Lokal
Share this on:

Dua Pencuri Ini Tertangkap setelah Hampir Dua Tahun Beraksi

  • Dua Pencuri Ini Tertangkap setelah Hampir Dua Tahun Beraksi
  • Dua Pencuri Ini Tertangkap setelah Hampir Dua Tahun Beraksi

PEMALANG - Aksi kejahatan yang dilakukan sekelompok atau perorangan kian marak di wilayah Pemalang. Mereka melakukannya dengan modus sangat beragam, misalnya cubles ban dan pecah kaca mobil.

Seperti yang terjadi di Jalan Sukun Kelurahan Kebondalem Kecamatan Pemalang Juni 2015 lalu. Di mana pelakunya baru tertangkap di dua tempat berbeda, yakni Jakarta dan Tangerang, Selasa lalu (14/3).

Keduanya adalah MK (31), warga Dukuh Lohbongkok Desa Banjarmulya, Pemalang dan TD (35), warga Dusun Panuntun Desa Banjarmulya, Pemalang. Keduanya sebelumnya menggasak tas milik Haryanti (27), warga Desa Bojongnangka, Pemalang saat berada di dalam mobilnya.

Kasatreskrim Plres Pemlaang AKP R. Haryo Seto mengungkapkan, dari para pelaku, polisi mengamankan 2 buah kikir, 2 buah tang potong, 1 buah obeng, 1 buah HP merk BB, 1 unit SPM Yamaha Jupiter. ?Barang-barang itu disita sebagai barang bukti,? jelasnya.

Dia mengatakan, kronologis kejadiannya, saat itu korban membeli capcay di dekat SMA Negeri 1 Pemalang. Begitu selesai, korban pulang dengan mengendarai mobilnya.

Sesampainya di Jalan Sukun Kelurahan Kebondalem, ban mobilnya bocor. Haryanti kemudian menelepon temannya, Maskuri untuk meminta bantuan.

Sambil menunggu, Haryanti pergi mencari bengkel. Lima menit kemudian, dua orang tersebut kembali ke mobil Avanza Veloz G 9322 CM hitam. ?Alangkah terkejutnya Haryanti melihat kaca tengah sebelah kiri mobil tersebut pecah, tak lama kemudian Maskuri datang,? ungkap Haryo.

Sadar telah menjadi korban pencurian, Haryanti menelepon polisi. Setelah dilakukan pemeriksaan, barang-barang yang hilang antara lain uang tunai Rp4,5 juta, HP BB Touch seri 9800, 3 ATM BRI atas nama Haryanti dan Rochyati, kartu asuransi prudential, KTP, SIM A dan C, kartu NPWP, buku tabungan BRI, BCA dan kartu kredit BRI.

?Atas kejadian tersebut, korban mengalami kerugian sebesar Rp6 juta,? terangnya. (rid/fat/zul)



Berita Sejenis

Nomor Satu di Jateng, Hingga Oktober 24 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan

Nomor Satu di Jateng, Hingga Oktober 24 Ibu di Brebes Meninggal saat Melahirkan

Kabupaten Brebes masih menempati urutan pertama Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Tengah hingga Oktober 2017 ini.


Nyaris Adu Jotos, Sosialisasi Berakhir Ricuh

Nyaris Adu Jotos, Sosialisasi Berakhir Ricuh

Sosialisasi penertiban bangunan liar di Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes, Selasa (17/10), berakhir ricuh setelah sempat molor lebih satu jam.


Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas

Tiga Bulan Berfungsi, Flyover Kretek Bumiayu Sebabkan Sembilan Kecelakaan dan Dua Orang Tewas

Kecelakaan lalu lintas kembali terjadi di jalur flyover Kretekm Kecamatan Paguyangan.


Pendaftaran Berakhir, Dua Parpol Ditenggat Sehari untuk Perbaiki Data

Pendaftaran Berakhir, Dua Parpol Ditenggat Sehari untuk Perbaiki Data

Dari 15 Partai Politik yang menyerahkan berkas pendaftaran, hanya 2 yang diminta untuk melakukan perbaikan.


Ban Slip, Dua Pemotor Sport Tewas Tertabrak Truk

Ban Slip, Dua Pemotor Sport Tewas Tertabrak Truk

Dua pemotor dilaporkan tewas usai terlibat kecelakaan dengan sebuah truk engkel, Minggu (15/10) sore.


Belum Tahu Suaminya Meninggal, Anggota Dewan yang Alami Kecelakaan Dirujuk ke Solo

Belum Tahu Suaminya Meninggal, Anggota Dewan yang Alami Kecelakaan Dirujuk ke Solo

Anggota DPRD Kabupaten Tegal Erni harus kehilangan suaminya, setelah mobil yang ditumpanginya menabrak pohon, Sabtu (14/10) pagi.


Masih 16.307 Jiwa di Kota Tegal Belum Rekam KTP-El

Masih 16.307 Jiwa di Kota Tegal Belum Rekam KTP-El

Sebanyak 8 persen warga wajib KTP hingga saat ini belum melakukan perekaman data.


Pura-pura Mau Beli, Pekerja Proyek Gasak Laptop dan Hape

Pura-pura Mau Beli, Pekerja Proyek Gasak Laptop dan Hape

Aksi Agus Slamet terbilang nekat. Pria berusia 50 tahun ini menggasak laptop dan telepon seluler (ponsel) di toko dengan modus pura-pura hendak membeli.


Ada yang Tak Sesuai Fakta, Keluarga Keberatan Adegan Rekonstruksi

Ada yang Tak Sesuai Fakta, Keluarga Keberatan Adegan Rekonstruksi

Setelah menyaksikan jalannya rekonstruksi, pihak keluarga korban menyatakan keberatan dengan sejumlah adegan yang diperagakan.


50 Anak Dibuatkan Akta Kelahiran Gratis

50 Anak Dibuatkan Akta Kelahiran Gratis

Puluhan anak yang selama ini belum memiliki akta kelahiran kini bisa tersenyum. Persatuan istri anggota Polri memberikannya secara gratis.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!