Lokal
Share this on:

Duh... Sering Digunakan untuk Mesum, Gedung PAUD Dipagari

  • Duh... Sering Digunakan untuk Mesum, Gedung PAUD Dipagari
  • Duh... Sering Digunakan untuk Mesum, Gedung PAUD Dipagari

GOTONG-ROYONG - Warga RW 1 Kelurahan Paduraksa, Pemalang tengah membangun pagar keliling Gedung PAUD. (sulung p/radar pemalang)

PEMALANG - Karena seringnya dijadikan tempat pacaran saat malam hari, warga sepakat membangun pagar keliling di halaman PAUD Sedap Malam di RW 1 Kelurahan Paduraksa Kecamatan Pemalang. Dengan begitu, nantinya, pagar bisa dikunci dan tidak sembarang orang bisa masuk di luar jam pembelajaran.

Ketua RW setempat Riswono bercerita, kalau malam hari, ada saja anak muda berpacaran di lingkungan PAUD. Mereka berpacaran sambil bermain ayunan. Selain dapat menimbulkan hal yang kurang seronok, kata dia, kelakuan mereka juga membuat fasilitas yang ada di lingkungan PAUD menjadi cepat rusak.

Sebab idealnya, ayunan yang ada hanya diperuntukan bagi anak kecil. "Ya sudah akhirnya kita bikin pagar seperti ini," ujarnya, kemarin.

Pagar yang saat ini masih dalam pengerjaan memiliki tinggi kurang lebih 1,5 meter, menggunakan besi yang melintang mengelilingi gedung, dengan pondasi batu bata. Menariknya, dana pembangunan pagar keliling tersebut datang dari swadaya masyarakat setempat, yang diambil dari jimpitan sukarela pos kampling.

"Dari dulu sampai sekarang jimpitan siskampling di sini masih aktif," kata Riswono.

Sebagai informasi tambahan, ada tiga siskampling aktif di RW 1 kelurahan Paduraksa ini dan masing-masing membawahi tiga RT. Satu siskampling bisa menghasilkan dana jimpitan sekurang-kurangnya hingga Rp700.000 perbulan.

Itu artinya, dalam sebulan dana yang dihasilkan dari jimpitan di RW tersebut mencapai kurang lebih Rp2.100.000. Uang tersebut pun digunakan untuk pembangunan lain.

"Ini gedung PAUD dulu juga dibangun dari dana jimpitan, hanya tanahnya yang memang milik Pemda,"katanya. Pihaknya pun berharap, dengan dibangunnya pagar keliling bisa turut memajukan PAUD Sedap Malam. (sul/har/zul)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Tarif Tak Manusiawi, Pengemudi Go Jek Pilih Mogok

Pengemudi ojek online yang tergabung dalam Komunitas Betawi (Brebes, Tegal, dan Slawi) menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Kota Tegal.


Ke Tegal, 20 Turis Belanda Merinding Disuguhi Tari Selendang Kali Gung

Ke Tegal, 20 Turis Belanda Merinding Disuguhi Tari Selendang Kali Gung

Pemkot Tegal menerima 20 turis asal Belanda di Gedung Adipura Komplek Balai Kota Jalan Ki Gede Sebayu, Selasa (17/4) kemarin.


Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pemkab Tegal Tepis Masih Ada Perusahaan yang Gaji Karyawan Tidak sesuai UMK

Pekerja pabrik teh 2 Tang Adiwerna Kabupaten Tegal sempat menggelar aksi unjuk rasa dan mogok kerja untuk menuntut pembayaran upah sesuai UMK.


BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Return to Work

BPJS Ketenagakerjaan Sosialisasikan Program Return to Work

Untuk meningkatkan pelayanan peserta BPJS Ketenagakerjaan, utamanya program jaminan kecelekaan kerja, BPJS Ketenagakerjaan Cabang Tegal melakukan evaluasi.


Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Sekolah Dilarang Menahan Ijazah

Komisi I DPRD Kota Tegal meminta Dinas Pendidikan dan Kebudayaan untuk segera membuat larangan bagi sekolah yang menahan ijazah.


Data-data Kasus Pasar Pagi Tegal Sudah di Tangan KPK

Data-data Kasus Pasar Pagi Tegal Sudah di Tangan KPK

Usai menggelar aksi di Pengadilan Negeri (PN) Tegal, puluhan pedagang menuju Balai Kota Tegal untuk bertemu dengan Pjs. Wali Kota Tegal.


Paslon Harus Lapor Jika Mau Memperbanyak Bahan Kampanye

Paslon Harus Lapor Jika Mau Memperbanyak Bahan Kampanye

KPU Kabupaten Tegal menyerahkan bahan kampanye (BK) untuk pasangan calon (paslon) bupati-wakil bupati yang berlaga di pemilihan bupati (pilbup) Tegal.


Duh, Siswa SMP di Brebes yang Tawuran ternyata Dibon SMP Lain

Duh, Siswa SMP di Brebes yang Tawuran ternyata Dibon SMP Lain

Pengakuan belasan pelajar SMP di Kabupaten Brebes yang sempat diamankan di Polsek Bulakamba, Rabu (11/4) sore, sangat mengejutkan.


Belum Kantongi Izin Menteri, Underpass Karangsawah Belum Bisa Digunakan saat Arus Mudik

Belum Kantongi Izin Menteri, Underpass Karangsawah Belum Bisa Digunakan saat Arus Mudik

Pembangunan underpass Karangsawah Kabupaten Brebes dipastikan tidak bisa selesai sebelum arus mudik lebaran nanti.


Jelang Mudik, Jalingkut Belum Sempurna

Jelang Mudik, Jalingkut Belum Sempurna

Jalan Lingkar Utara (Jalingkut) Kota Tegal yang akan diandalkan untuk jalur alternatif mudik Lebaran belum sempurna.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!