Lifestyle
Share this on:

Awas, Pernikahan Dini Berpotensi Kanker Mulut Rahim dan Serviks

  • Awas, Pernikahan Dini Berpotensi Kanker Mulut Rahim dan Serviks
  • Awas, Pernikahan Dini Berpotensi Kanker Mulut Rahim dan Serviks

Pernikahan dini kini semakin tidak terbendung, bahkan kini mulai didominasi oleh anak di bawah usia 20 tahun.

JAYAPURA - Pernikahan dini kini semakin tidak terbendung, bahkan kini mulai didominasi oleh anak di bawah usia 20 tahun yang seharusnya belum siap untuk melaksanakan pernikahan.

Di era modern, pernikahan dini, bukan lagi menjadi hal yang tabu, remaja-remaja yang masih menjalani masih pubertas, mulai melakukan hal-hal yang seharusnya harus dipikirkan terlebih dahulu, seperti berhubungan seks lawan jenis. Hal ini dikarenakan beberapa faktor karena ingin mencoba-coba untuk berhubungan seks, dan minimnya informasi tentang kesehatan reproduksi.

Tentu pemahaman terhadap kesehatan reproduksi menjadi salah satu titik lemah dari para remaja masa kini, imbas dari hal tersebut berakibat remaja perempuan hamil dan mau tidak mau kedua insan tersebut harus menikah dan pernikahan tersebut disebut pernikahan dini.

Pernikahan dini sendiri merupakan pernikahan pada remaja di bawah usia 20 tahun, dimana umur yang belum siap untuk melaksanakan pernikahan.

Dampak dari perkawinan di usia muda merupakan salah satu faktor yang menyebabkan kanker mulut Rahim dan kanker serviks. Kanker serviks adalah kanker yang menyerang bagian ujung bawah rahim yang menonjol ke vagina.

Kanker serviks merupakan kanker yang berasal dari leher rahim ataupun mulut rahim yang tumbuh dan berkembang dari serviks, dapat menembus keluar serviks sehingga tumbuh diluar serviks bahkan terus tumbuh sampai dinding panggul.

Remaja tahap awal berisiko paling besar untuk menghadapi masalah dalam masa hamil dan melahirkan anak, BBLR, kematian bayi dan abortus, remaja tahap awal cenderung memulai perawatan prenatal lebih lambat dari pada remaja berusia lebih tua dan wanita dewasa, mereka memiliki risiko tinggi.

Pada masa remaja ini, alat reproduksinya belum matang untuk melakukan fungsinya. Rahim(uterus) baru siap melakukan fungsinya setelah umur 20 tahun, karena pada masa ini fungsi hormonal melewati masa yang maksimal.

Pada usia 14-18 tahun, perkembangan otot-otot rahim belum cukup baik kekuatan dan kontraksinya sehingga jika terjadi kehamilan rahim dapat rupture (robek). Pada usia 14-19 tahun, sistem hormonal belum stabil, kehamilan menjadi tak stabil mudah terjadi pendarahan dan terjadilah abortus atau kematian janin.

Usia kehamilan terlalu dini dari persalinan memperpanjang rentang usia reproduksi aktif. Hal ini dapat mengakibatkan resiko kanker leher rahim di kemudian hari.

Hal ini menjadi catatan bagi salah para dokter muda Fakultas Kedokteran Universitas Cenderawasih yang kini menjalani coas pada bagian Obstetri dan Ginekologi Sosial RSUD Jayapura,. ketika melaksanakan sosialisasi tentang pernikahan dini di Aula Dinas Kesehatan Provinsi Papua, pekan kemarin.

Sosialisasi yang ditujukan untuk siswa/i Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) se Kota Jayapura diharapkan mampu untuk mendorong pemahaman yang baik bagi remaja sehingga diharapkan remaja dapat berpikir positif dan merasa siap untuk menikah baru melaksanakan pernikahan.

“Jadi mengapa tema pernikahan dini, selain NAPZA, kanker serviks, karena kita tahu bahwa semakin hari, angka dini atau remaja yang menikah di bawah umur 19 Tahun, makin hari semakin meningkat. Hal ini dikarenakan masih minim informasi tentang Dampak dari Pernikah dini itu sendiri,”ungkap dr Fitria Ria Sp.OG, salah satu dokter Bagian Obstetri dan Ginekologi RSUD Jayapura,”katanya.

Dikatakan, secara psikologi kondisi mental yang cenderung masih labil dikhawatirkan akan memberikan dampak negatif bagi psikologi sang anak, apalagi bila belum memiliki pengetahuan mendalam tentang perkawinan dan kehidupan berumah tangga, termasuk semua hak dan kewajiban yang akan dijalani setelah pernikahan.

“Pernikahan dini juga diklaim sebagai salah satu penyebab populer tindakan kekerasan dalam rumah tangga yang terjadi karena cara berpikir yang belum dewasa,”bebernya.

Dirinya mengharapkan agar generasi muda Papua tidak terjebak untuk menikah muda, karena bisa berbahaya bagi kesehatan. Hal ini terutama berdampak pada perempuan, karena memiliki risiko saat mengandung dan melahirkan nanti.

Secara medis, menikah di usia yang terlalu muda dapat mengubah sel normal (sel yang biasa tumbuh pada anak-anak) menjadi sel ganas yang akhirnya dapat menyebabkan infeksi kandungan bahkan kanker.

Sedangkan di dunia kebidanan, hamil di bawah usia 19 tahun memiliki risiko kesehatan seperti mudah menderita anemia, bahkan paling buruk bisa menyebabkan kematian. Fisik remaja pun dinilai belum kuat dan mungkin akan membahayakan proses persalinan.

“Tak hanya bagi sang calon ibu, calon bayi pun ikut dibahayakan, misalnya bayi lahir dengan berat rendah, cedera saat lahir, ataupun komplikasi persalinan yang berdampak pada tingginya mortalitas,” pungkasnya. (yamander yensenem)


Berita Sejenis

Yukkk... Mencoba Bisnis Costume Maker Cosplay

Yukkk... Mencoba Bisnis Costume Maker Cosplay

Menjadi pecinta berat anime dan cosplay menciptakan ide kreatif bagi dara cantik yang satu ini.


Ini Dia, Bekam ala Haji Irwan yang Dipercaya Ampuh Sedot Santet

Ini Dia, Bekam ala Haji Irwan yang Dipercaya Ampuh Sedot Santet

Seorang pria dengan wajah mengerikan mendekati Irwan. Dengan suara lantang dia menghardik dan menantangnya! Siapa dia?


Jaga Pola Makan dan Olahraga untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker

Jaga Pola Makan dan Olahraga untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker

Penyakit kanker, salah satu kategori penyakit membahayakan ini belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, termasuk di Papua


Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Seperti kata pepatah, Cinta tak mengenal umur bahkan jarak. Hal inilah yang sempat membuat kehebohan besar di Kabupaten Donggala dan Kota Palu.


Hancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Hancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih yang sering terjadi dengan prevalensi mendekati 20 persen dan terjadi pada usia produktif (20-50 tahun).


Saling Jatuh Cinta, Pemuda dan Oma Beda 54 Tahun Akhirnya Menikah

Saling Jatuh Cinta, Pemuda dan Oma Beda 54 Tahun Akhirnya Menikah

Mengenakan setelan kemeja putih dan celana kain biru, Sofyan turun dari mobil Innova hitam, sambil tersenyum.


Gradasi Warna untuk Wanita Dinamis Jadi Tren Make Up 2017

Gradasi Warna untuk Wanita Dinamis Jadi Tren Make Up 2017

Dunia fashion tak ubahnya dengan musim. Setiap kali selalu ada perubahan dan modifikasi.


Ingin Tahu Penyebab Kanker? Ini Tiga Diantaranya

Ingin Tahu Penyebab Kanker? Ini Tiga Diantaranya

Yayasan Peduli Kanker Indonesia (YPKI), memberikan sosialisasi terkati dengan bahaya penyakit kanker payudara.


Go Internasionalkan Selendang Wanita Minangkabau

Go Internasionalkan Selendang Wanita Minangkabau

Bernama asli Raden Ayu Alfianingsih. Dia konsisten menghasilkan karya dengan spesialisasi desain kebaya dan baju muslim.


Inalillahi... Jamhuri, Imam Salat Jumat Meninggal saat Sujud Pertama

Inalillahi... Jamhuri, Imam Salat Jumat Meninggal saat Sujud Pertama

Sucikanlah nama Tuhanmu yang Maha Tinggi. Yang menciptakan dan menyempurnakan. Dan yang menentukan dan menunjukkan.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!