• Home
  • Berita Lokal
  • Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan

Lokal
Share this on:

Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan

  • Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan
  • Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan
  • Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan
  • Jempol! Tak Kumuh Lagi, Tegalsari Kini Punya Taman Kampung Nelayan

Pemkot Tegal bersama Pemerintah Pusat mewujudkan komitmenya dalam upaya penataan dan pembangunan berbagai fasilitas umum di Kota Tegal.

TEGAL - Pemkot Tegal bersama Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) mewujudkan komitmenya dalam upaya penataan dan pembangunan berbagai fasilitas umum di Kota Tegal. Utamanya terhadap kelurahan-kelurahan yang masuk dalam kategori 11 kelurahan kumuh di Kota Tegal, seperti salah satunya Kelurahan Tegalsari.

Wali Kota Tegal KMT Hj. Siti Masitha Soeparno menegaskan program Pemerintah Pusat bersama Pemkot Tegal tidak akan berhenti sampai di sini. Menurut orang nomor satu di Kota Tegal itu, program-program seperti ini adalah untuk kepentingan masyarakat.

“Sehingga Pemkot Tegal akan terus berupaya agar Pemerintah Pusat dapat terus membantu pembangunan di Kota Tegal,” tegas Wali Kota saat menghadiri peresmian Taman Kampung Nelayan Tegalsari.

Ditambahkan pula, ini sejalan dengan program Pemkot Tegal untuk melakukan pembenahan daerah-daerah yang selama ini masuk kategori kelurahan kumuh. Sehingga wilayahnya menjadi tempat yang lebih layak huni.

“Dengan lingkungan yang bersih dan baik, akan menjadikan masyarakat Kota Tegal lebih cerdas dan sehat. Utamanya bagi perkembangan anak-anak,” paparnya.

Wali Kota berterimakasih atas dukungan warga Kelurahan Tegalsari, yang selama proses pembangunan taman banyak membantu para pekerja. Selain itu, ungkap Wali Kota, komitmen yang ditunjukkan warga untuk ikut serta merawat taman, membuat Pemkot Tegal semakin bersemangat terus menata kampung nelayan menjadi kawasan yang lebih baik.

“Inilah yang dibutuhkan dalam suatu pembangunan, yakni dukungan dari semua elemen masyarakat. Sehingga hasilnya pun sangat terlihat dan memuaskan. Anak- anak sekarang ini sudah senang, karena sudah dapat bermain di ruang terbuka hijau dengan fasilitas yang memadai,” ungkap Wali Kota lagi.

Salah seorang tokoh masyarakat Kelurahan Tegalsari, Mahmud Effendi mengatakan, atas nama warga Kelurahan Tegalsari, dia berterima kasih atas terwujudnya Taman Kampung Nelayan Tegalsari. Itulah sebabnya, dia berharap, Wali Kota juga segera mewujudkan program kampung deret bagi nelayan yang belum memiliki rumah.

“Kampung deret menjadi program yang sangat dinantikan para nelayan Tegalsari. Sehingga kami mohon agar di tahun-tahun mendatang, Pemkot Tegal bisa merealisasikannya,” pungkasnya. (muj/zul)


Berita Sebelumnya

Berita Berikutnya


Berita Sejenis

Bank Indonesia Tegaskan Tak Ada Logo Palu Arit di Uang Rp100 Ribu

Bank Indonesia Tegaskan Tak Ada Logo Palu Arit di Uang Rp100 Ribu

Isu yang berkembang di masyarakat melalui jejaring sosial facebook ataupun lainnya marak terjadi.


Pimen Kiye, Tunggakan Retribusi Parkir Rp250 Juta Kok Bureng

Pimen Kiye, Tunggakan Retribusi Parkir Rp250 Juta Kok Bureng

Tunggakan retribusi parkir tepi jalan sebesar Rp250 juta, hingga kini masih belum jelas alias bureng.


9 Siswa yang Dikeluarkan karena Narkoba, 6 Dapat Sekolah Baru, 2 ke Jakarta, Seorang Masih Dicari

9 Siswa yang Dikeluarkan karena Narkoba, 6 Dapat Sekolah Baru, 2 ke Jakarta, Seorang Masih Dicari

Setelah memberi dukungan atas langkah yang ditempuh kepala SMPN 1 Balapulang yang mengeluarkan 9 siswanya Dindikbud Kabupaten Tegal tak lepas tangan.


Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Lego Jangkar dan Ngutang

Cuaca Buruk, Nelayan Pilih Lego Jangkar dan Ngutang

Akibat cuaca buruk yang terjadi di perairan laut jawa membuat ratusan nelayan di wilayah Kecamatan Suradadi Kabupaten Tegal memilih tidak melaut.


Kasihan, Kewenangan Beralih, Nasib 22 PNS dan 33 Honorer Tak Menentu

Kasihan, Kewenangan Beralih, Nasib 22 PNS dan 33 Honorer Tak Menentu

Setelah dilimpahkannya kewenangan terminal tipe A ke pusat, Dishub Kota Tegal menyatakan masih menunggu kejelasan nasib 22 PNS dan 30 Honorer.


Tak Dijaga, Taman Poci Rawan Dijadikan Tempat Mesum

Tak Dijaga, Taman Poci Rawan Dijadikan Tempat Mesum

Selain menjadi tempat rekreasi keluarga, ternyata keberadaan Taman Poci rawan disalah gunakan menjadi tempat mesum.


Dua Pekan Gadis Cantik Ini Tak Pulang, Diduga Dibawa Kabur Kenalan Facebooknya

Dua Pekan Gadis Cantik Ini Tak Pulang, Diduga Dibawa Kabur Kenalan Facebooknya

Pasangan Tobiin dan Mugiati, warga Desa Kalibakung RT 1 RW 1 Kecamatan Balapulang Kabupaten Tegal tengah dirundung duka.


Setelah Kecewa Pilih Jokowi, Nelayan Tegal Datangi Ganjar Pranowo

Setelah Kecewa Pilih Jokowi, Nelayan Tegal Datangi Ganjar Pranowo

400 nelayan dari Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) dijadwalkan akan menemui gubernur Ganjar Pranowo, Selasa (17/1) hari ini.


Tuntut Larangan Cantrang Dicabut, Nelayan Menyesal Pilih Jokowi

Tuntut Larangan Cantrang Dicabut, Nelayan Menyesal Pilih Jokowi

Ribuan nelayan yang tergabung dalam Paguyuban Nelayan Kota Tegal (PNKT) kembali menggelar mimbar bebas, Senin (16/1), di depan kantor mereka.


Taman Poci Bakal Dilengkapi Ruang Kreativitas Remaja

Taman Poci Bakal Dilengkapi Ruang Kreativitas Remaja

Pemekot Tegal menargetkan pencapaian predikat kota layak anak. Karenanya, sejumlah fasilitas umum yang ada diperuntukkan untuk anak-anak dan remaja.



Kolom

Maaf tidak bisa mengambil data, ada masalah dengan server kami!