• Home
  • Berita Lokal
  • Astaghfirullohaladzim... Lima Bocah Disodomi Tiga Pelaku yang Masih di Bawah Umur

Lokal
Share this on:

Astaghfirullohaladzim... Lima Bocah Disodomi Tiga Pelaku yang Masih di Bawah Umur

  • Astaghfirullohaladzim... Lima Bocah Disodomi Tiga Pelaku yang Masih di Bawah Umur
  • Astaghfirullohaladzim... Lima Bocah Disodomi Tiga Pelaku yang Masih di Bawah Umur

Lima bocah di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan di Desa Kaligangsa Kulon Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes.

BREBES - Lima bocah di bawah umur diduga menjadi korban pencabulan di Desa Kaligangsa Kulon Kecamatan Brebes Kabupaten Brebes. Kasus tersebut kini menjadi buah bibir masyarakat setempat mengingat pelaku yang diduga tiga anak juga diketahui masih di bawah umur dan masih teman bermainnya.

Korban yang seluruhnya masih sekolah SD itu diduga menjadi korban pencabulan oleh tiga pelaku, yakni RM (12), EG (12), dan RZ (13). Dari kasus tersebut, orang tua dari dua anak yang menjadi korban telah melaporkan kasus tersebut ke Polres Brebes dengan membawa hasil visum dari rumah sakit, kemarin.

Hingga kini, kasus tersebut juga telah dalam pendampingan tim Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Brebes.

Terbongkarnya kasus tersebut, bermula dari penuturan salah seorang korban kepada orangtuanya yang mengaku telah disuruh mengoral kemaluan pelaku dan disodomi tiga temannya. Korban sempat takut mengadukan masalah tersebut karena diancam pelaku. Setelah dikorek keterangan lebih jauh, aksi tersebut disinyalir sudah berlangsung lebih dari setahun yang lalu.

”Awalnya cucu saya nggak ngaku kalau sudah disodomi sama anak-anak nakal itu. Tapi setelah saya dedes (tanya, Red.) minta untuk bilang apa yang sebenarnya terjadi akhirnya ngaku dan melakukan perbuatan karena adanya paksaan,” ucap Ida, nenek salah seorang korban.

Informasi yang berhasil dihimpun menyebutkan, dalam aksinya, ketiga pelaku selalu mengajak ke tempat-tempat yang sepi, misalnya di bawah terowongan rel kereta api yang berada tak jauh dari desanya.

Selain itu juga di dalam kamar sebuah rumah milik temannya. Pelaku pun tak segan-segan memukul korbannya, apabila keinginan bejatnya tidak dituruti.

”Saya minta kasus ini segera ditangani dan ditanggapi oleh pihak yang berwajib ataupun yang berwenang. Kami sebagai orang tua korban nggak terima anak saya digituin (sodomi) sama pelaku atau pelaku pindah desa saja karena bikin takut para orang tua,” ucap seorang orang tua korban lain yang namanya enggan disebutkan.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Dinas Perlindungan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (DP3KB) Rini Pujiastuti mengaku prihatin dengan kasus tersebut. Apalagi pelaku maupun korban, seluruhnya masih di bawah umur.

Berdasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2014 dan UU tentang penyelenggaraan Perlindungan Anak bahwa pelaku atau korban kalau semua adalah anak pemerintah wajib hadir untuk memberikan pendampingan.

”Baik korban atau pun pelaku memang masih berusia anak-anak (di bawah umur), makanya kita berikan pendampingan kepada para korban dan pelaku. Selain itu, juga pihaknya berusaha untuk memutus rantai agar kasus itu tidak terjadi lagi,” ucap Rini Pujiastuti.

Menurut dia, saat ini yang terpenting adalah pendampingan memulihkan kondisi psikologis korban agar tidak depresi dan menjadi pelaku selanjutnya. Selain itu, memutus mata rantai kejadian agar tidak terulang lagi. Para orang tua ataupun masyarakat diimbau lebih memperhatikan lingkungan masing-masing.

”Awasi pergaulan anak-anak sendiri, karena peran masyarakat sendiri yang dapat mencegah dari perilaku menyimpan seperti ini,” tutup dia. (ism/zul)


Berita Sejenis

Ditutup Permanen, WTS yang Terverifikasi Akan Terima Rp5 Juta

Ditutup Permanen, WTS yang Terverifikasi Akan Terima Rp5 Juta

Menjelang penutupan, tim dari Kemensos melakukan verifikasi terhadap sejumlah WTS yang menghuni lokalisasi di Pantura Kabupaten Tegal.


Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Tiga Rumah Warga Guci Terbakar usai Tersambar Petir

Sedikitnya tiga rumah di Desa Guci RT 3 RW 2 Kecamatan Bojong Kabupaten Tegal terbakar, Kamis (27/4) siang.


Jika Aspirasi Tak Didengar, Cak Imin Undang Nelayan ke Jakarta

Jika Aspirasi Tak Didengar, Cak Imin Undang Nelayan ke Jakarta

Selain Nelayan, ternyata dampak pelarangan penggunaan alat tangkap cantrang juga dirasakan pelaku usaha perikanan lainnya.


Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Misterius, Sudah Lima Hari Tiga ABG Tak Pulang-pulang

Tiga anak baru gede (ABG) asal Petarukan dinyatakan hilang. Ketiganya meninggalkan rumah sejak Sabtu sore (22/4) pukul 16.00.


Dugaan Kasus ZF Dicermati BK, Pelapor Ngaku Kerap Diancam

Dugaan Kasus ZF Dicermati BK, Pelapor Ngaku Kerap Diancam

Badan Kehormatan masih memproses laporan anggota DPRD Brebes berinisial ZF terkait kasus dugaan cinta segitiga sesama jenis.


Pimen Kiye... Jalan ke Situs Kingkong dan Gajah Purba kok Rusak

Pimen Kiye... Jalan ke Situs Kingkong dan Gajah Purba kok Rusak

Rasa penasaran warga untuk melihat langsung fosil Kingkong di Situs Purbakala Semedo terkendala akses jalan ke kawasan tersebut yang rusak parah.


Wow... Ternyata Kingkong Pernah Ada di Tegal

Wow... Ternyata Kingkong Pernah Ada di Tegal

Kera raksasa yang kondang disebut Kingkong, ternyata pernah hidup di Kabupaten Tegal.


Awas! Seleksi Pamong Rawan Kolusi

Awas! Seleksi Pamong Rawan Kolusi

Seleksi pamong atau perangkat desa yang sedang dilakukan di sejumlah desa di Kabupaten Tegal dinilai rawan kolusi.


Pendaki Gunung Slamet Dilarang Gunakan HP

Pendaki Gunung Slamet Dilarang Gunakan HP

Belajar dari musibah yang menewaskan sejumlah pendaki di Gunung Prahu, warga yang melakukan pendakian di Gunung Slamet diminta untuk waspada.


Ganti Rugi Tahap Pertama Rp17,3 Miliar, Mulai Dibayar

Ganti Rugi Tahap Pertama Rp17,3 Miliar, Mulai Dibayar

Warga pemilik lahan yang terkena dampak pembangunan flyover Kretek Desa Taraban Paguyangan mulai menerima pembayaran uang ganti rugi.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!