Lokal
Share this on:

Duh, Di Brebes 10 Ibu Hamil Meninggal Lima Bulan Terakhir

  • Duh, Di Brebes 10 Ibu Hamil Meninggal Lima Bulan Terakhir
  • Duh, Di Brebes 10 Ibu Hamil Meninggal Lima Bulan Terakhir

BREBES - Kepala Perwakilan Unicef Jawa-NTB-Bali Arie Rukmantara mengungkapkan perlu menjalin komunikasi intensif antara Unicef dengan Pemerintah Kabupaten Brebes terkait masalah pemecahan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang saat ini masih menduduki peringkat terakhir di Jawa Tengah, kemarin.

Menurutnya, saat melakukan pertemuan dengan Pemerintah Kabupaten Brebes di Pendapa, perlu ada forum diskusi terfokus dengan target untuk menemukan ide yang konkret dan mencari sumber daya yang dibutuhkan. Pihaknya siap untuk mendukung program upaya penanganan terhadap isu anak dan perempuan.

"Pembahasannya nanti terfokus dengan satu tema. Misalnya fokus terhadap IPM Brebes. Dan harus muncul ide-ide yang kongkret agar bisa mengatasi permasalahan ini,"ungkapnya.

Perwakilan Perguruan Tinggi Universitas Diponegoro (Undip) Sutopo mengatakan, pihaknya digandeng Unicef untuk membantu Brebes pada laboratorium kesehatan ibu dan anak sejak tahun 2010 yang juga diharapkan membantu kajian Ponek dan Poned dalam kurun waktu tujuh tahun.

"Perkembangan infrastruktur di layanan medis dinilai mengalami peningkatan. Namun untuk layanan dan perbaikan prosedur perlu penataan secara bermutu. RSUD Bumiayu perlu dibuka layanan Ponek 24 jam. Lalu memfungsikan kerja dokter kandungannya agar ada komitmen yang kuat untuk kerjanya. Perlu ada dokter anestesi dan dokter anak. Kajian kami masih banyak rujukan ibu hamil ke Banyumas. Sisi rupiah sebenarnya kita rugi, karena tidak berfungsi Ponek di Bumiayu," paparnya.

Sutopo menjelaskan, hasil kajian Undip terkait rumah sakit mestinya disegerakan menjadi rujukan dan serius untuk menghadirkan 3 dokter tersebut. "Teknis diserahkan ke pihak Pemkab, agar supaya ditindaklanjuti kondisi temuan kajian Undip yakni keberadaan RSUD Bumiayu untuk ada Ponek 24 jam," imbuhnya.

Ponek merupakan pelayanan obstetri neonatal esensial/emergensi komperhensif. Tujuan utama mampu menyelamatkan ibu dan anak baru lahir melelui program rujukan berencana dalam satu wilayah kabupaten kotamadya atau provinsi.

Tanggapan atas permintaan ini, Asisten II Setda Kabupaten Brebes Ir. Muhammad Iqbal akan segera mengambil langkah-langkah serius. Pihaknya merasa malu karena ada 10 ibu hamil selama lima bulan sudah meninggal, padahal masih tujuh bulan lagi hingga akhir 2017.

"Sementara ini kita fokus pada infrastruktur, kita harus perlu koordinasi intens, kita malu banget jika selalu diumumkan, harus fokus dan jalan sasaran, contoh bagus kaya Desa Kaligiri, mau rela menyumbangkan mobil pribadi untuk menyelamatkan ibu hamil biar tidak meninggal," terangnya.

Lanjut Iqbal, bidang Keluarga Berencana juga memiliki peran yang penting untuk mengendalikan penduduk. "Data kehamilan ibu tiap tahun kisaran 30 ribu. Artinya tiap tahun ada kenaikan. Setiap tahun ada penambahan penduduk, bukan menurun tapi naik terus," lanjutnya.

Kepala Dinas Kesehatan dr. Sri Gunadi, M.Kes menyambut baik pertemuan ini. Pihaknya sudah berupaya optimal. "Semua persalinan normal sudah dilakukan di puskesmas. Jika tidak normal harus rujukan ke rumah sakit, ada tindakan promotif yakni pelibatan masyarakat seperti ada kyai dan nyai yang dilibatkan," tandasnya.(fid/har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Ingat, Tol Darurat Hanya untuk Mudik di Siang Hari

Ingat, Tol Darurat Hanya untuk Mudik di Siang Hari

Lantaran masih bersifat darurat, jalur tol Brebes-Grinsing hanya dibuka saat siang hari.


Arus Mudik Lancar, Tragedi Macet Horor Brexit Tak Terulang

Arus Mudik Lancar, Tragedi Macet Horor Brexit Tak Terulang

Tragedi kemacetan di pintu tol Brebes Timur (Brexit) tahun lalu tak terjadi hingga H-3 lebaran 2017.


Arus Lalu Lintas di Tol Brebes-Batang Ramai Lancar

Arus Lalu Lintas di Tol Brebes-Batang Ramai Lancar

Tak hanya di Jalur Pantura, arus lalu lintas di jalan darurat Brebes-Gringsing, Batang juga mengalami peningkatan.


Mudik via Tol Pemalang-Batang, Ada Air Bersih Gratis Lho...

Mudik via Tol Pemalang-Batang, Ada Air Bersih Gratis Lho...

Bulan ramadan dan lebaran menjadi momentum penting bagi PDAM Tirta Mulia untuk melakukan kepedulian sosial masyarakat.


Kakorlantas: Tol Brebes-Batang Bukan Fungsional, tapi Jalan Darurat

Kakorlantas: Tol Brebes-Batang Bukan Fungsional, tapi Jalan Darurat

Tol fungsional Brebes-Batang yang telah dibuka beberapa hari lalu untuk arus mudik, kini berubah status menjadi jalan darurat.


Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Pemudik Pilih Tol Brebes-Batang, Jalur Pantura Tegal Lancar

Memasuki H-2 Lebaran Idul Fitri 2017, arus lalu lintas yang melalui jalur pantura Kota Tegal terlihat ramai lancar.


Pemudik Meningkat, Petugas Kesehatan Siaga di 38 Puskesmas

Pemudik Meningkat, Petugas Kesehatan Siaga di 38 Puskesmas

Pemkab Brebes menyiagakan ratusan petugas kesehatan selama arus mudik dan arus balik Lebaran tahun ini.


Antisipasi Kebut-kebutan, Pemudik Akan Dikawal Polisi di Tol Brebes-Batang

Antisipasi Kebut-kebutan, Pemudik Akan Dikawal Polisi di Tol Brebes-Batang

Untuk meminimaliisasi kemacetan panjang dan insiden kecelakaan di ruas Jalan Tol Fungsional Polres Tegal bakal melakukan pengawalan pemudik.


Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Hingga H-4, 35 Ribu Motor Masuk Brebes

Memasuki H-4 jumlah kendaraan roda dua yang masuk ke Kabupaten Brebes mencapai 35.480 kendaraan.


Polisi Terangi Tol Brebes-Batang, Kecepatan Maksimal 40 Km/Jam

Polisi Terangi Tol Brebes-Batang, Kecepatan Maksimal 40 Km/Jam

Langkah taktis ditempuh jajaran Polres Tegal, sejalan dengan masih minimnya ketersediaan lampu penerangan di tol Pejagan-Pemalang.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!