Lokal
Share this on:

Jembatan Putus, Kotak Suara harus Dikirim Paka Jukung

  • Jembatan Putus, Kotak Suara harus Dikirim Paka Jukung
  • Jembatan Putus, Kotak Suara harus Dikirim Paka Jukung

Distribusi logistik kotak suara ke Dusun Kedungabad, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terpaksa menggunakan perahu (jukung).

LARANGAN - Distribusi logistik kotak suara dan surat suara pemilihan bupati dan wakil bupati Brebes ke Dusun Kedungabad, Desa Wlahar, Kecamatan Larangan, Kabupaten Brebes terpaksa menggunakan perahu (jukung). Hal itu dilakukan untuk menyeberangi Sungai Pemali dengan debit air yang cukup tinggi, kemarin.

Logistik pemilihan kepala daerah (pilkada) tersebut terpaksa diantar dengan perahu karena tidak ada akses lain yang menghubungkan ke dusun tersebut. Kecuali dengan menggunakan perahu. Hal ini karena Jembatan Kedungabad belum selesai dibangun karena roboh diterjang arus Sungai Pemali beberapa waktu lalu.

Akibatnya, jembatan senilai Rp2 miliar pun putus, sehingga panitia pengawas tempat pemungutan suara (PTPS) terpaksa mengantarnya dengan perahu.Pengawas TPS Desa Wlahar Agus Budiharto mengatakan, kendala pendistribusian logistik kotak suara dan surat suara ke Dusun Kedungabad terkendala oleh sulitnya akses ke dusun tersebut.

Meski demikian, logistik yang akan digunakan di 2 tempat pemungutan suara tersebut berjalan lancar dengan kehati-hatian. ”Alhamdulillah lancar meskipun debit air cukup tinggi. Makanya kami mengantarnya dengan hati-hati dengan dikawal Kapolsek Larangan. Namanya dokumen penting, sedangkan medan cukup membahayakan, kami was-was dan degup jantung rasanya mau copot,” katanya.

Tempat pemungutan suara di dusun tersebut memang dinilai rawan dari sisi lokasi yang sulit dijangkau. Terlebih menggunakan alat transportasi air tradisional yang sangat memungkinkan terbawa arus, karena debit air yang cukup tinggi akibat guyuran hujan.

Setelah menggunakan perahu, dilanjutkan dengan sepeda motor. Hal ini diungkapkan, Anggota Pengawas Kecamatan (Panwascam) Larangan Lukmanul Hakim.

”Indikator TPS rawan salah satunya TPS yang secara geografis lokasinya sulit dijangkau oleh pemilih atau sebagian pemilih. Pengiriman logistik sudah dilaksanakan tadi siang serentak di kecamatan Larangan. Kendala tadi siang habis hujan semalaman sehingga debit air cukup tinggi,” ungkapnya.

Lukman melanjutkan, Dusun Kedungabad terdapat 2 TPS dan Karangsari terdapat 3 TPS. Keduanya masuk dalam peta TPS rawan. Hasil penyusunan TPS rawan akan digunakan sebagai pijakan untuk menyusun langkah, upaya pencegahan terhadap pelanggaran dan kecurangan di TPS menjelang dan selama pelaksanaan tahapan pemungutan dan penghitungan suara.

Diketahui, untuk wilayah Dusun Kedungabad terdapat 2 TPS yang akan membawa memungut kurang lebih 850 suara yang sudah masuk daftar pemilih tetap (DPT). Dalam pendistribusian logistik Pilkada tersebut butuh kewaspadaan dan kesigapan. ”Harus tetap waspada jika sewaktu-waktu debit air makin tinggi,” tandasnya. (fid/fat/zul)

Berita Sebelumnya

Banjir Sempat Rendam Enam Kotak Suara
Banjir Sempat Rendam Enam Kotak Suara

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Anggaran untuk Bayar Utang, 10 Paket Senilai Rp29 Miliar Gagal Lelang

Anggaran untuk Bayar Utang, 10 Paket Senilai Rp29 Miliar Gagal Lelang

10 rencana proyek kegiatan pekerjaan infrastruktur jalan dan jembatan Kabupaten Brebes dipastikan urung direalisasikan.


Siswa Teladan Dikirim ke Malaysia

Siswa Teladan Dikirim ke Malaysia

SMP Kreatif Muhammadiyah 3 Kota Tegal melepas Alif Putra Buana, yang dinobatkan sebagai Student of The Year atau siswa teladan ke Malaysia.


Soal Rekrutmen Carik, Desa Harus Dideadline

Soal Rekrutmen Carik, Desa Harus Dideadline

Masih banyaknya desa yang menolak mengangkat sekretaris desa difinitif mendapat perhatian serius dari Komisi I.


Kades Terjerat Korupsi, Pemkab Brebes Tak Sediakan Pendampingan Hukum

Kades Terjerat Korupsi, Pemkab Brebes Tak Sediakan Pendampingan Hukum

Bupati Brebes Idza Priyanti kembali menegaskan agar kepala desa betul-betul memahami tugas pokok dan larangan-larangan yang harus dihindari.


Soal Bunyi Pengeras Suara, Kedua Belah Pihak Sepakat Islah

Soal Bunyi Pengeras Suara, Kedua Belah Pihak Sepakat Islah

Kesalahpahaman yang terjadi antara Pengasuh Pondok (PP) Darul Qudwah dan masyarakat akhirnya berujung islah (damai,red).


Orang Gila pun Harus Punya KTP-el

Orang Gila pun Harus Punya KTP-el

Disdukcapil Kota Tegal menegaskan, semua masyarakat di wilayah Kota Bahari termasuk orang gila wajib memiliki Kartu Tanda Penduduk Elektronik (KTP-el).


Persoalan Akper Tinggal Tunggu Visitasi dan Pelimpahan Aset

Persoalan Akper Tinggal Tunggu Visitasi dan Pelimpahan Aset

Pemkot Tegal memastikan surat permohonan merger Akper Pemkot Tegal kepada Kemenkes sudah dikirim


Surat Merger Diteken kok Mahasiswa Akper Belum Tenang?

Surat Merger Diteken kok Mahasiswa Akper Belum Tenang?

Mahasiswa Akper Pemkot Tegal menyatakan masih belum tenang, meski surat permohonan penggabungan (merger) ke Kemenkes dinyatakan telah dikirim Pemkot.


Sugiyanto: Dua Minggu Jembatan Blanak Tak Selesai, Cari Saya

Sugiyanto: Dua Minggu Jembatan Blanak Tak Selesai, Cari Saya

Belum rampungnya pengerjaan jembatan sungai Si Belis di Jalan Blanak Kelurahan Tegalsari Kota Tegal terus dikeluhkan warga sekitar.


Bawa Kabur Motor Sport ABG, Pedagang Ini Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Motor Sport ABG, Pedagang Ini Ditangkap Polisi

Pengguna media sosial (medsos), utamanya Facebook agaknya harus selektif jika ingin menjual barang berharga miliknya melalui jejaring tersebut.



Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!