Lokal
Share this on:

Dishub Kota Tegal Tolak Taksi Online

  • Dishub Kota Tegal Tolak Taksi Online
  • Dishub Kota Tegal Tolak Taksi Online

TEGAL - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Tegal menegaskan akan turun sebagai lembaga pertama yang menolak jika memang ada taksi online di Kota Bahari. Pasalnya, keberadaan taksi online memang tidak dibenarkan dalam peraturan lantaran tidak memiliki ijin trayek.

''Saya mungkin orang pertama yang akan turun dan menolak jika memang di Kota Tegal ada taksi online,'' tegas Seksi Perhubungan Dishub Kota Tegal M. Saepudin Umar, kemarin.

Dirinya juga sempat memantau dan berkomunikasi dengan para sopir yang tengah melakukan demo di Slawi, Kamis (6/4). Bahkan, pihaknya sempat menanyakan kepada pendemo soal tuntutan mereka yang mengaku resah adanya taksi online di Kota Tegal dan hendak merambah di Kabupaten Tegal.

''Namun demikian, kami sangat menyayangkan ketika berkomunikasi dengan pendemo ternyata persepsi mereka salah kaprah. Sebab, sepengetahuan para pendemo taksi online adalah taksi yang menggunakan internet saja,'' jelas pria yang akrab disapa Umar.

Dijelaskan bahwa taksi online yang selama ini diresahkan adalah kendaraan pribadi atau plat hitam yang dijadikan sebagai kendaraan umum. Kendaraan itu tidak memiliki ijin trayek. Sehingga pemerintah pun dengan aturan yang ada sudah melarangnya.

''Jadi tuduhan Organda Kabupaten Tegal bahwa PT Pamungkas Perkasa memiliki usaha taksi online gelap yang dituduhkan adalah tidak benar. Dan kalau memang ada, Organda Kabupaten Tegal harus bisa membuktikan sebagai dasar atas tuduhan itu. Satu saja kendaraan taksi online itu kepada kami,'' jelasnya.

Umar juga menegaskan bahwa taksi yang ada di Kota Tegal adalah konvensional atau reguler. Ini juga sesuai dengan aturan permen 32 tahun 2016, yakni dulu yang hanya tawar menawar kini wajib ada argonya sesuai dengan permen.

''Sedangkan usaha taksi itu, sekarang pun meniru blue bird, yakni pakai telepon dan memiliki operator. Namun sekarang jaman semakin canggih, dan selain menggunakan operator juga menggunakan hp android dengan sistem online atau internet,'' bebernya.

Jadi jika memang ada taksi atau angkutan umum telah memiliki ijin trayek, walaupun online serta memiliki aplikasi internet maka tidak masalah. Dan malah justru menguntungkan dan memudahkan masyarakat atau penggunanya. Yang tidak boleh adalah kendaraan plat hitam tidak memiliki trayek namun mencari atau mengangkut penumpang.

''Karenanya, persepi Organda Kabupaten Tegal termasuk para awak angkutan umum yang tengah menggelar demo adalah salah kaprah. Sebab tuduhan dan pernyataan mereka salah,'' tegasnya.

Sebab taksi online yang selama ini diresahkan, salah satunya uber, grab, dan gocar. Namun, online itu sepertinya tidak beredar di Kota Tegal.

''Dan setahu kami, Koperasi Prima Bahari yang selama ini memiliki usaha transportasi, yakni taksi jenisnya konvensional atau regular. Namun, kini dalam pemasarannya dibantu melalui akses internet atau teknologi yang sudah canggih. Ini diberikan guna memudahkan masyarakat atau penggunanya. Terlebih, ijin trayek juga sudah mereka kantongi,'' ungkapnya.

Termasuk PT Pamungkas Perkasa sendiri, yang dituduh sebagai usaha taksi online gelap adalah tidak benar. Sebab, dirinya juga tahu kondisi usaha yang digeluti PT tersebut, yang sudah mengantongi perijinan yang ditentukan dalam usaha transportasi.

''Karenanya, kami berharap kepada Organda Kabupaten Tegal untuk tidak memberikan statmen yang tidak jelas dasarnya. Sebab, pernyataan yang tidak beralasan dan bukti yang jelas bisa membuahkan hasil yang tidak baik,'' pungkasnya. (gus/ela/zul)


Berita Sejenis

Rastra yang Dicap Jelek Kualitasnya, Sudah Dibagi Sejak 11 April Lalu

Rastra yang Dicap Jelek Kualitasnya, Sudah Dibagi Sejak 11 April Lalu

Persediaan beras di gudang Bulog Sub Divisi Regional VI yang ada di Larangan, Munjungagung, Kecamatan Kramat, Kabupaten Tegal dipastikan aman.


Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan Rajegwesi Ambruk, Truk Tronton Ikut Masuk Tercebur ke Sungai

Jembatan di Desa Rajegwesi Kecamatan Pagerbarang Kabupaten Tegal, Sabtu (21/4) sekitar pukul 13.45 ambruk.


Kapolres: Mari Tingkatkan Ukhuwah dan Toleransi

Kapolres: Mari Tingkatkan Ukhuwah dan Toleransi

Menjelang tahapan pemungutan suara Pilakda 2018, jajaran Polres Tegal Kota menggelar tabligh akbar dan doa bersama.


Duh, Prostitusi Online Mulai Marak di Kota Tegal

Duh, Prostitusi Online Mulai Marak di Kota Tegal

Zaman sekarang, transaksi prostitusi bisa dilakukan di mana saja. Bahkan sambil tiduran di kamar semua bisa berjalan dengan cepat.


Belum Seluruh Perusahaan di Tegal Gaji Karyawan Sesuai UMK Rp1,6 Juta

Belum Seluruh Perusahaan di Tegal Gaji Karyawan Sesuai UMK Rp1,6 Juta

Pemkot Tegal telah menetapkan upah minimum kerja (UMK) senilai Rp1,6 juta per Januari kemarin.


Tol Pejagan-Pemalang Sudah 90 Persen

Tol Pejagan-Pemalang Sudah 90 Persen

Langkah taktis ditempuh Polres Tegal untuk memastikan secara langsung kapan proyek Tol Pejagan-Pemalang seksi III dan IV yang melintasi wilayah hukumnya kelar.


Ngerem Mendadak, Sepeda Motor Oleng, PNS Terluka

Ngerem Mendadak, Sepeda Motor Oleng, PNS Terluka

Sebuah kecelakaan terjadi di ruas Jalan Dr. Wahidin Sudirohusodo Kota Tegal, Kamis (19/4) sore.


16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

16.918 Pemilih Pilgub Tegal Dicoret

KPU Kabupaten Tegal menetapkan Daftar Pemilih Tetap (DPT) pemilihan gubernur Jateng dan pemilihan bupati Tegal sebanyak 1.171.029 orang.


Jumlah Remaja Hamil Sebelum Menikah di Kabupaten Tegal Masih Tinggi

Jumlah Remaja Hamil Sebelum Menikah di Kabupaten Tegal Masih Tinggi

Angka kehamilan sebelum menikah khususnya di Kecamatan Warureja masih terbilang tinggi dalam kurun waktu dua tahun terakhir ini.


Perekaman KTP Elektronik Dikebut, Pemilih Pilwalkot Tegal Bertambah

Perekaman KTP Elektronik Dikebut, Pemilih Pilwalkot Tegal Bertambah

Jumlah pemilih yang akan memberikan suaranya di Pilkada Kota Tegal 2018 bertambah.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!