Lokal
Share this on:

Genggaman Terlepas, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Tronton

  • Genggaman Terlepas, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Tronton
  • Genggaman Terlepas, Siswa SMP Tewas Terjatuh dari Tronton

Seorang bocah tewas terjatuh dari mobil tronton boks yang hendak ditumpanginya di Jalan Pantura Comal, Pemalang.

PEMALANG - Seorang bocah tewas terjatuh dari mobil tronton boks yang hendak ditumpanginya di Jalan Pantura Comal, Pemalang. Tangan korban tak kuat menahan tumpuan saat berusaha naik, sehingga terlepas dan korban terguling di aspal.

Diketahui, korban bernama Genta,14, asal Bojongnangka, Kecamatan Pemalang. Korban merupakan siswa SMP Negeri 6 Pemalang, kelas 9. Seorang saksi yang juga teman sekelasnya, Wawan, 15, mengatakan, kejadian naas itu bermula saat korban hendak pulang setelah nonton konser Pass Band di Stadion Jatidiri Comal, sekitar pukul 00:00.

Saat itu, Wawan dan korban mengejar tronton sapi. Namun, sebelum sempat naik ke truk boks, korban bergantungan, sementara mobil sudah melaju kencang.

”Belum sempat naik ke atas karena mobilnya tiba-tiba kencang sekali. Karena tangannya nggak kuat, dia jatuh,” katanya.

Melihat temannya terkapar, dia pun terjun dari tronton karena mobil yang ditumpanginya itu tidak mau berhenti. Akibat kejadian itu, korban mengalami pendarahan hebat pada hidungnya dan kejang-kejang di lokasi kejadian.

Wawan kemudian meminta tolong kepada warga sekitar untuk membawa korban menuju rumah sakit terdekat. Namun, nyawa korban tidak tertolong.

Kepala Desa Bojongnangka Wahmu menyampaikan rasa dukanya kepada keluarga mendiang. Dia mengimbau kepada warganya, khususnya anak-anak remaja bahwa tindakan mengejar tronton itu berbahaya.

”Tindakan itu jelas sangat membahayakan. Selain itu, kalau naik motor juga jangan kebut-kebutan,” ujar Wahmu.

Jenazah kini sudah dimakamkan di Pemakaman Desa Bojongnangka. Pelayat yang hadir kebanyakan anak remaja. (sulung/fat/muj)

Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Jumlah Jam Mengajar Sedikit, Guru RA Belum Tersentuh Bantuan

Jumlah Jam Mengajar Sedikit, Guru RA Belum Tersentuh Bantuan

Sejumlah guru Raudhatul Athfal (RA) yang tergabung dalam Ikatan Guru Raudhatul Atfhal (IGRA) membutuhkan perhatian dari Pemkab Tegal.


Duh, Lumbung Desa Makin Langka

Duh, Lumbung Desa Makin Langka

Saat ini keberadaan lumbung desa semakin jarang ditemui. Padahal, banyak manfaat yang bisa didapat dari lumbung desa.


Diganti, Bagas Tegaskan Tak Ada Masalah Apa-apa

Diganti, Bagas Tegaskan Tak Ada Masalah Apa-apa

Kendati membantah ‘dilengserkan’ dari jabatannya sebagai Sekda Kabupaten Tegal, Haron Bagas Prakosa legawa posisinya digantikan Widodo Joko Mulyono.


Mulai 1 April, Dua Trip Kereta Api Kaligung Berangkat dari Brebes

Mulai 1 April, Dua Trip Kereta Api Kaligung Berangkat dari Brebes

Grafik perjalananan kereta (gapeka) mengalami perubahan, utamanya di Kota Tegal dan mulai diterapkan 1 April mendatang.


Pindah Lagi PKL, Bupati Masih Tunggu Rekomendasi Dewan

Pindah Lagi PKL, Bupati Masih Tunggu Rekomendasi Dewan

Bupati Tegal Enthus Susmono menyetujui dipindahnya para PKL dari Taman Rakyat Slawi Ayu (Trasa) menuju ke Jalan Letjen Suprapto Slawi.


Horeee... Gaji Guru Honorer Jadi Rp1 Juta

Horeee... Gaji Guru Honorer Jadi Rp1 Juta

Honor guru wiyata bakti (WB) atau honorer yang mengajar di SD negeri dan SMP negeri di Kabupaten Tegal, rencananya akan ditambah.


Sebabkan Lima Korban Tewas, Sopir Elf Jadi Tersangka

Sebabkan Lima Korban Tewas, Sopir Elf Jadi Tersangka

Penyelidikan disertai penyidikan pascaterjadinya insiden maut Desa Kalibakung Balapulang terus ditempuh Unit Laka Lantas Polres Tegal.


Terobos Penjagaan Satpol PP, Massa Duduki Balaikota Tegal

Terobos Penjagaan Satpol PP, Massa Duduki Balaikota Tegal

Usai menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPRD, massa dari sejumlah elemen melakukan long march menuju Balaikota Tegal.


Isak Tangis Iringi Pemakaman Lima Korban Tewas Laka Lantas Maut

Isak Tangis Iringi Pemakaman Lima Korban Tewas Laka Lantas Maut

Jazad kelima korban tabrakan maut di jalur Kalibakung-Guci, Minggu (19/3) sore, dimakamkan, Senin (20/3) siang.


Tembus Hujan, Tiga Petani Tewas Ditabrak Kereta Api

Tembus Hujan, Tiga Petani Tewas Ditabrak Kereta Api

Tiga orang petani asal Brebes tewas seketika, setelah tertabrak Kereta Api Argo Lawu jurusan Jakarta-Purwokerto, Sabtu lalu (18/3).



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!