• Home
  • Berita Lokal
  • Ada Kabag Jadi Kepala Dinas, Mutasi ASN di Kabupaten Tegal Dipertanyakan

Lokal
Share this on:

Ada Kabag Jadi Kepala Dinas, Mutasi ASN di Kabupaten Tegal Dipertanyakan

  • Ada Kabag Jadi Kepala Dinas, Mutasi ASN di Kabupaten Tegal Dipertanyakan
  • Ada Kabag Jadi Kepala Dinas, Mutasi ASN di Kabupaten Tegal Dipertanyakan

Akhir tahun 2016 lalu, Pemkab Tegal telah melaksanakan mutasi ratusan pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya.

SLAWI - Akhir tahun 2016 lalu, Pemkab Tegal telah melaksanakan mutasi ratusan pejabat aparatur sipil negara (ASN) di lingkungannya. Namun, mutasi itu dinilai ada kejanggalan karena ada seorang kepala bagian (kabag) yang langsung diangkat menjadi kepala dinas.

Padahal, jika mendasari aturan yang ada, kabag tersebut harus mengikuti seleksi jabatan atau lelang jabatan. "Kenapa langsung diangkat menjadi kepala dinas (eselon II). Ini kan janggal. Mestinya harus diseleksi dulu," kata Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tegal Agus Solichin, kemarin.

Agus mengungkapkan, kabag itu saat ini menjabat sebagai kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Tata Ruang dan Pertanahan Kabupaten Tegal. Sebelumnya, dia menjabat sebagai kabag Sumberdaya Alam Setda Kabupaten Tegal.

Menurut pentolan Partai Golkar ini, walau kabag tersebut sudah pernah mengikuti lelang jabatan pada akhir 2015 lalu, tapi itu bukan untuk dinas perumahan rakyat. Melainkan seleksi jabatan kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) yang saat itu masih kosong.

Meski itu satu rumpun, tapi setidaknya ada aturannya sendiri untuk mengangkat menjadi eselon II. "Waktu itu kan seleksi DPU, bukan dinas yang sekarang (perumahan rakyat)," ucapnya.

Ironisnya, lanjut Agus, kenapa kepala Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (BP2D) tidak sekalian didefinitifkan. Padahal, BP2D juga serumpun dengan Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD) yang saat ini sudah dipisah menjadi dua.

Jika pengangkatan kabag menjadi kepala dinas tidak melanggar aturan, mestinya pejabat lainnya yang pernah mengikuti seleksi jabatan pada 2015 lalu, juga bisa diangkat menjadi kepala BP2D. Sebab, pada seleksi 2015 lalu, ada beberapa pejabat yang nilainya memenuhi syarat untuk menjadi kepala BP2D.

"Kalau Satpol yang plt (pelaksana tugas) tidak masalah, karena waktu itu tidak ada seleksi jabatan kepala Satpol. Tapi kalau DPPKAD, kan ada beberapa pejabat yang mengikuti seleksi," bebernya.

Hal senada juga diungkapkan Ketua Fraksi Partai Golkar DPRD Kabupaten Tegal M. Khuzaeni. Dia berharap, kepala BP2D harus segera didefinitifkan seperti Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, Tata Ruang dan Pertanahan. Itu mengingat DPPKAD juga serumpun dengan BP2D seperti DPU dengan Perumahan Rakyat.

"Kenapa tidak bisa seperti itu, padahal kan serumpun juga," ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Kabupaten Tegal Munif mengaku akan konsultasi ihwal permasalahan tersebut ke Komisi ASN dan Menpan RB. Rencananya, dia akan berangkat ke Jakarta pekan depan. "Nanti kami konsultasikan dulu. Benar atau tidaknya, nanti hasilnya saya paparkan ke media," tukasnya.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Tegal Edi Budiyanto mengelak jika pengangkatan kabag menjadi kepala dinas itu salah. Sebab, kabag atas nama Hery Suhartono sudah pernah mengikuti seleksi jabatan pada akhir 2015 lalu.

"Waktu itu, nilai Pak Hery juga bagus. Masuk tiga besar," ucapnya singkat, saat ditemui beberapa hari yang lalu. (yer/zul)

Berita Sebelumnya


Berita Sejenis

Kantongi Identitas Pelaku, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Sesama Jenis

Kantongi Identitas Pelaku, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan Sesama Jenis

Pascamelakukan olah TKP petugas Polres Tegal mengaku telah mengantongi pelaku penganiayaan terhadap Sori (45).


Duh... Cemburu, Pemilik Salon Dianiaya Pasangan Sesama Jenisnya

Duh... Cemburu, Pemilik Salon Dianiaya Pasangan Sesama Jenisnya

Sori (40), pemiilik Sori Rumah Manten asal Tarub Kabupaten Tegal diduga menjadi korban penganiayaan yang dilakukan teman prianya


Banjir Brebes, 5.200 Orang Masih Mengungsi

Banjir Brebes, 5.200 Orang Masih Mengungsi

Jumlah pengungsi di hari kedua pasca banjir akibat jebolnya tanggul Sungai Pemali di Desa Terlangu Kabupaten Brebes, berangsur berkurang.


Berangsur Surut, Korban Kebanjiran Bagi Tugas Jaga Rumah

Berangsur Surut, Korban Kebanjiran Bagi Tugas Jaga Rumah

Meski sudah berangsur surut, banjir masih menggenangi ratusan rumah di Kelurahan Krandon dan Kaligangsa Kecamatan Margadana Kota Tegal.


Tanggul Jebol di Empat Titik, Penyebab Utama Banjir di Brebes

Tanggul Jebol di Empat Titik, Penyebab Utama Banjir di Brebes

Banjir yang menggenangi sejumlah kecamatan di Kabupaten Brebes, belum menunjukkan tanda-tanda surut, dengan ketinggian bervariasi.


Hampir Saja Diinjak-injak Ibunya, Seorang Balita Langsung Diamankan Polisi

Hampir Saja Diinjak-injak Ibunya, Seorang Balita Langsung Diamankan Polisi

Warga Desa Sokawangi Kecamatan Taman Kabupaten Pemalang digegerkan dengan aksi penganiayaan ibu kandung terhadap anaknya sendiri.


Bupati Nyatakan Brebes Siaga 1 Banjir

Bupati Nyatakan Brebes Siaga 1 Banjir

Sejumlah kecamatan di Kabupaten Brebes hingga kini masih tergenang banjir.


Banjir Masih Merendam Brebes, Jumlah Pengungsi Bertambah

Banjir Masih Merendam Brebes, Jumlah Pengungsi Bertambah

Hingga kini banjir yang melanda sebagian wilayah Kabupaten Brebes belum juga surut.


Terendam Lumpur, Ribuan Hektare Padi dan Bawang Terancam Puso

Terendam Lumpur, Ribuan Hektare Padi dan Bawang Terancam Puso

Ribuan hektare tanaman milik petani di sebagian wilayah Kabupaten Brebes terancam gagal panen.


GOR Penuh, DPRD Brebes pun Dijadikan Tempat Pengungsian

GOR Penuh, DPRD Brebes pun Dijadikan Tempat Pengungsian

Gedung DPRD Kabupaten Brebes dijadikan lokasi pengungsian banjir yang merendam sejumlah desa di Kecamatan Brebes.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!