Kantong, Soal Rasa Paling Jago

Bagi anda pecinta kuliner mie, pasti sudah tak asing dengan mie Aceh.


Mencicipi Menu Laut yang menggoda Lidah di Pantai Parin Brebes

Mencicipi Menu Laut yang menggoda Lidah di Pantai Parin Brebes

Bagi warga yang tinggal di Kabupaten Brebes, tentunya nama Pantai Randusanga Indah atau yang sering disebut Parin sudah tidak asing lagi ditelinga.


Enaknya Sate Aci Wa’an, Serasa Makan Sate Kambing Muda

Enaknya Sate Aci Wa’an, Serasa Makan Sate Kambing Muda

Salah satu warung sate yang terbuat dari tepung singkong (aci) menjadi buruan para pecinta kuliner.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!