• Home
  • Berita Lokal
  • Bu Susi, 79 Pemilik Kapal Masih Utang Bank Rp59 Miliar, Tolong Cantrang Jangan Dilarang

Lokal
Share this on:

Bu Susi, 79 Pemilik Kapal Masih Utang Bank Rp59 Miliar, Tolong Cantrang Jangan Dilarang

  • Bu Susi, 79 Pemilik Kapal Masih Utang Bank Rp59 Miliar, Tolong Cantrang Jangan Dilarang
  • Bu Susi, 79 Pemilik Kapal Masih Utang Bank Rp59 Miliar, Tolong Cantrang Jangan Dilarang

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) menggelar aksi mimbar bebas, Kamis (12/1).

TEGAL - Ribuan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) menggelar aksi mimbar bebas, Kamis (12/1). Dalam aksinya mereka menuntut pemerintah mencabut pelarangan cantrang yang merugikan mereka.

Ketua PNKT Susanto Agus mengatakan aksi dilakukan sebagai bentuk untuk memperjuangkan nasib nelayan cantrang. Sebab, segala upaya dan usaha sudah jalani mulai aksi ke DPRD, eksekutif bahkan sampai ke Jakarta sudah dilakukan.

“Namun, agaknya aspirasi kami belum didengar. Sehingga kami kembali menggelar aksi ini untuk memperjuangkan hak kami,” katanya.

Menurut Susanto, kalau cantrang dilarang maka harus ada solusi yang tepat. Kalau memang dirasa cantrang membuat kerugian dan kekayaan laut dikhawatirkan habis maka bisa dipindah.

“Namun, kami tetap meminta agar cantrang tidak dilarang. Karena ini menyangkut hajat hidup orang banyak,” paparnya.

Susanto mengungkapkan di Kota Tegal dari 576 anggota PNKT, hampir menggunakan alat tangkap cantrang semua. Dan hampir 85 persen dari kapal yang ada di Kota Tegal di dominasi jenis Cantrang.

Selain itu, kata Susanto, jika cantrang dilarang maka banyak pemilik kapal yang akan menderita. Sebab, dari data yang diperoleh pihaknya, saat ini ada sekitar 78 pemilik kapal masih berhutang sekitar Rp59 miliar di bank.

“Kalau cantrang di larang maka banyak dari nelayan yang tidak bisa mengangsur. Kalau memang tidak bisa, maka kami memohon ada perpanjangan waktu sampai 2 tahun agar cantrang diperbolehkan di ijinkan,” tegasnya. (muj/zul)


Berita Sejenis

Di Brebes, Pemerintah Desa Akan Dilarang Pungut Pologoro

Di Brebes, Pemerintah Desa Akan Dilarang Pungut Pologoro

Kendati sudah berlangsung secara turun temurun, pologoro akhirnya bakal dilarang di Kabupaten Brebes.


Surat Merger Diteken kok Mahasiswa Akper Belum Tenang?

Surat Merger Diteken kok Mahasiswa Akper Belum Tenang?

Mahasiswa Akper Pemkot Tegal menyatakan masih belum tenang, meski surat permohonan penggabungan (merger) ke Kemenkes dinyatakan telah dikirim Pemkot.


Ini 13 Tuntutan Warga Desa Tonggara ke PT. Waskita

Ini 13 Tuntutan Warga Desa Tonggara ke PT. Waskita

Meski belum ditemui oleh pihak PT Waskita dan para pemilik Koari masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa tetap menyampaikan tuntutannya.


Sebabkan Jalan Rusak, Warga Juga Demo Pemilik Kuari

Sebabkan Jalan Rusak, Warga Juga Demo Pemilik Kuari

Warga Desa Tonggara Kecamatan Kedungbanteng bukan saja mendemo balai desa setempat. Kuari yang ada di Desa Tonggara juga didemo.


Pindah Lagi PKL, Bupati Masih Tunggu Rekomendasi Dewan

Pindah Lagi PKL, Bupati Masih Tunggu Rekomendasi Dewan

Bupati Tegal Enthus Susmono menyetujui dipindahnya para PKL dari Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) menuju ke Jalan Letjen Suprapto Slawi.


Di Brebes Ada Kampung Adat Jalawastu yang Tak Kenal Semen dan Keramik

Di Brebes Ada Kampung Adat Jalawastu yang Tak Kenal Semen dan Keramik

Kabupaten Brebes hingga kini masih menyimpan beragam budaya dan kearifan lokal.


Blangko Langka, 7.000 Warga Belum Kantongi KTP Elektronik

Blangko Langka, 7.000 Warga Belum Kantongi KTP Elektronik

Sedikitnya 7.000 warga di Kecamatan Sirampog Kabupaten Brebes hingga saat ini masih belum memiliki KTP Elektronik.


Bocor, Kapal Barokah Kandas, 10 ABK Asal Kabupaten Tegal Selamat

Bocor, Kapal Barokah Kandas, 10 ABK Asal Kabupaten Tegal Selamat

Kapal nelayan yang membawa 10 abak buah kapal (ABK) asal Suradadi, Kabupaten Tegal tenggelam di Perairan Suradadi Kabupaten Tegal.


Ingat, Mobil Dilarang Lintasi Jembatan Penguripan

Ingat, Mobil Dilarang Lintasi Jembatan Penguripan

Warga di sekitar Jembatan Penguripan melarang kendaraan roda empat melintas.


Awas! Diduga Ratusan Granat Aktif Masih Tertimbun di Lahan Milik Warga

Awas! Diduga Ratusan Granat Aktif Masih Tertimbun di Lahan Milik Warga

Pasca ditemukannya granat aktif di lahan milik warga, personel Gegana didatangkan untuk mengevakuasi granat.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!