Lifestyle
Share this on:

AKBP Hoiruddin Kasibuan, Kapolres Malang Kota Pertama Lulusan Bintara

  • AKBP Hoiruddin Kasibuan, Kapolres Malang Kota Pertama Lulusan Bintara
  • AKBP Hoiruddin Kasibuan, Kapolres Malang Kota Pertama Lulusan Bintara

MALANG - Lazimnya jabatan kapolres itu dipegang oleh alumnus Akademi Kepolisian (Akpol). Tapi, AKBP Hoiruddin Hasibuan bukan alumnus Akpol, tapi Bintara. Dalam sejarah kapolres Malang Kota, dialah satu-satunya kapolres yang berasal dari Bintara. Kok bisa?

Sekilas, sosok Hoiruddin Hasibuan memiliki watak yang keras. Karena selain keturunan Batak, sebelum menjabat sebagai kepala Polres Malang Kota, Hoiruddin berdinas di Detasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri yang banyak bergelut dengan teroris dan bom. Di Densus 88, selama enam tahun dia sebagai perwira menengah yang ditugaskan untuk mengawal keamanan di Indonesia Timur.

Namun, kesan berwatak keras itu sirna ketika acara pisah sambut pejabat lama (Decky Hendarsono) kepada pejabat baru (Hoiruddin Hasibuan) di Ijen Suites, Minggu malam lalu (9/4). ?Berasal dari Batak, pasti dikira saya kasar. Tapi tenang, saya Batak yang sudah halus,? ucap Hoiruddin ketika memperkenalkan diri di hadapan para undangan.

Dia mengaku sebagai orang Batak yang halus karena mendapatkan istri orang Solo. ?Istri saya Arni Sumarni berasal dari Solo. Kami memiliki dua anak,? lanjut Hoiruddin.

Kemudian dia membuat suasana semakin cair lagi dengan menyebutkan dua anaknya merupakan pejabat. Pernyataan ini sempat membuat sebagian besar tamu mengeryitkan dahi karena tidak tahu apa maksudnya. ?Pejabat merupakan singkatan dari peranakan Jawa-Batak,? kata Hoiruddin yang kemudian disambut gelak tawa para tamu.

Tidak berhenti hingga di situ saja, dia kembali membuat para tamu undangan tertawa. Ketika itu dia mengisahkan saat kali pertama bertugas di Pulau Jawa, di mana kebetulan sedang Lebaran.

Ketika baru menjabat sebagai kapolsek di Girimoyo, Wonogiri, Jawa Tengah, satu per satu anggotanya menyalaminya. Saat itu masing-masing dari mereka menyampaikan kata Sugeng Riyadi (Selamat Hari Lebaran). Tapi karena dia tidak mengerti artinya, maka saat berjabat tangan, dia diam dan hanya berkata Hasibuan.

Dia mengira itu adalah sebuah cara untuk memperkenalkan diri. ?Tapi, hingga tiga kali anggota saya tetap menyalami dengan menyatakan Sugeng Riyadi. Dari situlah saya curiga dan malam harinya bertanya kepada istri,? jelas pria kelahiran Padang Sidempuan, Sumatera Utara ini.

Setelah mendapatkan penjelasan dari sang istri, Hoiruddin akhirnya tahu bahwa anggotanya itu bermaksud hendak mengucapkan Selamat Hari Lebaran. ?Saya kira Sugeng Riyadi itu namanya. Karena banyak teman saya juga yang bernama Sugeng,? tutur Hoiruddin yang langsung disambut tepuk tangan dan gelak tawa para tamu.

Dalam kesempatan itu, dia juga tidak pernah mengira akan jadi kapolres Malang. Sebab, sebelumnya dia sudah mendaftarkan anaknya untuk sekolah (SD) di Jakarta pada awal tahun pelajaran baru 2017. ?Namun, tiba-tiba ada surat telegram yang keluar,? katanya.

Dalam surat telegram tersebut, Hoiruddin dipromosikan menjadi kapolres Malang Kota. ?Akhirnya saya berangkat ke Kota Malang,? terang dia.

Hoiruddin menjadi satu-satunya kapolres yang meniti karir dari jalur Bintara di Malang Kota. Sebab, para kapolres sebelumnya merupakan alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) yang langsung menjadi perwira ketika lulus. Termasuk juga AKBP Decky Hendarsono, kapolres sebelumnya. Dia juga alumnus Akpol tahun 1997.

Hoiruddin sendiri menjadi anggota polisi kali pertama tahun 1987 silam. Ketika itu dia diterima lewat jalur Bintara di Polda Sumatera Utara (Sumut). Setelah itu dia ditugaskan ke bagian reserse kriminal di Palembang.

Selang sepuluh tahun kemudian, Hoiruddin baru menjadi perwira. Dia lulus mengikuti pendidikan sekolah calon perwira (secapa) tahun 1998. ?Setelah itu saya langsung bertugas ke Papua sebagai kapolsek di sana,? jelas pria kelahiran 1 Mei 1965 ini.

Dua tahun bertugas di Papua, Hoiruddin selanjutnya ditugaskan ke Jawa Tengah. Dia menjabat sebagai kepala unit reserse, kapolsek, hingga penyidik di tingkat polda. Pada 2011 lalu, saya pun ditugaskan di Densus 88 Mabes Polri.

Setengah dekade lebih di Densus 88, ada beberapa kasus yang dia tangani terkait dengan teror. Salah satunya dia terlibat dalam pembebasan sandera warga negara Indonesia (WNI) di Filipina. Untuk diketahui pada 2016 lalu, masyarakat Indonesia dihebohkan dengan kasus penculikan yang dilakukan kelompok Abu Sayyaf.

Dari situlah, dia mendapatkan penghargaan yang cukup bergengsi. Data dari Sumber Daya Manusia (Sumda) Polri, Hoiruddin mendapatkan tanda jasa penugasan ke luar negeri setelah itu.

Dikonfirmasi soal ini, Hoiruddin tidak mengelak bahwa dia memang pernah terlibat dalam tim Densus 88 ketika pembebasan sandera WNI di Filipina. ?Kebetulan ada kenalan polisi di sana,? ujarnya tampak merendah.

Secara singkat dia menjelaskan saat itu kebagian pendukung data. Selain itu, dia juga mencari akses-akses yang mungkin bisa ditembus untuk membebaskan sandera. ?Untuk bahasa Inggris bisalah sedikit-sedikit,? tuturnya lantas tersenyum.

Dia menyatakan, ketika menjadi kapolres saat ini, Hoiruddin mengaku bakal mengedepankan dialog untuk memecahkan segala permasalahan. Sebab, dia meyakini jika semua masalah pasti ada solusinya. ?Itu kebijakan saya,? jelasnya.

Itu sudah dia buktikan. Sebab, ketika ada peristiwa merelokasi pedagang Pasar Merjosari, Kota Malang, Hoiruddin memilih mengajak pedagang yang sempat protes dengan berdialog. Mereka diundang bersama ke Polres Malang Kota untuk mendengarkan keluh kesahnya.

Sedangkan untuk antisipasi kejahatan, Hoiruddin menuturkan bakal menekan angka pencurian kendaraan bermotor (curanmor). Sebab, angka curanmor di Kota Malang termasuk cukup tinggi. ?Beberapa hari saya di sini, hampir setiap hari ada kasus curanmor,? imbuh dia.

Selain prestasi di kepolisian, Hoiruddin juga haus akan ilmu. Dia berhasil meraih gelar master di bidang hukum dari Universitas Gadjah Mada (UGM) Jogjakarta. Tak puas hanya mengantongi gelar master (S-2), sejak 2014 lalu, dia melanjutkan pendidikannya ke jenjang doktor (S-3) program studi hukum di Universitas Brawijaya (UB). ?Bagi saya, mencari ilmu itu sangat penting,? katanya.

Bahkan ketika kuliah, dia juga selalu mengikuti jadwal. Jadi, Hoiruddin harus benar-benar bisa membagi waktunya. Selama ini, lanjut dia, semuanya bisa berjalan karena dirinya memang telah mendapat izin dari Mabes Polri untuk menempuh kuliah hingga S-3. Menurutnya, memang tidak bisa lulus cepat, dia menempuh perkuliahan program doktor sudah tiga tahun. Saat ini dia sedang mengerjakan desertasi. (c2/lid/jpg)



Berita Sejenis

Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya Dibangun Hanya Semalam

Masjid Rahmat Kembang Kuning Surabaya Dibangun Hanya Semalam

Masjid Rahmat yang berada di Jalan Kembang Kuning nomor 79-81, Surabaya merupakan masjid pertama yang dibangun oleh Sunan Ampel.


Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Seperti kata pepatah, Cinta tak mengenal umur bahkan jarak. Hal inilah yang sempat membuat kehebohan besar di Kabupaten Donggala dan Kota Palu.


Inalillahi... Jamhuri, Imam Salat Jumat Meninggal saat Sujud Pertama

Inalillahi... Jamhuri, Imam Salat Jumat Meninggal saat Sujud Pertama

Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi. Yang menciptakan dan menyempurnakan. Dan yang menentukan dan menunjukkan.


Awas, Ada Lima Zat Berbahaya di Jajanan Sekolah Anak Anda

Awas, Ada Lima Zat Berbahaya di Jajanan Sekolah Anak Anda

Berdasarkan hasil pemeriksaan, sedikitnya lima zat berbahaya ditemukan dari sejumlah sample makanan dan minuman di wilayah Kota Tegal.


Istri Pejabat di Kota Tegal Diajari Etika Jamuan Makan

Istri Pejabat di Kota Tegal Diajari Etika Jamuan Makan

Sebanyak 105 anggota Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kota Tegal mengikuti pelatihan etika jamuan makan.


Ladies, Yuk Kenali Keanehan-keanehan saat Siklus Menstruasi

Ladies, Yuk Kenali Keanehan-keanehan saat Siklus Menstruasi

Datang bulan atau menstruasi merupakan siklus alami pada wanita. Siklus menstruasi pertama umumnya terjadi pada gadis remaja saat mereka memasuki masa pubertas.


Agustin Nurul Fitriyah, Nakhoda Perempuan Pertama Kapal Tanker Pertamina

Agustin Nurul Fitriyah, Nakhoda Perempuan Pertama Kapal Tanker Pertamina

Sempat tak direstui orang tua, Agustin Nurul Fitriyah berhasil membuktikan bahwa nakhoda perempuan bisa sama tangguhnya dengan laki-laki.


Tampil Modis saat Perayaan Imlek

Tampil Modis saat Perayaan Imlek

Nuansa imlek sudah mulai terasa, baik di mal maupun pusat-pusat keramaian di Kota Tegal. Itulah sebabnya, warga Tionghoa mulai berburu pernak pernik imlek.


Jalin Silaturahmi serta Komunikasi antar Pedagang

Jalin Silaturahmi serta Komunikasi antar Pedagang

Hari bebas kendaraan bermotor atau yang lebih dikenal Car Free Day (CFD) di Jalan HZ Mustofa Kota Tasik tidak terlepas dari kehadiran para pedagang.


Prinsipnya, Tulis Apa yang Sudah Dikerjakan

Prinsipnya, Tulis Apa yang Sudah Dikerjakan

Buku pertama Aloysius Giyai yang didasarkan pada fakta dan pengalamannya menjadi pegangan luas praktisi kesehatan di Papua.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!