Lokal
Share this on:

Duh... 11 Ribu Produk asal Kabupaten Tegal Belum Ber-SNI

  • Duh... 11 Ribu Produk asal Kabupaten Tegal Belum Ber-SNI
  • Duh... 11 Ribu Produk asal Kabupaten Tegal Belum Ber-SNI

SLAWI - Produk yang berasal dari Kabupaten Tegal banyak yang belum terdaftar atau bersertifikat Standar Nasional Indonesia (SNI). Jumlahnya, hampir mencapai 11 ribu produk. Produk itu berupa logam, tekstil, kerajinan, alat kesehatan (alkes), dan beberapa produk lainnya.

Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Tegal Bambang Susanto, melalui Kepala Bidang (Kabid) Industri Logam, Mesin, Elektronika dan Aneka Arifin membenarkan hal itu. Menurutnya, produk dari Kabupaten Tegal yang bersertifikat SNI masih sedikit.

"Jika dihitung, mungkin sekitar puluhan saja, tidak ada satu persen," kata Arifin, saat membuka acara serah terima sertifikat Penggunaan Produk Berstandar (SPPT) SNI shuttlecock merek Larisa oleh Balai Besar Kerajinan dan Batik kepada UD Tri Sakti di Desa Lawatan, Kecamatan Dukuhturi, Kabupaten Tegal, kemarin.

Walau belum banyak yang ber-SNI, tapi Arifin mengaku kerap memberikan sosialisasi ihwal sertifikat tersebut. Namun, kesadaran para pengusaha masih rendah.

Sejauh ini, lanjut Arifin, jumlah Industri Kecil Menengah (IKM) yang tersebar di Kabupaten Tegal sekitar 11 ribu. Dari jumlah itu, yang sudah ber-SNI hanya produk makanan dan minuman. Misalnya, minuman air mineral, dan makanan ringan.

"Paling hanya minuman dan makanan saja. Karena, produk makanan dan minuman memang wajib ber-SNI," terangnya.

Kepala Pusat Pendidikan dan Kemasyarakatan Standarisasi Badan Standarisasi Nasional (BSN) Nasrudin Irawan yang hadir dalam acara itu mengatakan, SNI diterapkan menjadi dua kategori. Yaitu, produk wajib ber-SNI dan produk SNI yang bersifat sukarela.

Untuk produk yang wajib ber-SNI adalah produk rumahan, makanan, dan minuman. Sedangkan produk yang sukarela yakni logam, kerajinan, dan lainnya.

Namun, jika mengacu pada Undang-Undang (UU) Nomor 20 tahun 2014 tentang Standarisasi dan Penilaian Kesesuaian, maka seluruh produk IKM harus menerapkan SNI. Termasuk produk shuttlecock yang diproduksi di Desa Lawatan ini.

"Di sini (Kabupaten Tegal) produknya memang sudah bagus, tapi terkadang masih kurang. Maka akan kita tata kembali," kata Nasrudin,

didampingi David, Bagian Pusat Pendidikan dan Kemasyarakatan BSN.

Dia juga membenarkan, produk di Kabupaten Tegal masih jarang yang bersertifikat SNI. Jika mendasari data yang ada, baru produk shuttlecock milik UD Tri Sakti yang akan menerapkan SNI. Proses itu, akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

"Tahun pertama dan kedua, kita lakukan survailen. Kemudian tahun ketiga, baru keluar sertifikatnya," ungkapnya.

Dia berharap, produk IKM di Kabupaten Tegal segera menerapkan SNI. Sehingga bisa bebas masuk ke berbagai pasar. Selain itu, juga untuk mempertahankan kualitas produk supaya tetap diminati oleh konsumen. Menurut dia, jika produk yang sudah ber-SNI, maka akan selalu mendapat pengawasan dari BSN.

"Jika produknya tidak berstandar nasional, terpaksa sertifikatnya kami cabut. Itu khusus produk yang sudah ber-SNI," tandasnya. (yer/ima/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tiket Arus Balik dari Stasiun Tegal Ludes

Tiket Arus Balik dari Stasiun Tegal Ludes

Antusiasme warga untuk menggunakan moda angkutan kereta api cukup tinggi.


Sudah 172.991 Kendaraan Masuk Kota Tegal

Sudah 172.991 Kendaraan Masuk Kota Tegal

Arus mudik di Jalur Pantai Utara (Pantura) Kota Tegal terpantau mulai meningkat, Kamis (22/6).


Banyak Aktivitas Warga, Pemudik via Jalur Tengah Harus Ekstra Hati-hati

Banyak Aktivitas Warga, Pemudik via Jalur Tengah Harus Ekstra Hati-hati

Arus lalu lintas di jalur mudik Tegal-Purwokerto pada H-3 Lebaran kemarin mengalami peningkatan signifikan di banding pada hari sebelumnya.


Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Memasuki H-2 Lebaran Idul Fitri 2017, arus lalu lintas yang melalui jalur pantura Kota Tegal terlihat ramai lancar.


Antisipasi Kebut-kebutan, Pemudik Akan Dikawal Polisi di Tol Brebes-Batang

Antisipasi Kebut-kebutan, Pemudik Akan Dikawal Polisi di Tol Brebes-Batang

Untuk meminimaliisasi kemacetan panjang dan insiden kecelakaan di ruas Jalan Tol Fungsional Polres Tegal bakal melakukan pengawalan pemudik.


Akses Masuk Terminal Ditutup untuk Mudik, Sopir Angkutan Protes

Akses Masuk Terminal Ditutup untuk Mudik, Sopir Angkutan Protes

Sejumlah sopir angkot melakukan aksi protes kepada polisi yang berjaga di pos pengamanan mudik di depan Terminal Tegal, Kamis (22/6) siang.


H-3, Jalur Pantura Dalam Kota Tegal Ramai Lancar

H-3, Jalur Pantura Dalam Kota Tegal Ramai Lancar

Volume yang melintas diruas jalur pantura Kota Tegal terlihat meningkat cukup signifikan, Kamis (22/6) siang.


Nekat Melintas Subuh, Kapolresta Tegal Langsung Cegati Truk-truk Besar

Nekat Melintas Subuh, Kapolresta Tegal Langsung Cegati Truk-truk Besar

Lantaran nekat melintas di Jalur Pantura Kota Tegal pada H-3, sejumlah truk dihentikan Kapolres Tegal Kota AKBP Semmy Ronny Thabaa.


Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Memasuki H-4 jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke Kabupaten Brebes mencapai 35.480 kendaraan.


Hati-hati! Pemudik Mulai Padati Jalur Pantura

Hati-hati! Pemudik Mulai Padati Jalur Pantura

Jalan Pantura Kabupaten Tegal mulai dipenuhi kendaraan roda dua dan roda empat yang berplat nomor luar kota.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!