Kuliner
Share this on:

Soto Ngapak, Brand Anyar di Karanganyar

  • Soto Ngapak, Brand Anyar di Karanganyar
  • Soto Ngapak, Brand Anyar di Karanganyar

Seorang wanita mungil nan cantik asal Desa Sidomukti Kecamatan Karangananyar, Kholifah (26) terbilang berani dalam menjalani usaha kuliner.

PURBALINGGA - Seorang wanita mungil nan cantik asal Desa Sidomukti Kecamatan Karangananyar, Kholifah (26) terbilang berani dalam menjalani usaha kuliner. Ia memilih berdagang Soto Ngapak atau soto khas daerah Purbalingga atau Banjarnegara yang secara rasa dan aroma jauh dari mainstream selera masyarakat pantura, khususnya Pekalongan.

Masyarakat Pekalongan yang terbiasa dengan rasa soto dengan aroma bumbu tauco tentu akan terasa asing dengan soto kuah bening yang dicampur dengan bumbu kacang, khas daerah Purbalingga.

Meski begitu, wanita berambut panjang tersebut memberanikan diri berdagang soto tersebut. Karena di Pekalongan belum ada yang menjual soto jenis tersebut membuat ia berani membuka lapak khusus menjual soto berbumbu kacang itu.

"Memang banyak yang merasa asing ketika pertama kali pembeli merasakan racikan soto dengan bumbu kacang. Karena masyarakat di sini (Pekalongan) terbiasa dengan soto bumbu tauco," kata Kholifah.

Ia menuturkan, brand atau nama Soto Ngapak tersebut dilatarbelakangi asal dari daerah soto bumbu kacang ini, yaitu di daerah Purbalingga dan Banjarnegara.

Logat di daerah tersebut dikenal memiliki gaya turu ngapak, atas pemikiran itulah ia menamai soto dagangannya dengan sebutan Soto Ngapak. Namun Oliv sendiri tak memiliki logat ngapak.

Sebelum berjualan Soto Ngapak, awalnya ia merupakan salah satu pekerja swasta bidang administrasi di sebuah dealer sepeda motor kenamaan di daerah Kota Pekalongan.

Sekarang sudah dua bulan, dirinya berjualan soto tersebut. Pelanggan dari daerah sekitarnya sudah mulai berdatangan. Beberapa pembeli dari luar kota seperti Banjarnegara juga pernah mampir di warungnya yang berada di jalan lingkar Karanganyar.

Dalam menjalankan usahanya ia hanya bermodal keyakinan serta memilih produk yang masih langka di daerahnya. Hal itu diharapkan menjadi pembeda serta memperkaya khasanah kuliner di Kabupaten Pekalongan. (triyono/jpg)


Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!