• Home
  • Berita Lokal
  • "Baru Sekarang Mau Nyentuh Istri Bingung, karena Mandinya Bagaimana?"

Lokal
Share this on:

"Baru Sekarang Mau Nyentuh Istri Bingung, karena Mandinya Bagaimana?"

  • "Baru Sekarang Mau Nyentuh Istri Bingung, karena Mandinya Bagaimana?"
  • "Baru Sekarang Mau Nyentuh Istri Bingung, karena Mandinya Bagaimana?"

WARGA - Warga Kelurahan Sugihwas berunjukrasa memprotes kualitas air bersih dari PDAM Tirta Mulia Pemalang. (sulung p/radar pemalang)

PEMALANG - Solusi jangka pendek yang diberikan PDAM Tirta Mulia dinilai tidak memecahkan persoalan kelangkaan air yang dialami warga di Kelurahan Sugihwaras Kecamatan Pemalang Kabupaten Pemalang. Solusi jangka pendek yang dimaksud adalah dengan menyetok tangki air (droping) di beberapa titik tertentu di wilayah tersebut.

Karena kondisi itu keresahan warga pun memuncak dan meluapkan kekesalalannya di hadapan pihak PDAM Tirta Mulia Pemalang. Unjuk rasa dan audiensi difasilitasi di Pendapa Kelurahan setempat, kemarin.

Saat itu, tak kurang 30 warga datang dengan membawa beragam spanduk dan poster, salah satunya bertuliskan 'PDAM SEHAT?' yang seluruhnya ditulis menggunakan huruf kapital.

Mereka yang datang di aksi tersebut mengatasnamakan diri sebagai Aliansi Masyarakat Sugihwaras. Kordinator aliansi masyarakat sugihwarad Ali Pertelon mengatakan, kelangkaan air di Kelurahan Sugihwaras sudah berlangsung hampir dua bulan yang membuat pelanggan kecewa.

"Sebelum bulan puasa kemarin air sudah mampet, kalau ngalir pun cuma menetes. Coba bayangkan!,"kata dia dengan nada tinggi.

Dia mengatakan, sebelumnya warga sudah melaporkan keresahan mereka ke PDAM melalui lurah dan camat Pemalang. Pihak PDAM pun saat itu memberikan solusi jangka pendek dengan mengedrop dua tangki air.

Namun sekarang, solusi tersebut dirasa tidak memececahkan persoalan yang dihadapi. Karena kenyataannya, kata dia, warga tetap kekurangan pasokan air. "Sugihwaras ini luas, dua tangki air sangat tidak mencukupi semua kebutuhan," katanya.

Salah seotang warga Syaiful mengaku, karena kelangkaan air tersebut membuat dia jarang mandi, aktifitas rumah tangganya pun keteteran. "Baru sekarang saya alami, mau nyentuh istri pun saya bingung karena nanti mandinya bagaimana?" ungkapnya.

Hadir dalam audiensi tersebut Camat Pemalang Suhirman, Lurah Sugihwaras Febri Jatmiko dan jajaran direksi PDAM Tirta Mulia Pemalang. Mereka duduk dibarisan depan antara lain Direktur Umum, Direktur Tehnis, Humas dan hukum, serta Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Tirta Mulia Pemalang.

Dalam kesempatan itu Kabag Hubungan Pelanggan PDAM Heru Condro menjelaskan, bahwasnya dua tangki air yang diantarkan kerap salah sasaran. Sehingga air yang seharusnya dipusatkan di titik tertentu justru mengarah ke titik lainnya.

Hal itu karena kurangnya koordinasi antara pihak PDAM dan warga. "Jadi di lapangan, yang seharusnya tangki ini untuk RW ini misalnya, malah sudah dihentikan dulu di jalan oleh RW itu. Yang terjadi seperti itu," jelasnya.

PDAM pun akan memberikan solusi lain yaitu dengan membuat empat bak penampuangan air di titik-titik yang alirannya terganggu di wilayah Sugihwaras Pemalang. "Nanti kami akan membuat bak penampungan di lokasi yang sekiranya alirannya terganggu, di empat lokasi," jelasnya.

Namun, solusi bak penampungan yang baru ditawarkan itu pun langsung menuai kritik oleh warga yang hadir saat itu juga. Ali Pertelon memandang, keberadaan bak penampungan malah bisa berpotensi memicu warga saling berebutan air, sehingga sangat memungkinkan berujung pertengkaran.

"Yang kami butuhkan, air PDAM terus lancar setiap saat. Tidak solusi darurat seperti ini, karena kami pelanggan juga tidak pernah terlambat membayar," tegasnya.

Dalam auidensi itu warga juga menyinggung terkait biaya minimum pelanggan, yang harus 10 kubik. Sementara menurut warga, itu dinilai memberatkan karena air yang digunakan tidak mencapai 10 kubik.

Warga pun saat itu mempertanyakan kemana larinya uang tersebut sehingga tidak bisa digunakan untuk perbaikan. Heru Condro pun kembali menanggapi, bahwanya biaya tersebut digunakan untuk subsidi silang yang diperuntukkan bagi pelanggan yang kurang mampu.

Di akhir pertemuan, pihak PDAM mengaku, akan memperbaiki seluruh saluran air di wilayah tersebut. Untuk solusi darurat, siang itu juga PDAM Tirta Mulia Pemalang mendatangkan lima unit tangki air sekaligus, yang sebelumnya hanya dua. (sul/har/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya

Video

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!