Lokal
Share this on:

Buruan... Bikin SIM Sekarang Bisa Pakai Suket

  • Buruan... Bikin SIM Sekarang Bisa Pakai Suket
  • Buruan... Bikin SIM Sekarang Bisa Pakai Suket

Meski belum memiliki E-KTP, warga khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, kini bisa mengajukan dengan menunjukan surat keterangan (suket) pengganti.

SLAWI - Meski belum memiliki E-KTP, warga khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, kini bisa mengajukan dengan menunjukan surat keterangan (suket) pengganti.

Meski belum memiliki E-KTP, warga khususnya di wilayah Kabupaten Tegal, kini bisa mengajukan permohonan Surat Izin Mengemudi (SIM) dengan menunjukan surat keterangan (suket) pengganti. Surat tersebut diperlukan untuk melengkapi berkas pengajuan.

Suket sendiri dikeluarkan oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) sebagai pengganti sementara KTP El asli yang dikeluarkan karena ketiadaan blangko. Berdasarkan surat Edaran Kemendagri surat tersebut dapat digunakan untuk keperluan di Kepolisian, BPJS, Perbankan dan Pemilu.

Warga pun menyambut gembira hal tersebut. Pasalnya, mereka dapat menggunakan surat tersebut untuk mengajukan permohonan pembuatan SIM baru dan perpanjangan.

Dukat (40) calon pemohon mengatakan dirinya merasa senang karena akhirnya keinginannya untuk memiliki SIM akan segera terlaksana. Tinggal menunggu hasil ujian praktek yang harus dilaluinya.

“Pastinya senang, karena tidak perlu menunggu hingga KTPnya jadi. Cukup dengan surat tersebut sudah bisa mengajukan. Tinggal bagaimana kesiapan kita untuk melewati ujiannya,” katanya.

Meski demikian, Dukat menyayangkan lamanya proses KTP Elektronik asli hingga berbulan-bulan. Selama itu, dirinya tidak mendapat kepastian yang jelas kapan KTP asli bias diterima.

Baur SIM Polres Tegal Aiptu Triono mengatakan berdasarkan data di unit pelayanan SIM, jumlah pemohon yang menggunakan suket rata-rata mencapai 10 hingga 15 pemohon per hari. Namun demikian, pihaknya mengingatkan kepada pemohon, untuk meneliti terlebih dahulu suket yang dibawanya.

“Suket pengganti KTP elektronik harus dikeluarkan dan ditandatangani oleh pejabat Disdukcapil,” jelasnya.

Sementara itu, warga berharap Kemendagri segera mengirimkan blangko KTP elektronik sesuai dengan jumlah pemohon KTP di Kabupaten Tegal. Sehingga tidak perlu lagi menggunakan suket. Sebab, selain berlaku sementara hanya empat bulan, suket juga mudah rusak karena menggunakan lembaran kertas biasa. (muj/zul)


Berita Sejenis

Sekarang, Naik Kereta Api Ibu Hamil Wajib Didampingi

Sekarang, Naik Kereta Api Ibu Hamil Wajib Didampingi

PT KAI menerbitkan aturan khusus bagi penumpang ibu hamil yang mulai diberlakukan 31 Maret mendatang.


Duh, Lumbung Desa Makin Langka

Duh, Lumbung Desa Makin Langka

Saat ini keberadaan lumbung desa semakin jarang ditemui. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapat dari lumbung desa.


Ruang Sudah Disiapkan, Bisa jadi Besok Sekda Baru Dilantik

Ruang Sudah Disiapkan, Bisa jadi Besok Sekda Baru Dilantik

Rumors besok akan ada pelantikan sekretaris daerah (sekda) baru di Pemkab Tegal kian berhembus kencang.


Keunikan Kampung Budaya Jalawastu Bikin Peneliti LIPI Berdecak Kagum

Keunikan Kampung Budaya Jalawastu Bikin Peneliti LIPI Berdecak Kagum

Kehidupan di Kampung Budaya Jalawastu di desa Cieseureuh Kecamatan Ketanggungan Kabupaten Brebes menarik perhatian LIPI.


Kasihan, Nenek Sarwiyah Tinggal Sebatang Kara di Antara Sampah Bertahun-tahun

Kasihan, Nenek Sarwiyah Tinggal Sebatang Kara di Antara Sampah Bertahun-tahun

Di usia senja mestinya seseorang bisa menikmati kehidupan yang nyaman bersama anak dan cucu.


Lelang Jabatan Eselon II Urung Terealisasi, 13 OPD Diisi Plt

Lelang Jabatan Eselon II Urung Terealisasi, 13 OPD Diisi Plt

Panitia Seleksi (Pansel) Lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kota Tegal belum bisa mengisi 13 formasi jabatan Eselon II.


Tak Boleh pakai BOS, Honor GTT Harus Layak

Tak Boleh pakai BOS, Honor GTT Harus Layak

Menindaklanjuti dicabutnya penggunaan dana BOS untuk gaji guru honorer, Disdikbud segera menggelar koordinasi dengan semua kepala sekolah.


Di Kota Tegal Ternyata Masih Ada 1.481 Warganya yang Tak Bisa Baca Tulis

Di Kota Tegal Ternyata Masih Ada 1.481 Warganya yang Tak Bisa Baca Tulis

Disdikbud Kota Tegal mencatat, berdasar pemetaan yang dilakukan 2016, sebanyak 1.481 warga berusia lebih dari 15 tahun, masih buta huruf.


Awas, Kunci Jawaban UNBK Hoax

Awas, Kunci Jawaban UNBK Hoax

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Tegal menegaskan bahwa kunci jawaban UNBK jelas hoax, tidak bisa dipertanggungjawabkan keabsahannya.


Anggaran USBN Bisa Gunakan BOS

Anggaran USBN Bisa Gunakan BOS

Biaya pelaksanaan Ujian Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) 2017 bisa menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!