• Home
  • Berita Lokal
  • Direnovasi, Alun-alun Slawi Malah Kurang Menarik dan Sering Banjir

Lokal
Share this on:

Direnovasi, Alun-alun Slawi Malah Kurang Menarik dan Sering Banjir

  • Direnovasi, Alun-alun Slawi Malah Kurang Menarik dan Sering Banjir
  • Direnovasi, Alun-alun Slawi Malah Kurang Menarik dan Sering Banjir

DPRD Kabupaten Tegal menyoroti pembangunan renovasi Alun-alun Slawi (AAS) yang dinilai kurang maksimal peruntukkannya.

SLAWI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tegal menyoroti pembangunan renovasi Alun-alun Slawi (AAS) yang dinilai kurang maksimal peruntukkannya. Selain kurang menarik, AAS yang direnovasi pada 2016 silam, juga kerap dilanda banjir.

"Dulu di sekitar AAS tidak pernah banjir. Tapi setelah direnovasi, malah sering banjir," kata Anggota DPRD Kabupaten Tegal Hartono Sosrodjojo, kemarin.

Menurut Hartono, setiap turun hujan, taman di sekitar AAS selalu digenangi air. Jika air sudah penuh, maka akan meluap dan turun ke jalan seperti air terjun.

Tak heran, jalan di sekitar AAS kerap banjir dan sulit dilewati kendaraan. Sebab, ketinggian air bisa mencapai selutut orang dewasa.

"Kalau saya amati, disitu tidak ada drainasenya. Meskipun ada, tapi kecil. Sehingga tidak bisa menampung air hujan," kata anggota Fraksi Demokrat Amanat Sejahtera (DAS) ini.

Padahal, lanjut Hartono, anggaran untuk renovasi AAS, jumlahnya tidak sedikit. Tapi hasilnya, kurang memuaskan. Dia berharap, renovasi AAS harus dimaksimalkan.

Termasuk pembangunan drainase, harus difasilitasi. Sebab, AAS merupakan jantung Kota Slawi yang lokasinya di depan kantor Pemkab Tegal.

"Ahli teknis harus bisa menghitung secara baik dan benar. Terutama perhitungan besarnya drainase yang dibutuhkan," imbuhnya. (yer/ima/zul)


Berita Sejenis

Berada di Luar Kantor saat Jam Kerja, PNS dan Honorer Ditangkap Satpol PP

Berada di Luar Kantor saat Jam Kerja, PNS dan Honorer Ditangkap Satpol PP

Sejumlah aparatur sipil negara (ASN) Kabupaten Tegal terjaring razia petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Tegal, kemarin.


Tuang Pertamax ke dalam Botol, Dua Rumah Terbakar

Tuang Pertamax ke dalam Botol, Dua Rumah Terbakar

Rumah milik Waridin dan Darmi, warga Desa Surajaya RT 1 RW 6 Kecamatan Pemalang kebakaran.


Pimen Kiye Rah, di Pemalang Banyak Tower Ilegal

Pimen Kiye Rah, di Pemalang Banyak Tower Ilegal

Pembangunan tower dinilai sering mengabaikan perizinan dan masyarakat di lingkungan tower tersebut.


Sekda Baru Minta Sinergitas dan Kerja Sama yang Baik

Sekda Baru Minta Sinergitas dan Kerja Sama yang Baik

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tegal Widodo Joko Mulyono akhirnya resmi dilantik menggantikan Haron Bagas Prakosa.


Persoalan Akper Tinggal Tunggu Visitasi dan Pelimpahan Aset

Persoalan Akper Tinggal Tunggu Visitasi dan Pelimpahan Aset

Pemkot Tegal memastikan surat permohonan merger Akper Pemkot Tegal kepada Kemenkes sudah dikirim


Ricuh saat Halang-halangi Mobil Wali Kota, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong

Ricuh saat Halang-halangi Mobil Wali Kota, Mahasiswa dan Polisi Saling Dorong

Aksi unjuk rasa yang digelar mahasiswa Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal, Jumat (24/3)


Diganti dr Joko, Bagas Minta Maaf pada Cleaning Service Setda

Diganti dr Joko, Bagas Minta Maaf pada Cleaning Service Setda

Setelah tidak lagi menjabat sebagai sekda, Haron Bagas Prakosa menempati pos baru sebagai staf ahli bidang kemasyarakatan dan sumber daya manusia.


PAC Desak Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Secepatnya Dicopot

PAC Desak Ketua DPC PDI Perjuangan Brebes Secepatnya Dicopot

Fungsionaris PAC dan kader PDI Perjuangan Kabupaten Brebes kembali melakukan audiensi ke Kantor DPC PDI Perjuangan Kabupaten Brebes.


Ini 13 Tuntutan Warga Desa Tonggara ke PT. Waskita

Ini 13 Tuntutan Warga Desa Tonggara ke PT. Waskita

Meski belum ditemui oleh pihak PT Waskita dan para pemilik Koari masyarakat yang menggelar aksi unjuk rasa tetap menyampaikan tuntutannya.


Pemkot Tegal Tak Pernah Keluarkan Statment Akan Tutup Akper Pemkot

Pemkot Tegal Tak Pernah Keluarkan Statment Akan Tutup Akper Pemkot

Polemik dan isu terkait penutupan Akademi Keperawatan (Akper) Pemkot Tegal akhirnya selesai.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!