Lokal
Share this on:

Banyak Truk Nyangkut Portal, Sopir Pilih Balik Arah

  • Banyak Truk Nyangkut Portal, Sopir Pilih Balik Arah
  • Banyak Truk Nyangkut Portal, Sopir Pilih Balik Arah

BUMIAYU - Sejumlah truk dengan ketinggian empat meter terpaksa balik kanan saat melintas di ruas jalan nasional Tegal-Purwokerto wilayah Paguyangan. Kondisi tersebut menyusul dilakukannya pemasangan Portal pembatas ketinggian di depan terminal lama Bumiayu di wilayah Pagojengan sejak, Senin (17/4) lalu.

Pantauan di lapangan kemarin, meski ketinggian portal sudah ditambah menyusul aksi protes dari pengurus dan kru bus karena armadanya tidak bisa melintas, namun sejumlah truk dengan bodi cukup tinggi masih saja nekat melintas lokasi tersebut.

"Masih ada truk tinggi melintas, kadang malah bikin antrian kendaraan yang dibelakangnya,"ungkap Fahrudin, warga sekitar.

Dikatakan, beberapa truk terpaksa menurunkan sebagian muatannya untuk dipindah ke kendaraan lebih kecil saat akan melintas di lokasi portal.

"Seperti truk kayu, kebetulan akan dikirim ke wilayah sekitar Paguyangan. Tapi karena ada portal, terpaksa muatannya dipindah sebagian," jelasnya.

Berbeda halnya dengan bus, di mana setelah dilakukan peninggian tiang portal maka sudah bisa melintasi dengan lancar. Kondisi ini berbeda saat hari pertama pemasangan, di mana sejumlah bus tidak bisa melintas karena tiang portal tersangkut pada komponen AC yang ada di atap bus.

"Sekarang bus sudah bisa lewat, karena portal dinaikan sekitar 20 centimeter dari sebelumnya," lanjut dia.

Sementara, pelaksana lapangan PT Adhi Karya Banon mengatakan, pemasangan portal dilakukan untuk kelancaran pemasangan pier head flyover. Adapun ketinggian portal sebelumnya adalah 3,7 meter, namun karena kondisi permukaan jalan di bawah portal tidak rata maka tidak dapat dilintasi oleh bus.

"Pada portal sebelemnya tertulis tiga meter tapi tinggi sebenarnya 3,7 meter. Namun karena ternyata masih menyentuh atap bus, maka dilakukan peninggian tiang sekitar 20 centimeter,"jelasnya.

Pembatasan ketinggian, lanjut dia, dilakakukan untuk mencegah kendaraan besar dengan muatan tinggi menabrak komponen besi barier atas yang digunakan dalam proses pemasangan pier head.

"Prosesnya sendiri sekitar 22 hari, jadi selama itu kita berupaya untuk mengamankan lokasi proyek," terangnya.

Kasatlantas Polres Brebes AKP Arfan Zulkan Sipayung melalui Kepala Pos Lalu Lintas (Kaposlantas) Bumiayu Aiptu Susgundhi Atmiko mengatakan, pembatasan ketinggian seiring dengan tahapan dalam pengerjan pembangunan fly over Kretek.

"Kendaraan besar yang membawa barang dibatasi ketinggian maksimal 3,7 meter. Jika memaksakan, bisa mengenai pilar fly over (P1) yang saat ini dalam pengerjaan komponen," papat Gundhi.

Selain itu, Satlantas Polres Brebes telah mensosilaisasikan larangan melintas diberlakukan bagi kendaraan dua sumbu, dimensi 3 meter dan berat 8 ton. Larangan tersebut didasarkan pada Keputusan Dirjen Perhubungan Darat Nomor SK.1049/AJ 401/DRJD/2917 Tanggal 7 Maret 2017. (pri/har/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

2.030 Rumah di Kota Tegal Tak Layak Huni

2.030 Rumah di Kota Tegal Tak Layak Huni

Rumah tidak layak huni (RTLH) yang perlu di rehab di Kota Tegal ternyata cukup banyak. Berdasarkan data di 2016, sedikitnya ada 2.030 unit.


Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Angkutan Umum Ancam Mogok Lagi

Jika Tuntutan Tak Dipenuhi, Angkutan Umum Ancam Mogok Lagi

Sopir angkutan umum di Kabupaten Tegal mengancam akan kembali menggelar aksi dan mogok beroperasi jika keberadaan angkutan online kian marak.


Usai Tenangkan Massa, Ketua Organda Lalu Nyatakan Mundur

Usai Tenangkan Massa, Ketua Organda Lalu Nyatakan Mundur

Aksi demonstrasi awak sopir angkutan pedesaan dan perkotaan di Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa), Kamis (16/11), yang menuntut Gojek Online ditutup semakin memanas


Ini Tuntutan Sopir Angkutan Umum yang Mogok Beroperasi

Ini Tuntutan Sopir Angkutan Umum yang Mogok Beroperasi

Ratusan sopir angkutan umum se Kabupaten Tegal mogok beroperasi dan menggelar apel bersama untuk menuntut pemerintah daerah mengatur angkutan online.


Ratusan Angkutan Umum di Kabupaten Tegal Mogok Beroperasi

Ratusan Angkutan Umum di Kabupaten Tegal Mogok Beroperasi

Ratusan sopir angkutan umum se Kabupaten Tegal berhenti beroperasi dan menggelar apel bersama, Kamis (16/11).


Di Kota Tegal, 219 Orang Terjangkit HIV/AIDS, Paling Banyak Pria Penyuka Sesama Jenis

Di Kota Tegal, 219 Orang Terjangkit HIV/AIDS, Paling Banyak Pria Penyuka Sesama Jenis

Hingga Oktober 2017 jumlah warga yang terinfeksi HIV/AIDS telah mencapai 219 orang. Dari data itu, jumlah terbanyak ditempati lelaki suka lelaki (LSL).


Kecewa, Warga Desa Sukareja Blokir Jalan dan Hadang Dump Truk Material Proyek Tol Pejagan-Pemalang

Kecewa, Warga Desa Sukareja Blokir Jalan dan Hadang Dump Truk Material Proyek Tol Pejagan-Pemalang

Warga Desa Sukareja Kecamatan Warureja Kabupaten Tegal kembali memblokir jalan desa yang digunakan untuk akses lewat dump truk proyek jalan tol Pejagan-Pemalang


Sebut Pemilih Lanjut Usia Sebabkan Banyak Surat Suara Rusak di Pilkades, Camat Suradadi Cabut Ucapannya

Sebut Pemilih Lanjut Usia Sebabkan Banyak Surat Suara Rusak di Pilkades, Camat Suradadi Cabut Ucapannya

Camat Suradadi Kabupaten Tegal meminta maaf menyusul pernyataannya yang menyebut adanya ratusan kertas suara yang dinyatakan tidak sah.


Tolak Penurunan Tarif, Sopir Gojek Gelar Aksi

Tolak Penurunan Tarif, Sopir Gojek Gelar Aksi

Puluhan sopir ojek on line menggelar aksi di depan kantor mereka di Jalan Sultan Agung Kota Tegal, Senin (13/11) siang.


Kuatir Buat Onar, 40 Bonek Diunjal Truk Dalmas

Kuatir Buat Onar, 40 Bonek Diunjal Truk Dalmas

40-an suporter Persebaya Surabaya (bonek), yang tengah mangkal di Stasiun Besar Kereta Api Kota Tegal diangkut Satuan Sabhara Polres Tegal Kota, kemarin.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!