Lifestyle
Share this on:

Hati-hati, Obat Kumur Merusak Struktur Flora Normal Mulut

  • Hati-hati, Obat Kumur Merusak Struktur Flora Normal Mulut
  • Hati-hati, Obat Kumur Merusak Struktur Flora Normal Mulut

Meski memiliki banyak kandungan, obat kumur sesungguhnya bersifat antiseptik. Sehingga ia akan membasmi seluruh bakteri dalam mulut.

JAKARTA - Meski memiliki banyak kandungan, obat kumur sesungguhnya bersifat antiseptik. Sehingga ia akan membasmi seluruh bakteri dalam mulut. Padahal, mulut juga membutuhkan bakteri untuk regenerasi sel.

Zat antiseptik tidak memilih, dia bekerja membunuh semua bakteri. Baik bakteri baik maupun jahat. Sesungguhnya, fungsi bakteri bermacam-macam. Termasuk untuk pencernaan dan membantu pembusukan. Sehingga keberadaan bakteri harus terjaga karena mulut membutuhkan mereka. Mengapa?

Dokter gigi Siloam Hospital Balikpapan Patar Jackson menjelaskan, setiap harinya terjadi regenerasi sel dalam mulut. Proses regenerasi tersebut tidak terlepas dari bantuan bakteri. Bayangkan kalau bakteri habis akibat penggunaan obat kumur yang berlebihan. Alhasil dapat mengganggu struktur flora normal dalam mulut.

Flora normal merupakan sebuah siklus kehidupan dalam mulut, di mana terdapat jumlah bakteri seimbang antara bakteri baik dan bakteri jahat. Menurutnya, selama pola hidup sehat dan kesehatan mulut terjaga, maka flora normal dapat hidup.

“Namun, ketika obat kumur yang bersifat antiseptik ini muncul, semua bakteri bisa mati karena sifat antiseptik membunuh. Akibatnya struktur flora normal terganggu. Jadi, sebaiknya tidak setiap hari perlu menggunakan obat kumur,” tutur pria berusia 38 tahun tersebut.

Menurutnya, obat kumur dapat bermanfaat saat gusi dan gigi terlihat tidak sehat. Misalnya mengalami infeksi. Sebab, obat kumur bertujuan mematikan atau meminimalisasi kerja bakteri jahat. Tetapi, jika obat kumur terus-terusan digunakan, bakteri baik dapat ikut mati. Kemudian, hilangnya organisme di rongga mulut itu pasti menimbulkan masalah.

Selain itu, penggunaan obat kumur berlebihan dapat membuat gigi kering. Hal itu karena obat kumur mengandung alkohol. Padahal kondisi mulut harus tetap terjaga basah dan lembap. Efeknya memicu kehadiran jamur atau sariawan. Artinya, alkohol dapat berpengaruh pada kerusakan gigi dan gusi.

“Gunakan obat kumur secukupnya. Intinya untuk menjaga kesehatan gigi cukup dengan menggosok gigi secara rutin dan benar,” sebutnya.

Selama ini, kebanyakan orang memang menggunakan obat kumur untuk menghilangkan bau mulut. Patar mengungkapkan, sebenarnya bau mulut justru diakibatkan dari gigi berlubang, gusi berdarah, hingga karang gigi.

“Jadi, sebaiknya rajin melakukan kontrol gigi ke dokter minimal enam bulan. Karang gigi dapat dibasmi dan bau mulut bisa hilang,” pungkasnya. (gel/rsh/k15/jpg)


Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!