Lifestyle
Share this on:

Hemofilia, Terlambat Berobat Bisa Cacat dan Meninggal

  • Hemofilia, Terlambat Berobat Bisa Cacat dan Meninggal
  • Hemofilia, Terlambat Berobat Bisa Cacat dan Meninggal

Setiap tahun, pada 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia.

BALIKPAPAN - Setiap tahun, pada 17 April diperingati sebagai Hari Hemofilia Sedunia. Dalam rangka memperingatinya, Himpunan Masyarakat Hemofilia Indonesia (HMHI) Kaltim berbagi informasi tentang penyakit kelainan pembekuan darah tersebut.

Syaed Arkan tampak terdiam di atas ranjang Rumah Sakit Umum Daerah dr Kanujoso Djatiwibowo (RSKD) Balikpapan. Bocah tujuh tahun itu harus rutin mengontrol kesehatannya dan mendapatkan injeksi konsentrat faktor pembeku darah agar tetap sehat dan dapat beraktivitas seperti anak lainnya.

Menurut Sekretaris HMHI Kaltim Bobby Seppmaeir, Syaed Arkan merupakan salah satu penderita hemofilia, penyakit kelainan pembekuan darah akibat defisiensi atau kekurangan salah satu protein yang sangat diperlukan dalam pembekuan darah.

“Hemofilia bukan penyakit menular, tetapi terjadi karena kerusakan faktor pembekuan darah. Sekitar 70 persen diturunkan secara genetis (X Link Receive) dan 30 persen lainnya terjadi akibat mutasi genetika,” ujarnya, Rabu (19/4).

Boby mengatakan, seorang pria cenderung menjadi pengidap, sedangkan perempuan menjadi pewaris atau pembawa mutasi gen tersebut. Ada beberapa jenis hemofilia, yaitu hemofilia A atau defisiensi faktor VIII. Pengobatannya dengan pemberian FVIII (transfusi kriopresipitat atau konsentrat FVIII).

“Kemudian hemofilia B atau defisiensi faktor IX (F IX). Pengobatan dengan pemberian F IX (transfusi Fresh Frozen Plasma atau konsentrat F IX),” papar pria asal Balikpapan tersebut.

Selain itu, sambungnya, ada hemofilia berat dengan tingkat defisiensi 1 persen. Biasanya pasien dapat mengalami perdarahan spontan 1-2 minggu sekali. Hemofilia sedang dengan tingkat defisiensi 1-5 persen, seperti yang diderita Boby. Biasanya, pasien mengalami perdarahan spontan minimal sebulan sekali.

“Dan ada hemofilia ringan dengan tingkat defisiensi 6-24 persen. Pasien tidak mengalami perdarahan spontan. Ada beberapa gejala hemofilia, seperti saat mengalami perdarahan akan sulit berhenti. Jika ada luka, terutama setelah operasi, mencabut gigi, sunat, atau luka berat akibat kecelakaan,” ucapnya.

Pasien juga merasakan gejala perdarahan spontan yang berulang disertai rasa nyeri yang hebat di sendi dan otot rongga tubuh lainnya. Bila pasien terbentur sesuatu, akan muncul lebam biru dan bengkak tanpa sebab yang jelas.

Boby menuturkan tentang perdarahan yang dialami pasien hemofilia. Umumnya, perdarahan disertai rasa nyeri, perdarahan dapat terjadi di daerah tubuh yang sama atau berbeda. “Perdarahan bisa terjadi di berbagai tempat, paling sering di sendi dan otot yang terlihat bengkak, nyeri bila disentuh atau digerakkan bahkan sering menimbulkan kepincangan atau cacat permanen,” ungkapnya.

Sebagian besar pasien hemofilia tentu memiliki kekhawatiran dan harus berhati-hati untuk menghindari perdarahan, terutama berhati-hati saat berkendara. Boby menceritakan, di Eropa pasien bisa mengirimkan e-mail ke rumah sakit jika kehabisan obat dan rumah sakit akan mengirim obat ke rumah pasien.

“Kalau saya sekarang sudah bisa berkendara sendiri, dan sebagian pasien lain juga begitu. Makanya, di Kaltim kami meminta rumah sakit menyiapkan obat, saya juga ada stok, untuk berjaga-jaga kalau ada teman lain yang mengalami perdarahan karena kecelakaan. Jadi, bisa langsung disuntikan obat,” tukasnya. (riz/k16/jpg)


Berita Sejenis

Penuhi Wasiat, Nenek 98 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot yang Jadi Satu dengan Makam Suaminya

Penuhi Wasiat, Nenek 98 Tahun Tinggal di Gubuk Reyot yang Jadi Satu dengan Makam Suaminya

Cinta bisa membuat siapa saja irasional. Begitu juga Nenek Onih (98) yang rela tinggal di gubur reyot hanya untuk ’dekat’ dengan sang suami.


Yukkk... Mencoba Bisnis Costume Maker Cosplay

Yukkk... Mencoba Bisnis Costume Maker Cosplay

Menjadi pecinta berat anime dan cosplay menciptakan ide kreatif bagi dara cantik yang satu ini.


Awas, Pernikahan Dini Berpotensi Kanker Mulut Rahim dan Serviks

Awas, Pernikahan Dini Berpotensi Kanker Mulut Rahim dan Serviks

Pernikahan dini kini semakin tidak terbendung, bahkan kini mulai didominasi oleh anak di bawah usia 20 tahun.


Catat, Novel Erotis Ternyata Berbahaya buat Ibu Hamil

Catat, Novel Erotis Ternyata Berbahaya buat Ibu Hamil

Apa hal terburuk yang bisa disebabkan novel erotis? Terinspirasi tapi tidak punya pasangan? Well, itu juga sih.


Ini Dia, Bekam ala Haji Irwan yang Dipercaya Ampuh Sedot Santet

Ini Dia, Bekam ala Haji Irwan yang Dipercaya Ampuh Sedot Santet

Seorang pria dengan wajah mengerikan mendekati Irwan. Dengan suara lantang dia menghardik dan menantangnya! Siapa dia?


Hanya Dibekam, Kakek 61 Tahun pun Bisa Kembali Perkasa

Hanya Dibekam, Kakek 61 Tahun pun Bisa Kembali Perkasa

Kakek 61 Tahun dari Pengadang Lombok Tengah itu datang ke Rumah Bekam, dengan wajah resah.


Jaga Pola Makan dan Olahraga untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker

Jaga Pola Makan dan Olahraga untuk Deteksi Dini Penyakit Kanker

Penyakit kanker, salah satu kategori penyakit membahayakan ini belum sepenuhnya dipahami oleh masyarakat, termasuk di Papua


Di Tangan Ibu-ibu PKK, Limbah Plastik Jadi Bernilai mahal

Di Tangan Ibu-ibu PKK, Limbah Plastik Jadi Bernilai mahal

Limbah plastik yang tidak ada nilainya ternyata bisa disulap anggota PKK Kelurahan Kejambon.


Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Dari Smule, Pria Banglades Ini Jalin LDR dengan Wanita WNI

Seperti kata pepatah, Cinta tak mengenal umur bahkan jarak. Hal inilah yang sempat membuat kehebohan besar di Kabupaten Donggala dan Kota Palu.


Hancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Hancurkan Batu Ginjal Tanpa Operasi

Batu ginjal adalah penyakit saluran kemih yang sering terjadi dengan prevalensi mendekati 20 persen dan terjadi pada usia produktif (20-50 tahun).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!